Kamis, 4 Juni 2026

Terkini Nasional

Dulu Dipakai Gibran saat Debat, Kini Lambang 'One Piece' Dibilang Pemecah Bangsa, Benarkah?

Sabtu, 2 Agustus 2025 14:32 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM, JAKARTA- Lambang bajak laut tokoh anime Topi Jerami Monkey D. Luffy dalam manga One Piece menjadi populer belakangan karena dikibarkan di banyak titik oleh masyarakat Indonesia jelang perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia (RI).

Bendera bajak laut kelompok Topi Jerami ini adalah bagian ikonik dari manga One Piece sebenarnya dikenal dengan nama Jolly Roger.

Layaknya lambang bajak laut pada umumnya, bendera ini bergambar tengkorak manusia dengan silang tulang di belakangnya.

Namun, yang membedakan Jolly Roger kelompok tokoh utama One Piece dengan bajak laut lainnya adalah gambar tengkorak diberikan topi jerami.

Dikutip dari onepiece.fandom.com, bendera yang biasanya digunakan sebagai tanda peringatan bahaya itu memiliki makna lebih dalam.

Misalnya, bendera Jolly Roger Topi Jerami yang dikibarkan oleh kru Monkey D. Luffy bukan hanya simbol kekuatan, tetapi juga menyuarakan kebebasan, keyakinan pribadi, dan persahabatan.

Dalam dunia animasi One Piece, beberapa tokoh bahkan menjadikan Jolly Roger sebagai bentuk perlawanan terhadap kekuasaan absolut dan penindasan.

Di beberapa cerita, simbol ini juga dipakai untuk menandai wilayah kekuasaan, bentuk proteksi, atau kritik terhadap dominasi Pemerintah Dunia.

Baca: Menilik Makna Pengibaran Bendera One Piece Menjelang Perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka pun pernah menggunakan simbol Jolly Roger Topi Jerami pada masa kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Lambang itu dia gunakan dalam bentuk pin saat mendatangi rumah Presiden Prabowo Subianto yang saat itu masih menjadi calon presiden (capres), di Jalan Kertanegara 4, Jakarta Selatan pada 21 Januari 2024.

Gibran saat itu menggunakan kemeja berwarna biru langit dan pin berlambang Jolly Roger Topi Jerami di dada sebelah kirinya.

Namun, lambang "One Piece" di dada kiri Gibran tersebut kini ditafsirkan berbeda oleh pemerintah.

Wakil Ketua DPR-RI, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, pemasangan bendera One Piece ini adalah upaya memecah belah bangsa karena dikibarkan jelang HUT ke-80 RI.

"Kita juga mendeteksi dan juga dapat masukan dari lembaga-lembaga pengamanan intelijen, memang ada upaya-upaya namanya untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa," kata Dasco ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Kamis, 31 Juli 2025, malam.

Menurut Dasco, pihaknya menerima masukan dari sejumlah lembaga intelijen yang menyebutkan bahwa kemunculan simbol-simbol tersebut diduga mengindikasikan adanya gerakan sistematis untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Dasco pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan simbol-simbol atau gerakan yang dapat mengancam keutuhan bangsa jelang peringatan kemerdekaan.

Dia menekankan pentingnya menjaga solidaritas nasional di tengah pesatnya kemajuan yang sedang diraih Indonesia.

“Imbauan saya kepada seluruh anak bangsa, mari kita bersatu. Justru kita harus bersama melawan hal-hal yang seperti itu," ungkapnya.

Namun, dalam pernyataan terbarunya, Dasco juga meminta agar penggemar One Piece tidak didiskreditkan karena ramai pengibaran Jolly Roger di media sosial (Medsos).

Meskipun, dia menegaskan bahwa bendera yang harus dikibarkan dalam peringatan Kemerdekaan RI adalah bendera Merah Putih.

"Pada 17 Agustus, bendera Merah Putih tetap satu-satunya simbol nasional yang dikibarkan. Hal ini sudah jelas dan tidak perlu diperdebatkan lagi. Mari kita rayakan kemerdekaan dengan penuh semangat persatuan dan kebangsaan,” ujar Dasco dalam keterangannya pada Jumat, 1 Agustus 2025.

Baca: Begini Reaksi Gibran soal Keputusan Prabowo Beri Amnesti hingga Abolisi ke Hasto & Tom Lembong

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pernah Dipakai Gibran, Lambang Bajak Laut "One Piece" Kini Dianggap Simbol Pemecah Belah?"

Editor: Erwin Joko Prasetyo
Video Production: Gianta Firmandimas Adya Mahendra
Sumber: Kompas.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved