Rabu, 8 April 2026

Tribunnews Update

Menlu Tiongkok Peringatkan AS: Pengeboman Sembrono ke Situs Nulkir Iran Preseden Berbahaya

Minggu, 6 Juli 2025 12:17 WIB
Tribun Video

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM- Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi memperingatkan Amerika Serikat soal pengeboman sembrono yang dilakukan pasukannya ke fasilitas nuklir Iran.

Wang Yi menyebut, aksi itu merupakan preseden berbahaya.

Menurut Wang Yi, serangan terhadap Iran tidak memiliki legitimasi.

Atas hal itu, ia menekankan bentrokan militer baru-baru ini antara Israel dan Iran tidak boleh terulang.‌

Baca: Ali Khamenei Perdana Muncul ke Publik Pasca Perang 12 Lawan Israel, Antusias Sapa Jemaah

Pernyataan itu disampaikan Wang Yi saat konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot di Paris.

Menurut Wang masalah nuklir Iran dapat menjadi model untuk menyelesaikan perselisihan internasional melalui dialog dan konsultasi.

Namun, hal ini memicu babak baru krisis di Timur Tengah lantaran diselesaikan dengan kekuatan militer.

Wang Yi menyatakan, perang tidak dapat menyelesaikan masalah nuklir Iran.

Baca: Iran Larang Kepala IAEA Masuk ke Wilayah karena Dugaan Bocorkan Data Nuklir dengan Israel

Bahkan, ia menyebut penyalahgunaan kekuatan hanya akan meningkatkan konflik dan memperdalam kebencian.

Lantas ia menyebut, pengeboman gegabah Amerika Serikat ke fasilitas nuklir suatu negara berdaulat merupakan preseden berbahaya.

Pasalnya jika bencana nuklir terjadi, seluruh dunia akan menanggung akibatnya.

(Tribun-Video.com/tehrantimes.com)

Artikel ini telah tayang di tehrantimes.com dengan judul China memperingatkan bahwa pengeboman sembrono AS terhadap situs nuklir Iran merupakan preseden berbahaya

    
# Menlu Tiongkok # peringatan # Amerika Serikat # Pengeboman

Editor: Bintang Nur Rahman
Reporter: Adila Ulfa Muna Risna
Video Production: Nur Rohman Urip
Sumber: Tribun Video

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved