Tribunnews WIKI

Edelweiss - Bunga yang Hanya Tumbuh di Ketinggian 2000-3000 MDPL

Sabtu, 6 Juli 2019 19:20 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Tanaman Edelweiss pertama kali ditemukan oleh naturalis asal Jerman bernama Georg Karl Reinwardt pada 1819 di lereng Gunung Gede, Jawa Barat.

Penelitian dilanjutkan oleh botanis asal Jerman lainnya bernama Carl Heinrich Schultz.

Edelweiss berasal dari kata Jerman yaitu ‘Edelweiß’, edel berarti mulia, dan weiß yang berarti putih.

Penamaan Edelweiss bisa diartikan sebagai bunga putih yang mulia.

Terdapat berbagai jenis Edelweiss, diantaranya Anaphalis Javanica dan Leontopodium Alpinum.

Edelweiss endemik Indonesia adalah jenis Anaphalis Javanica.

Tanaman Edelweiss (Anaphalis Javanica) adalah tanaman yang hanya dapat tumbuh optimal di dataran 2000-3000 meter di atas permukaan laut.

Edelweiss membutuhkan sinar matahari penuh untuk tumbuh.

Edelweiss merupakan tanaman endemik yang dapat ditemukan di pegunungan Jawa, Lombok, Sulawesi Selatan dan Sumatra Selatan.

Klasifikasi tanaman Edelweis adalah:

Kingdom : Plantae

Sub Kingdom : Viridiplantae

Infrakingdom : Streprophyta

Super Divisi : Embryophyta

Divisi : Tracheophyta

Sub Divisi : Spermatophyta

Kelas : Magnoliopsida

Super Ordo : Asteranae

Ordo : Asterales

Famili : Asteraceae

Genus : Anaphalis DC

Spesies : Anaphalis Javanica

Edelweiss adalah jenis tanaman perdu, berumur satu hingga dua tahun.

Edelweiss tumbuh merambat dan beberapa spesies bersifat epifit.

Edelweiss pada umumnya dapat tumbuh sepanjang satu meter.

Namun jika cuaca dan lingkungan mendukung, Edelweiss dapat tumbuh dengan panjang mencapai delapan meter.

Tangkai bunga Edelweiss berukuran 3cm-20cm dan dapat tumbuh hingga 40cm.

Edelweiss memiliki daun yang berbentuk seperti ujung tombak.

Bunga Edelweiss berwarna putih, terdiri dari lima sampai enam kepala bunga berwarna kuning dan berukuran kecil.

Kepala bunga dikelilingi oleh daun muda yang membentuk bunga seperti bintang.

Tanaman Edelweiss memiliki bunga yang tersusun di kuntumnya.

Perkembangan kelopak bunga terpusat dan dilingkari oleh bractea atau daun pelindung.

Bunga Edelweiss sangat disukai oleh serangga karena baunya yang harum.

Edelweiss berbunga pada April-Agustus dan mekar sempurna pada Juli-Agustus.

Daun dan bunga Edelweiss ditutupi oleh bulu-bulu halus putih.

Bulu-bulu tersebut merupakan bentuk adaptasi Edelweiss dari hawa dingin pegunungan.

Edelweiss dapat tumbuh di tanah tandus karena akarnya bersimbiosis dengan mikoriza.

Mikoriza membantu akar Edelweiss memperluas area pengambilan air dan nutrisi.

Edelweiss memiliki peran sebagai tanaman perintis dalam revegetasi.

Edelweiss menjadi tanaman pertama yang tumbuh dan menghasilkan unsur hara sebagai media tumbuh tanaman lain.

Edelweiss juga menjadi tanaman penutup yang meminimalkan risiko erosi.

Pertumbuhan Edelweiss sangat cepat dan menghasilkan banyak bunga generatif.

Dengan bantuan angin, serbuk-serbuk bunga generatif di terbangkan.

Serbuk-serbuk bunga akan mendarat di media kemudian tumbuh dan berkembang.

Makna Bunga Edelweiss

Edelweis memiliki banyak julukan, misalnya bunga keabadian, bunga ketulusan dan simbol perjuangan.

Edelweiss disebut sebagai bunga keabadian karena tidak mudah layu, meskipun sudah dipetik.

Disebut sebagai bunga ketulusan, karena Edelweiss tumbuh di tempat ekstrem.

Hal tersebut memberikan persepsi bahwa Edelweiss menerima keadaan apa adanya tanpa tuntutan.

Edelweiss sebagai simbol perjuangan karena untuk mendapatkannya harus bersusah payah mendaki gunung.

Khasiat Edelweiss

Edelweiss adalah tanaman tidak beracun dan memiliki khasiat.

Misalnya untuk mengobati sakit perut dan gangguan pernapasan.

Hal ini dikarenakan Edelweiss memiliki kandungan antioksidan dan memiliki sifat antiinflamasi.

Ekstrak bunga Edelweiss baik digunakan untuk peremajaan sel-sel dalam kulit.

Tanaman yang Dilindungi

Karena makna yang terkandung dalam Edelweiss, banyak pendaki yang memetik dan dijadikan souvenir.

Populasi bunga edelweis semakin berkurang dari tahun ke tahun.

Pada 1988, terdapat 636 batang yang tercatat telah diambil dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Karena populasinya semakin berkurang, bunga Edelweiss dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati Ekosistem pasal 33 ayat 1.

Sanksi bagi pelanggaran yang disengaja adalah pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak 200 juta rupiah.

Sedangkan bagi pelanggaran yang lalai akan dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu tahun dan denda paling banyak 100 juta rupiah.

Lokasi Padang Edelweis

Edelweiss dapat ditemukan di beberapa lokasi berikut :

1. Gunung Gede dan Pangrango

Edelweiss dapat ditemukan di Alun-alun Surya Kencana, sebelah selatan puncak Gunung Gede.

Sementara di Gunung Pangrango, Edelweiss tumbuh di Lembah Mandalawangi.

2. Gunung Merbabu

Edelweiss dapat ditemukan di sabana jalur Selo atau Gancik selatan.

Edelweiss dapat dilihat di sepanjang jalur pendakian dan puncak.

3. Gunung Lawu

Edelweiss dapat ditemukan tepat di bawah Puncak Hargo Dumilah.

Selain itu Edelweiss juga dapat ditemukan di jalur pendakian Candi Cetho.

Tepatnya di sabana pertama sebelum pos Bulak Peperangan menuju Pasar Dieng.

4. Gunung Sindoro

Edelweiss dapat ditemukan di bawah puncak sepanjang jalur Kledung di selatan.

Edelweiss juga dapat ditemukan di pos kamp terakhir sebelum puncak, sepanjang jalur Bansari dari timur.

5. Gunung Semeru

Edelweiss dapat ditemukan antara pos Jambangan dan Kalimati.

Edelweiss juga tumbuh di beberapa gunung lainnya seperti Gunung Papandayan dan Gunung Rinjani

Perlu diingat bagi pendaki dan pembaca, bahwa Edelweiss adalah bunga yang dilindungi.

Alangkah baiknya kita bijak, dengan tidak membawa pulang apapun selain kenangan dan foto.

Budidaya Edelweiss

Edelweiss hasil budidaya biasanya banyak dijual sebagai oleh-oleh seperti di Gunung Bromo.

Secara fisik, Edelweiss alami dan Edelweiss budidaya memiliki perbedaan yang mencolok.

Bunga Edelweiss hasil budidaya lebih gemuk dan subur dibandingkan Edelweiss yang tumbuh liar.

Edelweiss budidaya dapat ditemukan di Taman Edelweis Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.

Selain menikmati keindahan Edelweiss, pengunjung juga dapat melihat langsung proses budidaya Edelweiss.

Proses budaya Edelweiss antara lain persemaian benih, pembibitan, hingga penanaman dan perawatan.

Selain di Wonokitri, Taman Edelweiss juga dapat ditemukan di Desa Ngadisari di Kabupaten Probolinggo, Desa Ngadas di Kabupaten Malang, dan Desa Ranupani di Kabupaten Lumajang. (8) 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Edelweiss

ARTIKEL POPULER:

VIRAL OF THE DAY - Kumpulkan Uang Rp5.000 Selama 28 Tahun, Penjual Kerupuk Laksanakan Ibadah Haji

VIRAL OF THE DAY: Wanita Jilat Es Krim kemudian Taruh Kembali ke Rak Pendingin di Supermarket

Viral Merpati Jayabaya Seharga Rp 1 Miliar

TONTON JUGA:

Editor: fajri digit sholikhawan
Video Production: Fikri Febriyanto
Sumber: Tribunnews.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved