Terkini Daerah

Penjelasan Kadisdik Kota Tangerang Soal Zonasi PPDB Online Tingkat SMP

Jumat, 14 Juni 2019 22:11 WIB
TribunJakarta

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUN-VIDEO.COM, TANGERANG - Sebentar lagi pembukaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP Kota Tangerang akan segera dibuka.

Sistem penerimaan calon siswa SMP di Kota Tangerang akan melalui beberapa jalur seperti, Zonasi, perpindahan orang tua, dan jalur tes tertulis.

Namun, sistem PPDB online Kota Tangerang sempat kusut pada tahun lalu lantaran sistem zonasi yang membatasi calon muridnya berdasarkan RW yang sama dengan sekolah tersebut.

Padahal, ada beberapa calon muridnya yang rumahnya berdempetan dengan sekolah itu namun perihal beda RW tidak bisa mendaftar.

Hal itu pun memantik amarah orang tua murid sampai-sampai Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Abduh Surahman disandera warga di sebuah sekolah bentuk protes dari orang tua murid.

Belajar dari pengalaman, Abduh akhirnya mengubah aturan zonasi dengan memperluas daerah cakupan zonasi sebuah SMP.

"Kita sudah siap, tinggal menunggu persetujuan dari pak wali. Intinya gini, PPDB yang akan datang itu masyarakat yang di sekitar sekolah berjarak beberapa RW itu otomatis masuk ke SMP yang ada di lokasi situ," jelas Abduh di Puspemkot Tangerang, Jumat (14/6/2019).

Sedangkan, untuk calon peserta PPDB yang berada jauh dari SMP yang diinginkan masih berkesempatan untuk mendaftar melalui jalur tes tertulis.

"Di luar radius sekolah empat sampai lima RW itu akan bertanding pada sistem nilai. Kenapa kita berlakukan? Karena keberadaan SMP itu tidak tersebar di setiap kecamatan, enggak semua kedapatan punya SMP," ucap Abduh.

Menurutnya kebijakan tersebut berbeda dengan sistem peneriman PPDB online tingkat SMP pada tahun sebelumnya.

Di mana, penerimaan hanya dilakukan secara sistem zonasi sehingga calon murid yang diterima hanya warga yang memiliki RW yang sama dengan sekolah dan sekitarnya.

"Karena ini untuk keadilan buat orang-orang di luar zonasi. Kalau itu kita paksakan, jangankan untuk masuk, untuk daftar saja tidak bisa. Maka dengan menggunakan sistem nilai ini akan kita berikan ruang-ruang keadilan untuk anak," kata Abduh.

Menurut Abduh, PPDB berbasis online di Kota Tangerang akan diawasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bentuk kerja sama antara Pemerintahan Kota Tangerang dengan KPK bertujuan untuk menekan angka kecurangan dalam pelaksanaan PPDB tahun 2019.

"Sistemnya sama seperti yang sudah-sudah, kita lakukan tahun pertama dan kedua saya memimpin di sini kan sudah menggandeng KPK untuk mengawasi sistem PPDB kita," tuturnya.

Sebagai informasi, pelaksanaan pendaftaran peserta PPDB online tingkat SMP di Kota Tangerang baru dimulai pada 1 Juli 2019 hingga 15 Juli 2019.

Dalam penerimaan calon siswa SMP pun terbagi dari tiga jalur yakni sistem zonasi atau reguler, jalur prestasi, dan jalur perpindahan orang tua.

Dinas pendidikan Kota Tangerang pun mendata terdapat sekira 11ribu kursi daya tampung untuk calon siswa SMP yang tersebar dari 33 SMP se-Kota Tangerang.(*)

ARTIKEL POPULER:

Motif Prada Deri Permana Bunuh Vera Oktaria karena Didesak Nikahi dan Hamil, Ibu Korban Membantah

Prada DP Pelaku Mutilasi Vera Oktaria Ditangkap di Serang Banten, Dibenarkan oleh Keluarga Korban

Video Hubungan Intim Diduga Siswi SMK di Bulukumba Viral di WhatsApp, Ada Dialog yang Terekam

Editor: Radifan Setiawan
Video Production: Ignatius Agustha Kurniawan
Sumber: TribunJakarta
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved