Tribunnews WIKI

Benteng Pendem Ambarawa, Benteng Peninggalan Kolonial Belanda yang Dibangun pada 1834 1845

Selasa, 9 Juli 2019 02:01 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM – Benteng Pendem Ambarawa memiliki nama asli Benteng Fort Willem 1.

Benteng Pendem Ambarawa terletak di Desa Lodoyong, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Kata pendem dalam Bahasa jawa berarti terpendam, karena Benteng Pendem Ambarawa ini terletak di bawah tanah.

Benteng Pendem Ambarawa dibangun sekitar tahun 1834 hingga 1845 pada masa Kolonel Hoorn.

Sudah empat tahun Benteng Pendem Ambarawa dibuka untuk wisata umum.

Benteng Pendem bisa ditempuh sekitar satu jam dari Kota Semarang dengan jarak kurang-lebih 40 km.

Sejarah

Pada 1940 saat Jawa Tengah berada di bawah kekuasaan VOC, dibangunlah benteng-benteng sepanjang jalur Semarang hingga Ungaran melewati Salatiga hingga Surakarta.

Di antara benteng-benteng tersebut, benteng yang terletak di daerah Ambarawa memegang peranan penting karena menjadi titik kumpul pasukan ketika diserbu musuh.

Benteng Pendem Ambarawa awalnya berfungsi sebagai barak militer KoninKlijk Nederlandsch- Indische Leger (KNIL) dan gudang penyimpanan logistik militer Belanda.

Bentuk bangunan Benteng Pendem Ambarawa ini terlihat menyerupai bentuk bangunan Lawang Sewu dikarenakan banyaknya jendela yang dimiliki bangunan tersebut.

Benteng Pendem terdiri atas lima bangunan kantor dan sebuah barak yang dikelilingi empat buah benteng dengan dua lantai.

Pada 1927, Benteng Pendem Ambarwa pernah dijadikan sebagai penjara anak-anak yang kemudian dijadikan penjara untuk tahanan politik serta orang dewasa.

Pada masa kekuasaan Jepang, Benteng Pendem pernah dijadikan tempat tinggal tentara NICA.

Benteng Pendem Ambarawa juga pernah dijadikan markas tentara Keamanan Rakyat (TKR) ketika Benteng Pendem jatuh ke tangan TKR.

Pada 1865 sebagian konstruksi Benteng Pendem runtuh dikarenakan adanya gempa bumi.

Saat ini, sebagian bangunan Benteng Pendem Ambarawa difungsikan untuk pemukiman warga.

Terdapat 23 KK dan sekitar 70 orang yang menghuni sebagian bangunan di Benteng Pendem Ambarawa.

Benteng Pendem Ambarawa juga difungsikan sebagai Lembaga Permasyarakatan kelas II A dan barak militer.

Pengunjung Benteng Pendem Ambarawa hanya diperbolehkan sampai lantai dasar saja.

Hal ini dikarenakan, kondisi bangunan di lantai dua sudah rapuh.

Dulu, di lantai dua terdapat jembatan-jembatan kayu yang menghubungkan tiap lorong.

Namun sekarang hanya tersisa satu jembatan dikarenakan yang lain mengalami pelapukan.

Rencananya akan dilakukan renovasi terhadap bangunan-bangunan benteng dalam rangka menjadikan Benteng Pendem sebagai tempat wisata.

Fasilitas

Di dalam Benteng Pendem belum terdapat fasilitas yang memadai.

Hanya terdapat musala yang terletak di pojok benteng.

Terdapat tulisan 'masdjid' dan angka tahun 1834-1843 di depan musala.

Retribusi dan Operasional

Pengunjung tidak dikenakan biaya untuk masuk ke Benteng Pendem Ambarawa.

Untuk pengunjung yang membawa kendaraan akan dikenakan biaya parkir sebesar RP 5000.

Benteng Pendem Ambarawa beroperasi dari hari Sabtu hingga Kamis dari pukul 08.30 WIB- 16.30 WIB.

(Tribunnewswiki.com/Ami Heppy)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Benteng Pendem Ambarawa

Editor: Radifan Setiawan
Video Production: Panji Anggoro Putro
Sumber: TribunnewsWiki
Tags
   #Tribunnews WIKI
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved