Tribunnews WIKI

Pecel Lele, makanan berbahan dasar ikan lele yang popular dan berasal dari Lamongan, Jawa Timur

Selasa, 9 Juli 2019 00:20 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Pecel Lele atau yang akrab disebut dengan Pecel Lele merupakan makanan berbahan dasar ikan lele yang popular dan berasal dari Lamongan, Jawa Timur.

Meskipun dinamai Pecel Lele, namun didalam makanan ini taka da unsur sambal kacang seperti pecel-pecel pada umumnya.

Nama aslinya adalah Pecek Lele, namun karena ada kemiripan nama dengan makanan khas Betawi, Pecak dan demi mengindari miskomunikasi maka para pedagang Pecek Lele yang ada di Jakarta merombak nama dagangan kaki lima mereka dengan istilah baru yakni Pecel Lele.

Ternyata meski merupakan makanan sederhana terdiri dari ikan lele, nasi, lalapan dan sambal (bisa juga ditambahkan tempe atau tahu), namun Pecel Lele memiliki cerita unik tersendiri.

Konon cerita itu dimulai ketika Sunan Giri berkunjung ke sebuah desa bernama Barang (diperkirakan berlokasi di Glagah, Lamongan).

Kemudian beliau pun berkeliling lalu mampir di sebuah gubug karena tertarik dengan lampu obornya yang masih menyala.

Lalu didapati di dalam gubug ini adalah seorang janda (Mbok Rondo) yang tengah menjahit baju.

Kemudian antara Sunan Giri dan si wanita ini pun terlibat obrolan yang panjang hingga tengah malam.

Hingga akhirnya Sunan Giri pun pamit dan tanpa sadar beberapa pusaka beliau ketinggalan.

Singkat cerita, Sunan Giri menyadari hal tersebut lantas mengutus seseorang bernama Bayapati untuk mengambilnya.

Bayapati bisa mengambil pusaka itu dengan cukup mudah.

Tapi, si janda yang sepertinya ingin memiliki benda tersebut tahu dan lantas meneriakinya sebagai maling.

Seketika masyarakat pun ikut mengejar Bayapati hingga akhirnya pria ini terjun ke sebuah kolam yang penuh ikan lele.

Singkat kata, orang-orang pun menganggapnya meninggal karena tak terlihat lagi. Padahal Bayapati masih hidup.

Karena berjasa menyelamatkan hidupnya, Bayapati pun bersumpah jika ia dan semua keturunannya takkan memakan lele.

Bayapati sendiri merupakan orang yang dipercaya masyarakat sebagai “pembabad alas” di Lamongan.

Maka dahulu, ada mitos kalau orang Lamongan tak boleh makan ikan lele karena bisa menyebabkan sisik kulit berubah bersisik atau menjadi seperti ikan.

Namun, mitos itu kini telah tiada karena di Lamongan sudah banyak orang makan dan berjualan lele.

Peternak lele di Lamongan pun kini sudah begitu banyak.

Bahan utama (resep untuk empat porsi)

  • Ikan: 4 ekor ikan lele
  • Minyak goreng Secukupnya
  • 1/2 sdt ketumbar bubuk
  • 1/2 sdt bawang putih halus
  • Air jeruk nipis
  • Garam secukupnya
  • Merica bubuk secukupnya 1 cm kunyit
  • Air putih secukupnya

Bahan sambal mentah

  • Cabai rawit atau cabai merah setan (21 buah atau sesuai selera jika gila pedas)
  • Bawang merah 10 butir
  • Kemiri 2 butir
  • Garam secukupnya
  • Minyak goreng secukupnya
  • dan penyedap rasa secukupnya

Mengolah lele mentah

  1. Sebelum dimasak, bersihkan dahulu lendrr yang ada di tubuh ikan lele.
  2. Cuci ikan lelenya, lumuri dengan abu gosok lalu gosok sikat tubuh lele agar lebih kesat dan tidak terlalu licin.
  3. Setelah kesat, basuh kembali ikan dengan air bersih agar kotoran dari abu gosok bisa dibersihkan.
  4. Lalu tikam area bawah kepala lele atau sekitar insang dengan pisau, agar bisa membersihkan lapisan insang lele dan juga bersihkan patil lele yang berbentuk seperti sirip namun keras itu.
  5. Terakhir, belah perut lele dan keluarkan jeroan yang ada dilamnya karena berasa pahit kalau sampai ikut termasak.
  6. Lalu seset lah badan lele beberapa kali agar daging lele terbuka agar saat direndam dengan bumbu jadi lebih mudah meresap.

Membuat bumbu perendam lele

  1. Haluskan bawang putih, garam, merica bubuk, ketumbar, kunyit, air perasan jeruk nipis dan air putih secukupnya.
  2. Rendamlah lele kedalam air campuran itu, semakin lama direndam semakin terasa gurihnya.

Proses menggoreng

  1. Goreng ikan dalam wajan yang telah diberikan minyak goreng dan dipanaskan.
  2. Silahkan goreng ikan hingga ikan matang dan berwarna keemasan atau kering sesuai selera.
  3. Nah, jika ikan sudah matang angkat ikan dan sajikan ikan dalma piring.
  4. Lalu diamkan sementara sebelum kita buat bumbu sambal terasi.
  5. Uleg cabai, bawang putih dan kemiri.
  6. Setelah hasil uleg agak halus, tambahkan garam, penyedap rasa dan minyak secukupnya untuk diuleg kembali sampai benar-benar halus.

Harga

Harga Pecel Lele relatif berbeda-beda tergantung wilayah, ketersediaan bahan baku dan tentu kualitas yang disajikan.

Mulai dari Rp. 7000 hingga Rp. 15.000 untuk satu porsi Pecel Lele.

Pecel Lele dahulu dikenal sebagai makanan masyarakat kelas menengah kebawah, namun kini sudah sangat marak keberadaanya.

Bahkan, kini Pecel Lele diminati oleh semua lapisan masyarakat di Indonesia.

Tak hanya kaki lima pinggir jalan, Pecel Lele pu hadir di restoran, kedai, hotel dan bahkan masuk program televisi Indonesia dimana menu ini dimodifikasi oleh seorang chef tamu asal Australia.

Informasi Gizi

Ikan lele memiliki beberapa keunggulan pada kandungan gizinya bila dibandingkan dengan kandungan gizi daging hewan lainnya. Keunggulan utama kandungan gizi lele mudah dicerna dan diserap secara optimal oleh tubuh.

Lele mengandung semua unsur asam amino termasuk asam amino esensial yang berjumlah 8.

Kandungan leusin dan lisin pada lele cukup banyak dan melimpah. Leusin merupakan salah satu asam amino esensial yang penting untuk pertumbuhan.

Keunggulan pada gizi lele juga terletak pada kandungan asam lemak omega-3.

Ikan lele juga memiliki keunggulan pada kandungan vitamin A.

(TribunnewsWiki.com/Haris Chaebar)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pecel Lele

ARTIKEL POPULER:

Lansia Naik Haji karena Menabung Rp5000 Setiap Hari

Tak Bisa Tahan Nafsu Lihat Korban Beri Makan Babi, Pria di Bali Memeluk dari Belakang & Coba Cabuli

Sakit Hati, Pria Nekat Habisi Nyawa Pamannya hingga Luka 22 Tusukan

TONTON JUGA:

Editor: Radifan Setiawan
Video Production: Panji Anggoro Putro
Sumber: TribunnewsWiki
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved