Terkini Nasional

Pernyataan Bambang Widjojanto Disebut Jadi Bahan Tertawaan Advokat di Dunia

Selasa, 25 Juni 2019 14:11 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Arsul Sani menanggapi terkait pernyataan Bambang Widjojanto yang meminta institusi negara ikut membuktikan kecurangan yang terjadi dalam Pemilihan Presiden 2019.

Arsul Sani mengatakan pernyataan tersebut menjadi bahan lelucon para advokat di seluruh dunia.

"Statement BW bahwa negara atau pengadilan MK harus membuktikan dalil-dalil yang ia kemukakan dalam permohonannya menjadi bahan tertawaan dunia advokat, tidak saja di Indonesia, tapi juga di kalangan advokat negara-negara lain," ujar Arsul, Selasa (25/6/2019).

Dia menambahkan para advokat menganggap pernyataan tersebut dinilai sebagai argumen pengacara yang kalah.

Hal tersebut lantaran pernyataan BW dianggap bertentangan dengan asas hukum "barangsiapa mendalilkan, maka dia harus membuktikan".

Ia mengatakan ada dua alasan yang menolak pernyataan dari BW.

"Pertama, sarjana hukum mana pun yang ambil mata kuliah beban pembuktian pasti tidak akan menemukan sandaran doktrinal, yurisprudensi, maupun hukum positifnya untuk statement BW. Yang diajarkan adalah asas hukum 'barangsiapa mendalilkan, maka ia harus membuktikan'," ujar Arsul.

Alasan keduanya, tugas lembaga peradilan bukan membuktikan dalil salah satu pihak tetapi menilai alat bukti.

"Tugas lembaga peradilan adalah menilai alat bukti, bukan membuktikan dalil salah satu pihak. Kalaupun pengadilan ingin mencari alat bukti, maka itu untuk menambah keyakinan hakim, bukan untuk mendukung atau memperkuat dalil salah satu pihak," ujar Arsul.

Dikutip dari Tribunnews, Bambang Widjojanto mengatakan pihaknya sebagai pemohon sengketa pilpres di Mahkamah Konstitusi tidak mungkin membuktikan kecurangan.

Hal tersebut disampaikan di Media Center Prabowo-Sandiaga, Jakarta pada Senin (24/6/2019).

"Siapa yang bisa buktikan (kecurangan) ini? Pemohon? Tidak mungkin. Hanya institusi negara yang bisa, karena ini canggih," kata Bambang Widjojantodi.

Ia mengatakan sengketa Pilpres 2019 selalu dijadikan perbandingan adalah form C1 yang merupakan hasil rekapan perolehan suara asli dari TPS untuk membuktikan perbedaan selisih suara.

BW menambahkan pembuktian kecurangan sekarang tidak bisa menggunakan cara lama seperti membandingkan formulir C1.

Dia kemudian membandingkan MK yang bertransformasi ke arah modern dengan permohonan perkara daring dan peradilan yang cepat, maka harus dibuktikan secara modern.

"Katanya speedy trial. Kalau speedy trial enggak bisa pakai old fashioned," ujar dia.

(Tribun Video/Kompas.com/Tribunnews)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "TKN: Pernyataan Bambang Widjojanto Jadi Bahan Tertawaan Dunia Advokat

ARTIKEL POPULER

Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan dari HP Melalui Aplikasi BPJSTKU, Bisa Kapan Pun dan di Mana Pun

Cara Cek Nomor Telkomsel di HP

Cara Cek Nomor Indosat di HP

TONTON JUGA:

Editor: Sigit Ariyanto
Reporter: Aprilia Saraswati
Video Production: Ramadhan Aji Prakoso
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved