Tribunnews WIKI

Candi Tikus, Candi di Mojokerto

Minggu, 7 Juli 2019 17:38 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Candi Tikus semula terkubur dalam tanah.

Candi Tikus ditemukan pada tahun 1914.

Penggalian situs dilakukan berdasarkan laporan Bupati Mojokerto, R.A.A. Kromojoyo Adinegoro.

Laporan tersebut tentang ditemukannya miniatur candi di sebuah pekuburan rakyat.

kemudian, pemugaran Candi Tikus secara menyeluruh dilakukan pada tahun 1984 hingga 1985.

Nama 'Tikus' merupakan sebutan yang digunakan masyarakat setempat.

Konon, pada saat ditemukan, tempat candi tersebut berada merupakan sarang tikus.

Sejarah

Candi Tikus diperkirakan dibangun pada abad ke-13 taau abad ke-14.

Candi Tikus dulunya diperkirakna sebagai tempat mandi raja-raja atau untuk upacara tertentu.

Pada pupuh 27 dan 29 Nagarakertagama, disebutkan adanya tempat pentirtaan yang dikunjungi Hayam Wuruk.

Di kitab tersebut juga disebutkan adanya upacara tertentu yang di adakan di kolam tersebut.

Menara yang mengelilingi bangunan induk Candi Tikus merupakan bagian terpenting dari arsitektur abad ke-13 hingnga abad ke-14.

Fakta ini semakin dekat pada kesimpulan bahwa yang dimaksud di Nagarakertagama adalah Candi Tikus.

Menurut AJ Bernert Kempers, bentuk Candi Tikus merupakan replika Gunung Mahameru.

Oleh karena itu, Candi Tikus erat hubungannya dengan konsep religi.

Gunung yang tertinggi dianggap sebagai tempat bersemayamnya para dewa.

Maka, kemungkinan besar Candi Tikus merupakan tempat pentirtaan yang sangat disakralkan oleh umat Hindu dan Buddha pada masa itu.

Candi Tikus juga diperkirakan dibangun melewati dua tahapan.

Perkiraan itu didasarkan pada dua jenis saluran air yang ada di Candi Tikus.

Di tahap pertama, saluran air dibuat dari batu merah dan memiliki bentuk yang kaku.

Tahap kedua, saluran air dibangun dari batuan andesit yang bentuknya lebih dinamis.

Berdasarkan data ini, Candi Tikus kemungkinan dibangun pada masa keemasan Majapahit, yaitu pada masa pemerintahan Hayam Wuruk (1350-1380).

Lokasi

Candi Tikus terletak di Dukuh Dinuk, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Lokasinya sekitar 13 km di sebelah tenggara kota Mojokerto.

Untuk sampai ke Candi Tikus, dari jalan raya Mojokerto-Jombang, di perempatan Trowulan, belok ke timur.

Kemudian pengunjung akan melewati Kolam Segaran dan Candi Bajangratu yang terletak di sebelah kiri jalan.

Candi Tikus juga terletak di sisi kiri jalan, sekitar 600 m dari Candi Bajangratu.

Deskripsi Candi Tikus

Bangunan Candi Tikus menyerupai sebuah petirtaan atau pemandian.

Candi Tikus berupa sebuah kolam dengan beberapa bangunan di dalamnya.

Hampir seluruh bangunan Candi Tikus berbentuk persegi empat dengan ukuran 29,5 m x 28,25 m

Candi Tikus terbuat dari batu bata merah.

Letak Candi Tikus lebih rendah sekitar 3,5 m dari permukaan tanah sekitarnya.

Di permukaan paling atas terdapat selasaryang memiliki lebar sekitar 75 cm yang mengelilingi bangunan.

Di sisi dalam, turun sekitar 1 m, terdapat selasar yang lebih lebar mengelilingi tepi kolam.

Pintu masuk ke candi terdapat di sisi utara, berupa tangga selebar 3,5 m menuju ke dasar kolam.

Di kiri dan kanan kaki tangga ada kolam yang berbentuk persegi empat, berukuran 3,5 m x 2 m dan kedalaman 1,5 m.

Pada dinding luar masing-masing kolam berjajar tiga buah pancuran berbentuk padma (teratai) yang terbuat dari batu andesit.

Terdapat sebuah bangunan persegi empat berukuran 7,65 m x 7,65 m, di depan anak tangga, agak masuk ke sisi selatan.

Di atas bangunan Candi Tikus terdapat sebuah menara yang memiliki tinggi sekitar 2 m.

Menara ini memiliki atap berbentuk meru dan puncaknya berbentuk datar.

Menara yang terletak di tengah bangunan Candi Tikus dikelilingi oleh 8 menara sejenis yang memiliki ukuran lebih kecil.

Di sekeliling dinding kaki bangunan, terdapat 17 pancuran berjajar yang berbentuk bunga teratai dan makara.

Pembanguna Candi Tikus dilakukan dengan dua jenis batu yang memiliki ukuran yang berbeda.

Kaki candi terdiri atas susunan bata merah berukuran besar, kemudian ditutup susunan bata merah yang berukuran lebih kecil.

Selain kaki bangunan, pancuran air di Candi Tikus juga terdiri dari dua jenis, yang terbuat dari bata dan yang terbuat dari batu andesit.

Perbedaan bahan bangunan yang digunakan tersebut menimbulkan dugaan bahwa Candi Tikus dibangun melalui tahap.

Dalam pembangunan kaki candi tahap pertama digunakan batu bata merah berukuran besar, sedangkan dalam tahap kedua digunakan bata merah berukuran lebih kecil.

Oleh karena itu, bata merah yang berukuran lebih besar usianya lebih tua dibanding usia batu bata yang lebih kecil.

Pancuran air yang terbuat dari bata merah diperkirakan dibuat dalam tahap pertama, karena bentuknya yang masih kaku.

Pancuran dari batu andesit yang lebih halus pahatannya diperkirakan dibuat dalam tahap kedua.

Meski demikian, tidak diketahui secara pasti kapan kedua tahap pembangunan tersebut dilaksanakan.

Jam Operasional

Candi Tikus buka setiap hari mulai pukul 06.30 sampai 16.30 WIB.

Harga Tiket

Untuk kategori Dewasa dikenakan tiket sebesar Rp. 3000/orang, sedangkan untuk anak-anak dikenakan tiket sebesar Rp. 1500/orang.

Untuk biaya parkir dikenakan biaya sebesar Rp. 5000/Mobil, sedangkan Motor dikenakan biaya tiket parkir Rp. 2000/Motor.

Harga Tiket dan Jam Operasional dapat berubah sewaktu-waktu.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/A Nur Rosikin)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Candi Tikus

ARTIKEL POPULER:

VIRAL OF THE DAY: Netizen Berduka atas Meninggalnya Sutopo Purwo, #RIPSutopo Jadi Tending Topic

Breaking News: Thoriq Pendaki Gunung Piramid Akhirnya Ditemukan, Begini Kondisinya

Perjuangan Menemukan Thoriq, Dari Menelusuri Tebing hingga Tercium Bau Menyengat

TONTON JUGA:

Editor: Radifan Setiawan
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: TribunnewsWiki
Tags
   #Tribunnews WIKI   #Candi   #tikus   #Travel
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved