Tribunnews WIKI

Telaga Warna, Telaga di Dieng

Rabu, 3 Juli 2019 14:10 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Dahulu kala ada seorang Ratu yang memiliki seorang anaka putri cantik jelita yang hendak didekati dua kesatria tampan dan hebat.

Akhirnya Ratu membuat sayembara agar kedua kesatria itu membuat masing-masing sebuah telaga dan yang tercepat akan menikahi putri anaknya.

Kesatria pertama membuat Telaga Menjer dengan waktu yang cepat, sedangkan kesatria kedua membuat Telaga Pengilon dengan waktu yang sedikit lama dibandingkan kesatria pertama. 

Kesatria pertama menang dan menikahi anak dari ratu. Selang beberapa hari setelahnya, Ratu dan putri berjalan-jalan ke Dieng.

Sesampainya disana mereka takjub dengan salah satu telaga yang sangat jernih, itulah Telaga Pengilon.

Ratupun bertanya kepada rakyat sekitar siapa yang membuatnya, dan ternyata adalah kesatria kedua.

Mendengar hal itu, Ratu memanggil kesatria pertama yang kini jadi menantunya.

Dikutuklah sang menantu menjadi naga penunggu samudra dan lalu kesatria kedua yang kalah dalam perlombaan akhirnya dijadikan menantu oleh sang ratu.

Sang ratu merasa Telaga Menjer yang dibuat kesatria pertama mempunyai ari beriak dan bergelombang. Menunjukkan cermin sifat kasar atau kurang baik.

Sedangkan Telaga Pengilon yang dibuat kesatria kedua, memiliki air yang jernih, berkilau, tenang, hal tersebut mencerminkan sifat damai dan kebaikan.

Karena kejernihan airnya, Ratu dan putri memutuskan untuk mandi di Telaga Pengilon.

Tiba-tiba datanglah angin yang kencang sehingga baju tadi terbang dan jatuh ditelaga sebelah Telaga Pengilon (yang kini jadi lokasi Telaga Warna), dan secara tiba-tiba airnya berubah menjadi warna warni sesuai dengan baju yang sang Ratu dan putrinya. 

Hingga saat ini cerita-cerita itu menjadi folklore tentang asal usul Telaga Warna Dieng, Wonosobo Jawa Tengah.

Cerita lain konon ceritanya telaga tersebut terbentuk dari sebuah tangisan penduduk kerajaan yang secara terus menerus hingga air matanya membanjiri wilayah tersebut. Warga tersebut bersedih dan menangis karena sang putri kerajaan di saat ulang tahun menolak hadiah kalung pemberian ayahnya. Dan hingga akhirnya terbentuklah sebuah telaga warna yang indah.

Mitos yang berkembang dimasyarakat, bahwa siapapun pasangan yang belum menikah dan datang ke lokasi Telaga Warna akan mendapat masalah yang dalam hubungan mereka.

Telaga Warna juga menyimpan cerita mistik tersendiri.

Misalkan, sosok wanita yang sering muncul ketika turunnya kabut di Telaga Warna.

Mitos lain tentang Telaga Warna adalah dahulu warna air di dalam telaga ini sering berubah tergantung suasana hati pengunjung yang datang.

Daya Tarik

Kandungan sulfur di dalam air Telaga Warna membuat warna air dalam telaga ini sering berubah-ubah.

Hal inilah yang membuat Telaga Warna ramai menjadi destinasi bagi para wisatawan lokal maupun macanegara.

Belum lagi pemandangan telaga yang eksotik alami dengan banyak pepohonan yang rimbun asri, pegunungan-pegunungan yang ada di Dieng atau pohon-pohon tumbang dan tergeletak secara alami yang menjorok ke dalam tepian telaga.

Selain itu di sekitar Telaga Warna ada beberapa objek yang bisa disambangi, misalnya Batu Ratapan Angin yang berada di atas bebatuan dekat telaga dan menawarkan spot yang unik untuk melihat Telaga Warna dari sisi yang jauh yang indah.

Lalu, jika berjalan mengitari pinggrian Telaga Warna, Anda bisa menemukan Telaga Pengilon, Goa Semar dan Goa Jaran.

Lokasi

Dengan luas sekitar 39 hektar, Telaga warna ini merupakan bekas letusan gunung purba Dieng ratusan juta tahun yang lalu.

Telaga Warna berada di kawasan dataran tinggi Dieng.

Telaga Warna berada di ketinggian lebih 2000 meter diatas permukaan laut.

Telaga Warna Dieng bertempat di Desa Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Telaga Warna berjarak 26 kilometer dari pusat Kabupaten Wonosobo dan dapat ditempuh dengan waktu kurang lebih 50 menit.

Selain melalui Kabupaten Wonosobo, pelancong juga bisa datang melalui Kabupaten Batang yang berjarak 28 kilometer atau waktu tempuh sekitar 1 jam 22 menit.

Operasional

Per bulan Juni 2019, untuk mengunjungi Telaga Warna pada hari Senin-Jumat, harga yang dikenakan bagi wisatawan lokal adalah Rp. 15.000,00 dan Rp 17.500,00 untuk Sabtu dan Minggu.

Sedangkan untuk wisatawan mancaranegara, pada Senin-Jumat Rp. 100.000,00 dan Rp 150.000,00 pada SAbtu dan Minggu.

Sebelum ke Telaga Warna atau memasuki dataran tinggi Dieng, akan ada penarikan retribusi sebesar Rp.10.000 ketika memasuki TPR Garung, Wonosobo.

Destinasi Telaga Warna ini dibuka mulai dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.

Fasilitas

Parkir.

Restroom.

Kedai atau warung makan dan minuman.

Penginapan.

Sisi Lain

Telaga Warna seringkali menjadi destinasi pilihan dalam paket wisata yang masuk agenda besar seperti Dieng Cultur Festival (DCF).

(TribunnewsWiki.com/Haris Chaebar)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Telaga Warna (Dieng)

ARTIKEL POPULER:

Wawancara Eksklusif bersama Presiden Joko Widodo: Blak-blakan Kabinet 2019-2024

Wawancara Eksklusif bersama Presiden Joko Widodo: Akan Ada Reformasi Besar

Wawancara Eksklusif bersama Presiden Joko Widodo: Strategi Jokowi untuk Menjawab Harapan Rakyat

TONTON JUGA:

Editor: Radifan Setiawan
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: Tribunnews.com
Tags
   #Tribunnews WIKI   #Telaga Warna   #Wonosobo   #Dieng
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved