Terkini Nasional
Video Pembuktian Saksi BPN Idham Amiruddin Tunjukan NIK Siluman dengan FoxPro, Temukan Data Invalid
TRIBUN-VIDEO.COM - Seorang saksi Paslon 02 Idham Amiruddin mempraktikkan caranya mengetahui daftar pemilih tetap yang digunakan KPU bermasalah menggunakan softwarenya.
Hal tersebut disampaikan dalam Program Acara Kompas TV Dialog: Buka-Bukaan "Software" DPT Versi BPN pada Senin (24/6/2019).
Praktisi IT asal Makassar tersebut menggunakan software FoxPro untuk mengetahui NIK siluman dan NIK rekayasa.
Idham mengaku memeriksa NIK pemilih melalui file yang diterima oleh DPP Gerindra yang menangani IT bernama Heri Semartono.
Ia menambahkan DPP Gerindra mendapat DPT tersebut dari KPU.
Dia menunjukkan ada pemilih dalam DPT yang tidak memiliki nomor kartu keluarga.
"Misalnya, status perkawinan, misalnya usia perkawinan, misalnya KK-nya tidak ada. Tidak mungkin KTP muncul kalau orang belum punya KK," terang Idham.
Ia kemudian membuktikan soal data invalid dengan software FoxPro untuk mengetahui NIK siluman dan NIK rekayasa..
"Saya suruh komputer ini untuk mencari pemilih yang tidak punya nomor pemilih. Kalaupun ini tidak ada nanti kita lihat nomor KK. Ini dia. Ada 1354 orang yang tidak punya nomor KK. (Tapi) ada KTP-nya," lanjutnya.
Idham mengatakan jika ada yang dia punya itu palsu, dia meminta untuk KPU memperlihatkan data yang asli.
"Apakah ini data palsu? Saya mau lihat ini data dari KPU. Saya cari secara normal. Ini saya mau cari secara normal. Ini nomor pemilih ada. Sekarang kita lihat nomor KK-nya. Saya kenal saya mau lihat di sini. Apakah dia punya nomor KK?"
Dia kemudian menunjukkan sejumlah pemilih yang memiliki NIK sama dengan nama yang berbeda.
"Untuk yang NIK-nya seperti ini saja, ada 290 orang. Salah satunya bernama Lambok Maruli. Untuk seri NIK ini ada 137 orang, salah satunya atas nama Sugiarto," lanjut Idham.
Sekali lagi, Idham kemudian menunjukkan bukti jika ada 137 orang yang memiliki NIK yang sama dengan nama beda.
"Nah itu. Benar kan? 137 orang. Mana orangnya? Ini orangnya. Yang perlu diperhatikan, ketika kursor ditarik, ini (NIK) tidak berubah. Tapi ini saja yang berubah-ubah (namanya)," lanjut Idham.
Diberitakan sebelumnya, Idham Amiruddin menjadi saksi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam sidang sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) pada Rabu (19/6/2019).
Dikutip dari Tribunnews, ketika sidang, Idham memaparkan NIK siluman dan NIK rekayasa dengan memberi contoh temuannya di Kabupaten Bogor dan Sulawesi Selatan.(Tribun Video/Kompas TV)
ARTIKEL POPULER:
VIRAL OF THE DAY: Bocah Dimasukkan dalam Keranjang saat Dibonceng Orangtuanya Naik Motor
VIRAL OF THE DAY: Uang Panaik Senilai Rp500 Juta di Jeneponto
Tutorial Naik Pesawat, Pemula Wajib Nonton!
TONTON JUGA:
Reporter: Aprilia Saraswati
Video Production: Ramadhan Aji Prakoso
Sumber: Kompas.com
TRIBUNNEWS UPDATE
Guru Jadi Peserta SUCI Kompas TV, Indro Warkop Tersentuh: Mereka Bersusah Payah Menyambung Hidup
Senin, 16 Februari 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Mulai dari TNI hingga Dokter, 27 Komika Siap Berebut Tiket Final di Babak Preshow SUCI Kompas TV
Minggu, 15 Februari 2026
Live Update
Diancam Preman Saat Bertugas, Jurnalis Kompas TV Lampung Alami Intimidasi di Lampung Selatan
Jumat, 28 November 2025
TRIBUN VIDEO UPDATE
Presenter Kompas TV, Ni Luh Terkejut Ditelepon Mayor Teddy, Tawaran Wakil Menteri Prabowo-Gibran
Jumat, 18 Oktober 2024
TRIBUNNEWS UPDATE
Kompas TV Nyatakan Sudah Kirimkan Surat Izin ke LPSK untuk Wawancara Richard, Sebut Tak Ada Masalah
Jumat, 10 Maret 2023
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.