Terkini Nasional

Bawaslu Tegaskan Sengketa 17,5 Juta Suara Tak Memenuhi Persyaratan Bukti Materil

Rabu, 19 Juni 2019 21:46 WIB
Tribunnews.com

Laporan wartawan Tribunnews, Lendy Ramadhan

TRIBUN-VIDEO.COM, JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tegaskan permasalahan 17,5 juta suara yang dianggap palsu atau manipulasi oleh pihak kuasa hukum pasangan calon (paslon) nomor urut 02 Pilpres 2019, tak memenuhi persyaratan bukti materil.

Hal tersebut disampaikan Ketua Bawaslu, Abhan dalam sidang ke tiga perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2019).

Abhan menjelaskan, walaupun tak memenuhi persyaratan bukti materil, laporan tersebut tetap ditindaklanjuti.

"Memang banyak laporan oleh BPN (Badan Pemenangan Pemilu) terkait DPT (Daftar Pemilih Tetap) ini. Ketika laporan di daerah, semua sudah ditindaklanjuti oleh daerah, baik di Kabupaten maupun provinsi. Laporan disampaikan, tetapi tidak memenuhi syarat bukti formil materil," kata Abhan.

Tindak lanjut dari Bawaslu dari laporan tersebut yaitu sebuah mediasi antara pihak paslon nomor urut 01 dan paslon nomor 02 untuk membuat kesepakatan terkait DPT yang dipermasalahkan tersebut.

Sebagaimana diketahui, DPT tersebut dipermasalahkan saksi kuasa hukum paslon nomor urut 02, karena menurut keterangannya tindakan tersebut tidak ditindaklanjuti Bawaslu.(*)

ARTIKEL POPULER:

Video Cucu Ajak Kakeknya Menari di Supermarket Sehari sebelum Operasi Penyakit Otak

VIRAL OF THE DAY: Penemuan Sepeda Motor Honda Vario di Sungai Gebang Sidoarjo

VIRAL OF THE DAY: Juru Parkir Pungut Tarif Rp50 Ribu di Alun-alun Kota Malang

TONTON JUGA:

Editor: fajri digit sholikhawan
Reporter: Lendy Ramadhan
Video Production: Ramadhan Aji Prakoso
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved