Tribunnews WIKI

Candi Gedong Songo, Candi Puncak Gunung Ungaran

Rabu, 3 Juli 2019 11:19 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Keberadaannya candi ini pertama kali diungkap dalam laporan Raffles, tahun 1740.

Pada awalnya hanya tujuh kelompok bangunan yang ditemukan, sehingga Raffles menyebutnya Gedong Pitu.

Setelah ditemukan, dilakukan beberapa penelitian terhadap candi oleh arkeolog Belanda, yaitu lain Van Stein Callenfels (1908) dan Knebel (1911).

Dalam penelitian tersebut ditemukan dua kelompok candi lain, sehingga namanya diubah menjadi Gedong Songo (dalam bahasa Jawa berarti sembilan bangunan).

Pada tahun 1928 sampai 1929, dinas purbakala pada zaman pemerintahan Belanda melakukan pemugaran terhadap Candi Gedong I dan Candi Gedong II.

Pemugaran candi dan penataan lingkungan dilakukan oleh pemerintah Indonesia dari tahun 1972 sampai 1982. 

Hingga saat ini belum diketahui waktu pembangunan candi Gedong Songo.

Namun ada pendapat yang mengatakan bahwa candi ini dibangun sekitar abad ke delapan.

Pendapat itu diutarakan berdasar pada bentuk bangunan dan corak Candi Gedong Songo.

Bentuk dan relief candi gedong Songo dijadikan bukti bahwa Candi Gedong Songo dibangun semasa pemerintahan dinasti Sanjaya. 

Candi Gedong I

Candi Gedong I terdiri satu bangunan utuh, berukuran kecil dengan denah dasar persegi panjang.

Atap Candi Gedong I berbentuk segi empat bersusun dengan hiasan pola kertas tempel di sekelilingnya.

Separuh dari puncak atap terlihat sudah hancur.

Batur (kaki candi) dengan denah dasar segi empat dihiasi oleh deretan panel yang memiliki pahatan bermotif bunga (padma), serta sulur-suluran yang sederhana.

Tinggi batur sekitar 1 m, dengan tangga menuju ruangan kecil dalam tubuh candi terletak di sisi timur.

Permukaan batur membentuk selasar selebar sekitar 0,5 m mengelilingi tubuh candi.

Sepanjang tepi selasar diberi pagar, namun sebagian besar batu pagar sudah tanggal atau bahkan hilang.

Dinding luar tubuh Candi Gedong I polos tanpa relief atau relung sebagai tempat menaruh arca.

Di tengah dinding terdapat pahatan bermotif bunga yang membentuk semacam bingkai kosong.

Hingga saat ini tidak bisa dipastikan apakah dalam bingkai tersebut tadinya terdapat arca atau pahatan lain.

Candi Gedong II

Candi Gedong II terdiri satu bangunan utuh dengan denah dasar bujur sangkar seluas sekitar 2,5 m2.

Tubuh candi berdiri di atas batur setinggi sekitar 1 m.

Pelipit atas batur menjorok ke luar membentuk selasar selebar 0,5 m yang mengelilingi tubuh candi.

Tangga untuk naik ke selasar Candi Gedong II terdapat di sisi timur, tepat di depan pintu menuju ke ruangan kecil dalam tubuh candi.

Pintu Candi Gedong II dilengkapi dengan semacam bilik penampil yang menjorok keluar sekitar 1 m dari tubuh candi.

Di atas ambang pintu dihiasi dengan pahatan Kalamakara.

Pada dinding luar sisi utara, selatan dan barat terdapat susunan batu yang menjorok ke luar dinding, membentuk bingkai sebuah relung tempat arca.

Bagian depan bingkai relung dihiasi dengan pahatan berpola kertas tempel.

Bagian bawah bingkai dihiasi sepasang kepala naga dengan mulut menganga.

Di bagian atas bingkai terdapat hiasan kalamakara tanpa rahang bawah.

Atap Candi Gedong II berbentuk 3 balok bersusun, makin ke atas makin mengecil dengan puncak atap runcing.

Puncak atap tersebut saat ini sudah tidak ada.

Sekeliling masing-masing kubus dihiasi dengan pahatan pola kertas tempel.

Di setiap sudut terdapat hiasan berbentuk seperti mahkota bulat berujung runcing.

Sebagian besar hiasan tersebut sudah rusak.

Di depan bangunan candi terdapat bangunan lain yang hanya tersisa fondasi dan onggokan reruntuhan bangunan.

Reruntuhan tersebut diperkirakan sebagai candi perwara.

Candi Gedong III

Candi Gedong III terdiri dari tiga bangunan.

Dua bangunan berjajar menghadap ke timur dan satu bangunan yang meghadap ke barat.

Ketiga bangunan tersebut dapat dikatakan dalam keadaan utuh.

Kedua bangunan yang menghadap ke timur terlihat mirip, namun yang berada di sebelah utara lebih besar dan lebih tinggi dari yang di selatan.

Bangunan yang lebih besar, yaitu yang di utara, diperlirakan merupakan candi induk atau candi utama, sedangkan bangunan yang lebih kecil diperkirakan sebagai candi perwara.

Tubuh candi berdiri di atas batur yang rendah dengan denah dasar berbentuk persegi.

Atap kedua bangunan tersebut berbentuk 3 persegi bersusun, makin ke atas makin mengecil dengan puncak atap runcing, mirip atap Candi Gedong II.

Sekeliling kubus dihiasi dengan pahatan pola kertas tempel.

Di setiap sudut terdapat hiasan berbentuk seperti mahkota bulat berujung runcing.

Di sekeliling tubuh candi terdapat selasar sempit dan tanpa pagar.

Pintu masuk ke ruangan sempit dalam tubuh candi dilengkapi dengan bilik penampil yang menjorok sekitar 1 m keluar tubuh candi.

Tepat di depan pintu Candi Gedong III terdapat tangga naik ke selasar yang dilengkapi dengan pipi tangga dengan pahatan bunga di pangkalnya.

Pada dinding di kiri dan kanan ambang pintu bangunan utara terdapat relung berisi arca Syiwa.

Arca Syiwa tersebut dalam posisi berdiri dengan tangan kanan bertelekan pada sebuah gada panjang.

Kedua bangunan yang menghadap timur tersebut berdiri di atas batur yang rendah dengan denah dasar berbentuk bujur sangkar.

Di pertengahan masing-masing sisi kaki candi terdapat relung, salah satunya berisi arca gajah.

Pada dinding di sisi barat, utara dan selatan masing-masing bangunan terdapat relung tempat meletakkan arca.

Relung-relung pada dinding bangunan candi perwara saat ini dalam keadaan kosong.

Dalam relung pada dinding selatan candi utama terdapat Arca Ganesha dalam posisi bersila, sedangkan dalam relung pada dinding selatan terdapat Arca Durga bertangan delapan dalam posisi berdiri.

Bangunan ketiga di kompleks Candi Gedong III terletak di depan candi utama dan candi perwara.

Bangunan ini mempunyai denah dasar persegi panjang dengan atap mirip 'limasan' melengkung.

Di atas atap berjajar memanjang 3 hiasan berbentuk seperti menara kecil.

Pintu masuk bangunan yang berhadapan dengan candi induk terlihat sederhana tanpa bingkai.

Di atas ambang ambang pintu tampak bekas hiasan yang rusak.

Tidak terdapat relung pada dinding bangunan yang mirip dengan Candi Semar di kompleks Candi Dieng.

Diduga fungsi bangunan ini sama dengan fungsi Candi Semar, yaitu sebagai tempat penyimpanan atau gudang. (1)

Candi Gedong IV

Candi Gedong IV terdiri dari satu bangunan utuh dan sejumlah reruntuhan bangunan lain.

Bentuk dan fungsi bangunan yang runtuh tersebut tidak diketahui hingga saat ini.

Menurut dugaan, bangunan tersebut adalah candi perwara.

Bangunan yang masih utuh memiliki bentuk yang mirip Candi Gedong II.

Tubuh candi berdiri di atas batur setinggi 1 m dengan denah dasar persegi panjang.

Pelipit atas batur menjorok ke luar membentuk selasar selebar 0,5 m mengelilingi tubuh candi.

Tangga naik ke selasar Candi Gedong IV terdapat di sisi timur, tepat di depan pintu masuk ke ruangan kecil dalam tubuh candi.

Pintu candi dilengkapi dengan semacam bilik penampil yang menjorok keluar sekitar 1 m dari tubuh candi.

Ambang pintu dihiasi dengan pahatan Kalamakara tanpa rahang bawah.

Di kiri dan kanan ambang pintu terdapat relung tempat arca.

Saat ini relung tersebut dalam keadaan kosong.

Di bagian bawah ambang relung diberi hiasan yang sudah tidak jelas bentuk aslinya.

Pada dinding luar sisi barat, utara, dan selatan terdapat relung berisi arca.

Salah satu arca yang masih ada berupa sosok lelaki dalam posisi berdiri.

Arca tersebut dalam keadaan rusak.

Atap Candi Gedong IV berbentuk 3 persegi bersusun.

Semakin ke atas semakin mengecil, serta puncak atap runcing, mirip atap Candi Gedong II.

Sekeliling kubus dihiasi dengan pahatan pola kertas tempel.

Di setiap sudut terdapat hiasan berbentuk seperti mahkota bulat berujung runcing. (1)

Candi Gedong V

Candi Gedong V terdiri dari satu bangunan utuh dan sejumlah reruntuhan bangunan lain.

Reruntuhan tersebut diduga sebagai candi perwara.

Bangunan yang masih utuh berbentuk mirip seperti bangunan Candi Gedong II dan Candi Gedong IV.

Tubuh candi berdiri di atas batur setinggi sekitar 1 m dengan denah dasar persegi panjang.

Pelipit atas batur menjorok ke luar membentuk selasar selebar 0,5 m mengelilingi tubuh candi.

Tangga naik ke selasar terdapat di sisi timur, tepat di depan pintu masuk ke ruangan kecil dalam tubuh candi.

Pintu Candi Gedong IV juga dilengkapi dengan semacam bilik penampil yang menjorok keluar sekitar 1 m dari tubuh candi.

Di atas ambang pintu dihiasi dengan pahatan Kalamakara tanpa rahang bawah.

Di kiri dan kanan ambang pintu terdapat relung tempat arca yang saat ini dalam keadaan kosong.

Di bagian bawah ambang relung diberi hiasan yang sudah tidak jelas bentuk aslinya.

Pada dinding luar sisi barat, utara, dan selatan terdapat relung-relung berisi arca.

Satu di antara arca yang masih ada adalah Arca Ganesha dalam keadaan rusak.

Arca Ganesha dalam posisi bersila di atas bangku dengan kedua tangan di atas paha.

Telapak tangan arca menumpang di atas paha sedangkan telapak tangan kanan berada di atas lutut. (1)

Wahana Wisata

Di kompleks Candi Gedong Songo, pengunjung dapat mencoba beberapa wahana wisata, seperti trekking, naik kuda, pemandian air panas, camping ground, atau mencoba wahana terbaru, Ayana Gedong Songo.

Harga Tiket

Tiket Masuk Wisatawan Lokal Rp8.000

Tiket Masuk Wisatawan Mancanegara Rp75.000

Biaya Parkir Sepeda Motor Rp2.000

Biaya Parkir Mobil Rp5.000

Biaya Parkir Bus Rp10.000

Naik Kuda Wisatawan Lokal Rp25.000

Naik Kuda Wisatawan Mancanegara Rp35.000

Pemandian Air Panas Wisatawan Lokal Rp60.000

Wisatawan Mancanegara Rp70.000

Paket Candi Songo Wisatawan Lokal Rp50.000

Wisatawan Mancanegara Rp60.000 

Harga tiket dapat berubah sewaktu-waktu.

(TRIBUNNEWS.COM/Rosikin)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Candi Gedong Songo

ARTIKEL POPULER:

Wawancara Eksklusif bersama Presiden Joko Widodo: Blak-blakan Kabinet 2019-2024

Wawancara Eksklusif bersama Presiden Joko Widodo: Akan Ada Reformasi Besar

Wawancara Eksklusif bersama Presiden Joko Widodo: Strategi Jokowi untuk Menjawab Harapan Rakyat

TONTON JUGA:

Editor: Radifan Setiawan
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved