Pilpres 2019

Prabowo-Sandi Absen di Sidang Perdana PHPU, Ini Kata Kuasa Hukumnya

Jumat, 14 Juni 2019 18:42 WIB
Tribunnews.com

Laporan Wartawan Tribunnews, Lendy Ramadhan

TRIBUN-VIDEO.COM - Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, tak hadiri sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) untuk pemilihan presiden (pilpres) di Mahkamah Konstitusi (MK), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (14/6/2019).

Ketua tim hukum pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto, mengungkapkan alasan mengapa pasangan capres-cawapres itu tidak hadir.

"Bahwa beliau pak Prabowo-Sandi tidak hadir di MK bukan tidak menghargai, tetapi beliau ingin menjaga marwah konstitusi dan hatinya ada di dalam ruangan ini," kata Bambang Widjojanto, saat berbicara di ruang sidang pleno lantai 2 Gedung MK.

Setelah mengungkapkan alasan mengapa pihak pemohon dalam perkara itu tidak hadir. Bambang Widjojanto memperkenalkan anggota tim hukum Prabowo-Sandi.

"Kami dibantu teman-teman kolega. Di sebelah saya ada, Deny Indrayana, Yazid, Teuku Nasrullah, Iskandar, Dorel Amir," kata pria yang akrab disapa BW itu memperkenalkan anggota tim hukum Prabowo-Sandi.

Sebelumnya, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman, membuka sidang perdana perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) untuk pemilihan presiden (pilpres).

Pada awal persidangan, Anwar meminta kepada pihak berperkara untuk memperkenalkan diri. Masing-masing dari para pihak itu memperkenalkan diri.

Pihak berperkara tersebut yaitu pemohon, tim kuasa hukum pasangan calon presiden-calon wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, termohon yaitu KPU RI, pihak terkait yaitu tim hukum Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf, dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).

Setelah masing-masing pihak memperkenalkan diri, Anwar Usman meminta pihak pemohon atau dalam hal ini pasangan calon presiden-calon wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, membacakan permohonan.

Ketua tim kuasa hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto membacakan pokok-pokok permohonan.

Sebagaimana diketahui, tim kuasa hukum pasangan calon nomor urut 02 mengajukan gugatan PHPU Pilpres 2019 karena mereka merasa banyak kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif.(*)

ARTIKEL POPULER:

Motif Prada Deri Permana Bunuh Vera Oktaria karena Didesak Nikahi dan Hamil, Ibu Korban Membantah

Prada DP Pelaku Mutilasi Vera Oktaria Ditangkap di Serang Banten, Dibenarkan oleh Keluarga Korban

Video Hubungan Intim Diduga Siswi SMK di Bulukumba Viral di WhatsApp, Ada Dialog yang Terekam

Editor: Radifan Setiawan
Reporter: Lendy Ramadhan
Video Production: Teta Dian Wijayanto
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved