Anak Petani dan Anak Guru Raih Adhi Makayasa 2019

Jumat, 12 Juli 2019 17:43 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Sebanyak 781 calon perwira remaja (Capaja) Akademi TNI-Polri memenuhi GOR Ahmad Yani, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (11/7/2019).

Para capaja tersebut berasal dari Akademi Angkatan Darat sebanyak 259 orang yang terdiri dari 244 putra dan 15 putri.

Kemudian dari Akademi Angkatan Laut (AAL) sebanyak 117 orang yang terdiri dari 103 putra dan 14 putri.

Dari Akademi Angkatan Udara (AAU) sebanyak 99 orang yang terdiri dari 90 putra dan 9 putri.

Kemudian dari Akademi Kepolisian (Akpol) sebanyak 306 orang yang terdiri dari 256 putra dan 50 putri.

Rata-rata rata usia mereka antara lain 21 sampai dengan 25 tahun.

Mereka rencananya akan dilantik di Istana Merdeka pada Selasa (16/7/2019).

Dari ratusan capaja tersebut ternyata terdapat sejumlah lulusan terbaik atau peraih Adhi Makayasa yang merupakan anak petani dan guru.

Mereka adalah Brigadir Satu Taruna Muhammad Idris dari Akademi Kepolisian dan Sersan Mayor Satu Taruna.

Idris yang merupakan anak petani tersebut menceritakan orang tuanya bersyukur ketika tahu bahwa dirinya meraih Adhi Makayasa.

Ayahnya pun berpesan padanya agar menjadi polisi yang baik dan diharapkan oleh agama, bangsa, dan negara.

"Ayah bersyukur karena anaknya bisa jadi lulusan terbaik Akpol. Ayah menyampaikan, jadilah polisi yang baik, polisi yang diharapkan agama, bangsa dan negara," kata Idris di Gedung Ahmad Yani Mabes TNI Cilangkap pada Kamis (11/7/2019).

Idris mengatakan, ia tidak mengeluarkan biaya sedikitpun ketika masuk Akademi Kepolisian.

"Kalau untuk stereotype tentang itu pasti sudah dihapuskan, tidak pernah ada. Alhamdulillah. Kalau saya dimintai uang untuk masuk Akpol saya dengan apa?" kata Idris.

Danjen Akademi TNI Laksdya Aan Kurnia pun menanyakan hal itu kembali kepadanya

"Bayar tidak masuk Akpol?" tanya Aan.

"Siap. Tidak," jawab Idris.

"Bohong itu kalau masuk Akademi TNI dan Kepolisian bayar. Ini buktinya sendiri. Mohon maaf anak yang (eknomi) menengah ke bawah bisa masuk bahkan menjadi yang terbaik," tegas Aan.

Ketika ditanya bagaimana proses belajarnya, Idris mengatakan dirinya belajar dengan cara yang relatif sama dengan yang lain.

Namun, kiatnya adalah ia kerap memperhatikan teman-temannya yang pintar san mencoba berusaha belajar lebih keras dari mereka.

Tidak hanya itu, Idris mengatakan proses belajar tersebut juga dibarengi dengan ibadah.

"Tentu sama seperti yang lain. Apabila melihat teman-teman lain yang pintar, seperti apa mereka belajar, maka saya harus tingkatkan lebih dari itu. Dan tentunya ibadah. Ibadah adalah nomor satu. Karena di Pancasila saja sila pertamanya adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, di Tri Brata pun mengatur tentang ketakwaan," kata Idris.

Selain itu, ada pula peraih Adimakayasa dari Akademi Angkatan Darat yang meeupakan seorang anak guru bernama Riza.

Riza mengatakan, ia dan orang tuanya juga bersyukur ketika tahu bahwa dirinya meraih penghargaan Adhi Makayasa.

Kedua orang tuanya berpesan kepadanya agar menjadi Perwira TNI yang amanah, tidak sombong, semena-mena, dan tetap rendah hati.

"Pertama orang tua saya tahu saya mendapat adimakayasa, mereka bersyukur, tidak menyangka saya mendapat adimakayasa. Mereka berpesan kepada saya untuk menjadi perwira yang amanah, tidak boleh sombong, semena-mena dan tetap rendah hati," kata pria yang sudah becita-cita sejak kecil menjadi anggota TNI itu.

Terkait proses belajar, ia mengatakan di Akademi Angkatan Darat, dirinya kerap mengajarkan ke teman-temannya ilmu yang dia miliki.

Sehingga menurutnya, hal itu bisa menambah ilnu yang dimilikinya.

"Cara belajar saya di Akademi Angkatan Darat adalah dengan cara mengajarkan ke teman lain atau berbagi ilmu dengan yang lain sehingga ilmu saya sendiri juga bertambah," kata Riza.

Tidak hanya itu, terdapat juga peraih Adhi Makayasa dari Akademi Angkatan Laut yang merupakan anak anggota TNI yakni Sersan Mayor Satu Taruna Ariz Pama.

Ia mengatakan, meski memiliki orang tua tentara namun dirinya tidak pernah meminta bantuan kepada orang tuanya agar bisa masuk Akademi Angkatan Laut.

"Seperti yang dibilang di awal. Di sini tanpa ada biaya apapun, tanpa ada kita minta tolong orang tua. Jadi saya dengan hasil jerih payah saya sendiri," kata Ariz.

Begitu pun dengan peraih Adimakayasa dari Akademi Angkatan Darat yakni Sersan Mayor Satu Taruna Fajar Muhammad yang merupakan anak tentara.

Ia mengatakan, ayahnya mengawali karir di TNI dalam tingkat Tamtama.

Dari situlah, muncul keinginannya untuk mendapat prestasi yang lebih baik dari ayahnya.
"Orang tua saya juga tentara, tapi awalnya dulu di tamtama, justru dari situlah yang menjadi motivasi saya untuk melampaui orang tua saya yang seorang tanpa apa-apa bisa menyekolahkan anaknya di perwira," kata Fajar.

Bersama dengan para capaja lain, mereka hadir di Gedung Ahmad Yani Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur untuk menerima pembekalan dari Kalemdiklat Polri Komjen Pol Arief Sulistyono dan Danjen Akademi TNI Laksdya TNI Aan Kurnia.

Hadir pula dalam acara tersebut Gubernur AAL Laksamana Muda TNI Edi Sucipto, Gubernur AAU Mersekal Muda TNI Tatang Harlyansyah, Gubernur Akpol Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel dan Analis Kebijakan Utama bidang Sespimti Sespim Lemdiklat Polri Irjen Pol Paulus Waterpauw.

Sekedar informasi, Adhi Makayasa adalah penghargaan tahunan kepada lulusan terbaik dari setiap matra TNI dan Kepolisian, yaitu Matra Darat, Matra Laut Matra Udara , dan Matra Kepolisian.

Penerima penghargaan ini adalah mereka yang secara seimbang mampu menunjukkan prestasi terbaik di tiga aspek yakni akademis, jasmani, dan kepribadian atau mental.

Penganugerahan Adhi Makayasa secara langsung diberikan oleh Presiden Republik Indonesia atau perwakilan atas nama Presiden.(*)

Editor: Novri Eka Putra
Reporter: Gita Irawan
Videografer: Gita Irawan
Video Production: Novri Eka Putra
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved