Nasional
NGAMUK! Aksi 'Mas Pelayaran' Aniaya Ojol dan Pacarnya, Gegara Telat Antar Pesanan
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Sleman belum menetapkan tersangka atas dugaan penganiayaan yang berujung pada aksi solidaritas driver online hingga perusakan mobil polisi.
Saat ini, polisi masih melakukan serangkaian pemeriksaan, termasuk memeriksa T, yang diduga menganiaya pasangan driver online saat mengantar pesanan di rumahnya di Bantulan, Sidoarum, Godean.
"Terlapor (inisial T) sudah diperiksa tapi belum ditetapkan tersangka. Kami masih dalami benar gak terjadi penganiayaan atau tidak. Karena di situ (saat kejadian) ada beberapa orang," kata Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Wahyu Agha Ari Septyan, Sabtu.
T merupakan terlapor yang diduga terlibat cekcok, mengaku sebagai pekerja pelayaran, dan menganiaya pasangan driver online.
Sejauh ini polisi masih mendalami identitas dari terlapor tersebut. Tetapi menurutnya berdasarkan kartu tanda penduduk, terlapor merupakan pelajar atau mahasiswa.
Adapun pengakuan terlapor yang disampaikan ke pihak polisi, membenarkan telah terjadi cekcok karena ada keterlambatan mengantar pesanan.
Baca: Kasus Mas Pelayaran Aniaya Driver Ojol Jogja Merembet ke Perusakan Mobil Polisi, Pelaku Diburu
"Pengakuan terlapor membenarkan terjadi cekcok karena terlambat tadi.
Sebenarnya itu hal sepele yang tidak perlu diributkan. Jadi kami imbau masing-masing harus saling menjaga karena bisa menimbulkan kerugian besar," katanya.
Saat ini terlapor masih berada di kantor polisi. T dilaporkan oleh pasangan driver online atas dugaan penganiayaan.
Polisi mengimbau semua pihak saling menahan diri. Imbauan ini disampaikan setelah Sabtu (5/7) dinihari ratusan driver online menggeruduk rumah T di Bantulan, Godean.
Massa aksi solidaritas tesebut bahkan anarkis dengan merusak satu mobil Polisi.
"Sebenarnya ini sebagai bentuk solidaritas, tapi kami tidak membenarkan solidaritas yang (anarkis) seperti ini," katanya.
Permintaan maaf T atas peristiwa yang terjadi muncul di media sosial. Dalam unggahan di akun instagram @merapi_uncover, diduga T mengenakan baju biru mengungkapkan permintaan maaf.
Baca: Detik-detik Pria di Jogja Ngaku Anak Pelayaran Aniaya Ojol dan Pacarnya, Gegara Telat Antar Pesanan
"Saya memohon dengan tulus untuk meminta maaf kepada korban dan driver ojol terutama driver Shopee atas kejadian 3 Juli pukul 21.30 WIB. Dengan hal itu saya sangat menyesal dan saya siap menerima konsekuensinya dengan prosedur hukum yang berlaku," ucapnya.
Agha membenarkan bahwa terlapor sudah meminta maaf.
Ia juga menegaskan bahwa kasus tersebut dalam penanganan Kepolisian.
Korban, pasangan driver online sudah membuat laporan yang artinya memasrahkan penanganan kasus tersebut ke Polisi.
Namun demikian, setelah membuat laporan, pihaknya belum bisa langsung melakukan pemeriksaan terhadap korban,--pasangan driver online atas nama Ayuningtyas Mega Lukito,-- karena yang bersangkutan meminta waktu.
Bahkan saat peristiwa penggerudukan terjadi, Sabtu dini hari korban masih berada di Solo dan baru dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada Sabtu (5/7) siang.
"Kita tahu rekan ojol solidaritas tinggi. Tapi jangan sampai menimbulkan tindak pidana lainnya," kata dia.
Sebagaimana diketahui, dalam aksi solidaritas driver online pada Sabtu (5/7) dinihari, ratusan driver online menggeruduk rumah T di wilayah Bantulan, Godean.
Massa aksi menuntut T meminta maaf setelah diduga melakukan penganiayaan terhadap pasangan driver online Ayuningtyas Mega Lukito dan Arzeto Duta saat terlambat mengantar pesanan.
Aksi solidaritas tersebut berujung anarkis. Massa merusak bahkan menggulingkan satu unit mobil Polsek Godean yang saat itu berjaga di seputar lokasi.Polisi pastikan bakal proses hukum kasus pengrusakan tersebut.
"Mobil polisi dirusak dijalan, bahkan digulingkan. Kacanya pecah. Lampu rotator dicopot. Kami sudah kerjasama dengan toko di sana, kami minta CCTV-nya dari warga, dari bukti rekaman kami sudah kantongi nama pelaku," kata Agha.
(*)
Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Polisi Periksa 'Mas-mas Pelayaran' Pemicu Massa Driver Online Geruduk Rumah di Godean Sleman
# Pelayaran # Aniaya # Pesanan # Ojol # Pacar # Pesanan #
Video Production: Gianta Firmandimas Adya Mahendra
Sumber: Tribun Jogja
Nasional
PERJUANGAN Driver Ojol Menikah dengan Bule Polandia, Modal Awal Uang Rp200 Ribu
Selasa, 31 Maret 2026
LIVE UPDATE
LIVE UPDATE SIANG: Wanita Ngada Dianiaya Pacar hingga Tewas, Update Insiden Ledakan Masjid Jember
Jumat, 27 Maret 2026
Live Update
Tak Terima Diputus Cinta Instruktur Gym, Wanita di Sidomulyo Bengkulu Nekat Bakar Mantan Pacar
Kamis, 26 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.