Senin, 13 April 2026

Terkini Nasional

Tegas! Prabowo Minta Kapolri & Jaksa Agung Usut Tuntas soal Kasus Beras Oplosan: Ini Penipuan!

Senin, 21 Juli 2025 16:21 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Presiden Prabowo Subianto mengecam munculnya kasus beras oplosan dengan modus beras biasa dikemas sebagai beras premium yang mengemuka beberapa waktu terakhir. 

Prabowo memerintahkan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut tuntas karena menurutnya kasus tersebut merupakan bentuk penipuan.

Prabowo menyebutkan, berdasarkan laporan yang dia terima, praktik beras oplosan tersebut telah merugikan masyarakat sebesar Rp 100 triliun setiap tahuhnnya.

Ia lantas membandingkan keuntungan yang diambil oleh oknum pengoplos itu dengan keadaan Indonesia saat ini.

Prabowo mengungkapkan, pemerintah setengah mati mencari uang dengan mengoptimalkan pemasukan dari pajak dan bea cukai.

"Menkeu, kita setengah mati cari uang. Setengah mati pajak ini lah, bea cukai ini lah, dan sebagainya. Ini Rp 100 triliun kita rugi tiap tahun, dinikmati oleh hanya 4-5 kelompok usaha," jelas Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa praktik beras oplosan tersebut adalah pengkhianatan kepada bangsa dan rakyat.

Fenomena ini merupakan upaya untuk membuat Indonesia terus lemah dan terus miskin.

"Saya tidak terima. Saya disumpah di depan rakyat, untuk memegang teguh UUD 1945 dan menjalankan segala peraturan perundang-undangan yang berlaku. Saya perintahkan Kapolri dan Jaksa Agung usut, tindak," kata Prabowo.

"Kalau mereka kembalikan Rp 100 triliun itu, oke. Kalau tidak, kita sita itu penggiling-penggiling padi yang berengsek itu," ujar dia.

Baca: Ini Isi Pembahasan Presiden Prabowo saat Sambangi Kediaman Jokowi di Solo

Kasus beras oplosan

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, beras oplosan beredar bahkan sampai di rak supermarket dan minimarket, dikemas seolah-olah premium, tetapi kualitas dan kuantitasnya menipu.

Hasil investigasi Kementerian Pertanian (Kementan) dan Satgas Pangan Polri mengemukakan bahwa ada 212 merek beras yang terbukti tidak memenuhi standar mutu, mulai dari berat kemasan, komposisi, hingga label mutu.

Beberapa merek tercatat menawarkan kemasan 5 kilogram (kg), padahal isinya hanya 4,5 kg.

Banyak di antaranya mengeklaim beras premium, padahal sebenarnya berkualitas biasa.

Berdasarkan hitungan sementara Kementerian Pertanian (Kementan), potensi kerugian konsumen mencapai Rp99 triliun dalam setahun.

Jika praktik ini dilakukan dalam kurun waktu 5-10 tahun ke belakang, maka nilai kerugian jauh lebih bombastis.

Baca: Prabowo Subianto Marah Banyak Pengusaha Serakah Nomics: Penghisap Darah Rakyat! Vampir Ekonomi

(*) 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Prabowo soal Kasus Beras Oplosan: Ini Penipuan, Ini Pidana!"

Editor: Erwin Joko Prasetyo
Video Production: Arifah Nur Shufiyatin
Sumber: Kompas.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved