Tribunnews WIKI

Alexis Sanchez - Atlet Sepak Bola

Kamis, 4 Juli 2019 21:47 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Alexis Alejandro Sánchez Sánchez atau biasa disebut dengan Alexis Sánchez merupakan pesepakbola asal Chili yang bermain untuk klub asal Inggris, Manchester United.

Alexis Sánchez berposisi sebagai penyerang.

Alexis Sanzhez lahir di Tocopilla, Chili pada 19 Desember 1988.

Orang tua Alexis Sánchez adalah Gullermo Soto Ezpinoza dan Martina Sánchez.

Alexis Sánchez mempunyai ayah angkat bernama José Delaigue ketika sang ayah kandung pergi meninggalkan ibu dan dirinya ketika masih kecil.

Alexis Sánchez mempunyai dua adik perempuan; Tamara dan Marjorie serta adik laki-laki Humberto.

Alexis Sánchez tumbuh dari keluarga yang miskin.

Ibu Alexis Sánchez bahkan harus menjalani berbagai kerja serabutan untuk menghidupi keluarga kecil tersebut.

Bahkan Alexis Sánchez harus bekerja sebagai pencuci mobil untuk ikut membantu pemenuhan hidup keluarga.

Alexis Sánchez pun kesulitan hanya untuk membeli sepatu bola pada masa kecil.

Untung, keberadaan ayah angkat mampu memasukkan Alexis Sánchez kecil ke klub lokal Club Aracuo.

Nasib Alexis Sánchez berubah berkat menekuni profesi sebagai pesepakbola, jika tidak dia akan menjadi pekerja tambang seperti kebanyakan orang-orang di lingkungannya.

Awal Karier

Alexis Sánchez berkembang pesat sejak masuk akademi klub C.D Cobreloa pada 2004.

Dasar berbakat, Alexis Sánchez langsung melesat ke tim senior pada tahun 2005 saat usianya belum genap 17 tahun.

Pada 2006, sinar Alexis Sánchez sampai ke negeri pizza.

Salah satu klub Italia, Udinese, membeli Alexis Sánchez pada medio April 2006 dengan banderol 1,7 juta poundsterling (dikisaran 3 miliar rupiah).

Meski sudah diangkut Udinese, Alexis Sánchez tak bisa langsung merasakan atmosfir Serie A Italia.

Klub asal kota Udine itu bermaksud mematangkan skill dan mental Alexis Sánchez terlebih dahulu dengan meminjamkan sang pemain dua musim ke klub Chili, Colo-Colo dan River Plate (Argentina) sejak 2006 hingga pertengahan 2008.

Penampilan impresif Alexis Sánchez bersama dua klub asal benua Amerika Latin itu membuat langkahnya tak terhenti di Italia.

Selama tiga musim (2008/09, 2009/10 dan 2010/11), Alexis Sánchez membentuk kombinasi yang menakutkan dengan kapten Udinese, Antonio Di Natale.

Duet penyerang mungil itu mengobrak-abrik Serie A dengan aksi menawan dan gol-golnya.

Salah satu momen spektakuler Alexis Sánchez adalah ketika Udinese melibas Palermo dengan skor 7-0 pada 27 Februari 2011.

Pemain berjulik El Niño Maravilla atau bocah ajaib itu membuat il poker istilah yang biasa dipakai di sepak bola Italia ketika ada seorang pemain mencetak empat gol dalam satu laga.

Performa meyakinkan Alexis Sánchez membuat dirinya diintai klub raksasa dunia, Barcelona.

Barcelona

Pada Juli 2011, Barcelona mengucurkan dana 26 juta euro (414 miliar rupiah) untuk merekrut Alexis Sánchez.

Alexis Sánchez menjadi pemain pertama asal Chili yang bermain untuk klub asal Catalan itu.

Bersama Lionel Messi dan Neymar, Alexis Sánchez membentuk trio penyerang dari Amerika Latin penuh teknik dan tentu menakutkan bagi bek manapun di dunia.

Meski begitu performa Alexis Sánchez bersama Barcelona tak bisa dikatakan spektakuler, meski juga tidak bisa dikatakan buruk.

Selama tiga musim membela Barcelona, Alexis Sánchez mampu mempersembahkan gelar seperti Liga Spanyol ataupun Copa Del Rey.

Selain itu, Alexis Sánchez juga pernah mencetak gol penentu pada laga El Clasico awal musim 2013/14.

Total, Alexis Sánchez mencetak 47 gol selama tiga musim bersama Barcelona.

Alexis Sánchez gagal menunjukkan apa yang ia pertontonkan selama di Italia.

Cedera, kurang padu dengan Lionel Messi dan tiki-taka Barcelona membuat potensi Alexis Sánchez tak keluar secara maksimal.

Alexis Sánchez sadar akan hal itu dan Barcelona pun sudah mendapat penggantinya dengan penyerang asal Uruguay, Luis Suárez.

Arsenal dan Manchester United

Awal musim 2014/15, Arsenal maju dan menawarkan 42,5 juta euro (478 miliar rupiah) ke Barcelona demi tanda tangan Alexis Sánchez.

Tawaran itu diterima Barcelona dan Alexis Sánchez pun hijrah dari Stadion Camp Nou ke Stadion Emirates.

Arsenal kala itu sedang membangun kekuatan dan kedatangan Alexis Sánchez semakin memperkuat tim Meriam London setelah musim sebelumnya mendatangkan gelandang serang Mesut Oezil dari Real Madrid.

Alexis Sánchez seperti terlahir kembali dibawah asuhan Arsene Wenger yang kala itu masih menangani Arsenal.

Dia begitu diandalkan di pos penyerang kiri dan gerak eksplosif serta insting mencetak gol Alexis Sánchez kembali muncul.

Tubuh mungil gempal dan sedikit kekar mmapu untuk menteror bek-bek di Liga Inggris yang dikenal memiliki keunggulan secara duel fisik.

Performa puncak Alexis Sánchez bersama Arsenal terjadi pada musim 2016/17 dimana ia mengemas 24 hanya di Liga Primer Inggris.

Sayang sekali, cedera dan kelelahan akibat terus bermain baik di tingkat klub dan tim nasional membuat performa Alexis Sánchez sedikit menurun.

Alexis Sánchez yang meminta kenaikan gaji dan performa yang mulai menurun membuat dia ditukar dengan gelandang serang Manchester United asal Armenia, Heinrikh Mkhitaryan pada tengah musim 2017/18.

Manchester United bersedia memberi gaji tinggi untuk Alexis Sánchez.

Sebaliknya, bergabung dengan klub berjuluk The Red Devils itu membuat karir Alexis Sánchez semakin mengkilap karena pernah bermain untuk beberapa klub tenar selama ini.

Tetapi, performa Alexis Sánchez tetap tak terdongkrak dan dia lebih sering menghangatkan bangku cadangan meski dia memakai nomor keramat “7” di Manchester United.

Tim Nasional Chili

Secara perolehan gelar, mungkin prestasi level klub Alexis Sánchez lebih berwarna.

Namun karier Alexis Sánchez lebih mengkilap bersama tim nasional secara makna pencapaian.

Alexis Sánchez sempat bermain untuk tim U-20 pada 2006-2008, namun dia sudah menjalani debut tim senior pada sebuah laga melawan Selandai Baru pada April 2006.

Bersama tim nasional Chili, Alexis Sanchez berhasil mempersempahkan dua kali juara Copa America 2015 dan Copa America Centenario 2016.

Alexis Sánchez juga sudah turut serta menjadi bagian skuad tim berjuluk La Roja itu sejak Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan hingga Copa America 2019 ini.

Mencetak gol pinalti penentu kemenangan pada Copa America 2015 dan memperoleh gelar pemain terbaik pada Copa America Centenario 2016 adalah dua momen terbaik Alexis Sánchez bersama tim nasional Chili.

Prestasi

Klub

Colo-Colo

Liga Primer Chili: Clausura 2006 dan Apertura 2007

River Plate

Liga Argentina: Clausura 2008

Barcelona

La Liga: 2012–13

Copa del Rey: 2011–12

Supercopa de España: 2011, 2013

UEFA Super Cup: 2011

FIFA Club World Cup: 2011

Arsenal

FA Cup: 2014–15 dan 2016–17

FA Community Shield: 2014

Tim Nasional Chili

Copa América: 2015 dan 2016

Individu

Arsenal Player of the Season: 2014–15 dan 2016–17

PFA Team of the Year: 2014–15 Premier League

Kids' Choice Awards Favorite UK Footballer: 2015

Copa América Golden Ball: 2016

Copa América Team of the Tournament: 2016

FIFA Confederations Cup Silver Ball: 2017

Cobreola 12 gol (2005, 2006)

Colo-Colo 9 gol (2006, 2007)

River Plate 4 gol (2007/08)

Udinese 21 gol (2008/09, 2009/10, 2010/2011)

Barcelona 47 gol (2011/12, 2012/12, 2013/14)

Arsenal 80 gol (2014/15, 2015/2016, 2016/17, 2017/18)

Manchester United 5 gol (2017/18, 2018/19)

Tim Nasional Chili 43 gol (hingga Kamis 4/7/2019)

Fakta Lain

Kini terdapat patung Alexis Sánchez di kota kelahiran sang pemain (Tocopilla) sebagai bentuk apresiasi atas prestasi dan karier gemilang baik di level klub dan terutama tim nasional Chile sang pemain.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Alexis Sánchez

ARTIKEL POPULER:

Pihak Galih dan Barbie Kumalasari Bantah Tuduhan Bau Ikan Asin Menjurus ke Alat Intim

Anggap Masalah Sederhana, Farhat Abbas Sarankan Galih Meminta Maaf ke Fairuz A Rafiq

VIRAL OF THE DAY - Turis Merekam Pencopet Dompet Temannya Tanpa Sengaja

TONTON JUGA:

Editor: Radifan Setiawan
Video Production: Fikri Febriyanto
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved