Tribunnews Update
Hindari Sanksi, Produsen Bahan Peledak Rusia Gunakan Perantara Tiongkok demi Punya Peralatan Siemens
TRIBUN-VIDEO.COM - Produsen bahan peledak Rusia diduga menggunakan perantara dari Tiongkok untuk mendapatkan peralatan buatan Siemens Jerman.
Tindakan itu dilakukan Rusia untuk menghindari sanksi internasional yang diberikan Amerika Serikat.
Diketahui, sanksi internasional ini merujuk pada larangan ekspor dan pembatasan perdagangan yang diberlakukan oleh negara-negara Barat terhadap Rusia.
Sanksi tersebut diterapkan sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 2022.
Sebagai informasi, Siemens ini adalah perusahaan manufaktur industri terbesar di Eropa.
Baca: Detik-detik Mencekam Rusia Hancurkan Markas Pasukan Ukraina, Area Penempatan Kiev Terbakar Hebat
Baca: Ukraina Kirim Pesawat Nirawak Serang Kilang Minyak Rusia, Picu Kebakaran di Wilayah Krasnodar
Pabrik ini merupakan salah satu produsen bahan peledak terbesar di Rusia dan memiliki sejarah panjang sejak didirikan pada 1916.
Dilaporkan, YM Sverdlov Plant dikenal sebagai satu-satunya produsen HMX dan RDX di Rusia.
Diketahui itu merupakan dua jenis bahan peledak berkekuatan tinggi yang digunakan dalam aplikasi militer.
Sebelumnya, juru bicara Siemens menyatakan perusahaan mematuhi sanksi internasional secara ketat dan menuntut hal yang sama dari pelanggannya.
Bahkan, Siemens akan melaporkan pelanggaran sanksi apa pun ke pihak berwenang.
(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Produsen Bahan Peledak Rusia Gunakan Perantara Tiongkok untuk Dapatkan Peralatan Siemens
#BahanPeledak #Rusia #Tiongkok #Siemens #Perantara #Sanksi #PeralatanIndustri #PerangRusiaUkraina #IndustriPertahanan #Ekspor
Reporter: Adila Ulfa Muna Risna
Video Production: Nathanael MoerRahardian
Sumber: Tribunnews.com
TRIBUNNEWS UPDATE
Oposisi Israel Murka, Kritik PM Netanyahu Dukung Gencatan Senjata AS-Iran: Bencana Politik
5 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Tembakan Rudal Meluncur di Langit Tel Aviv saat Trump Umumkan Gencatan Senjata 2 Minggu dengan Iran
5 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Kemlu RI Buka Hasil Investigasi Awal UNDPO: Prajurit TNI Gugur Buntut Tembakan Tank Militer Israel
5 hari lalu
Tribunnews Update
Rhoma Irama Soroti Penurunan Royalti Dangdut, Desak LMKN Gunakan Aturan Lama di Masa Transisi
5 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Tarif Selat Hormuz Rp 34 M Tetap Berlaku, Iran Tak Longgarkan Meski sedang Gencatan Senjata
5 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.