Terkini Nasional

Tokoh Senior Desak KLB, Wanbin Demokrat sebut Semua Usulan Akan Diproses

Jumat, 14 Juni 2019 18:18 WIB
Tribunnews.com

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUN-VIDEO.COM - Wakil Ketua Dewan Pembina Demokrat Agus Hermanto merespons para tokoh senior, yakni Max Sopacua dkk. yang mendesak digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) bagi partai berlambang mercy itu.

Agus mengatakan semua usulan dan pendapat akan diproses melalui mekanisme internal partai.

"Seluruh apa yang disampaikan pasti akan diproses di DPP, (Dewan Pimpinan Pusat), apakah nanti yang memproses itu melibatkan hal yang lain itu adalah sesungguhnya suatu hal yang diatur oleh mekanisme DPP," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/6/2019).

Pria yang menjabat Wakil Ketua DPR RI itu juga belum bisa memastikan kapan usulan para tokoh senior Demokrat akan diproses di DPP.

Karena, pendapat tersebut baru disampaikan dan tidak bisa terburu-buru dalam meresponsnya.

"Hal yang disampaikan ini kan tentunya baru sehingga semuanya harus dibahas secara komperhensif oleh DPP sehingga kita tidak bisa rasa-rasa tidak bisa kira-kira, semuanya harus diberikan kepastian," jelasnya.

Agus juga menilai perbedaan pandangan Max dkk. merupakan hal yang wajar dalam dinamika partai politik.

Untuk itu, ia memastikan internal partai akan memfasilitasi usulan dan pandangan tersebut.

"Suatu perbedaan pandangan, suatu perbedaan pendapat itu di seluruh parpol (partai politik) itu pasti ada. Makanya karena ada suatu perbedaan pandangan, barang kali sama senior dan barang kali ada yang junior dan lain sebagainya, sudah pasti akan ditindaklanjuti oleh DPP," pungkasnya.

Sebelumnya, sejumlah pendiri dan senior Partai Demokrat mendorong partai berlambang mercy ini untuk segera menggelar Kongres Luar Biasa (KLB).

Pendiri dan senior ini diantaranya Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, Max Sopacua, Ahmad Mubarok, Ahmad Jaya dan Ishak.

"Untuk itu kami menetapkan momentum puncak GMPPD dengan menyiapkan, mendorong dan melaksanakan suksesnya Kongres Luar Biasa," kata Max saat memberikan keterangan pers di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (13/6/2019).

Max mengaku langkah ini ditempuhnya lantaran prihatin dengan anjloknya perolehan suara Demokrat di Pemilu Legislatif tahun ini.

Ia merinci dari 10,9 persen di tahun 2014 lalu menjadi 7.7 persen di tahun 2019.

Sehingga menurutnya, Demokrat perlu melakukan evaluasi mendalam.

Terkait kondisi ini diperlukan adanya introspeksi dan evaluasi menyeluruh untuk kemudian bersama seluruh potensi dan kader guna membangkitkan semangat dan mengembalikan marwah serta kejayaan Partai Demokrat," jelasnya.

Ia turut menyinggung soal orang orang yang berada di sekitar lingkaran SBY, yang kerap menimbulkan kontroversi, padahal dimatanya sikap tersebut bukan representasi Partai Demokrat, orang orang itu diantaranya Rachland Nashidik, Ferdinand Hutahaean, dan Andi Arief.

"Mereka kerap melontarkan pernyataan yang tidak sesuai dengan Marwah karakter dan jati diri Partai Demokrat sehingga melahirkan inkonsistensi dan kegaduhan membenturkan Partai Demokrat dengan partai tokoh dan komunitas lainnya khususnya terhadap ulama dan umat yang berdampak adanya antipati dan kontra produktif terhadap Partai Demokrat," jelas Max.

Lebih lanjut, Max menyebutkan dalam waktu dekat akan segera menyiapkan dan melaksanakan Silaturahim Nasional untuk memanggil dan mengundang para kader dan keluarga besar partai Demokrat yang pernah bersama dan berjuang mendirikan partai Demokrat.

Targetnya agar partainya segera menggelar Kongres Luar Biasa yang sejatinya baru 2020 digelar, untuk memilih ketua umum baru.

Saat ditanya Siapa yang berpeluang untuk mengisi komposisi ketua umum Demokrat selanjutnya Max menyebut nama putra Susilo Bambang Yudhoyono Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Menurutnya, SBY sebagai ketua umum saat ini bisa saja menuju Putra sulungnya itu. Namun tetap harus disetujui oleh mayoritas peserta.

"Kongres KLB tidak susah-susah SBY tinggal minta AHY untuk memimpin partai itu ini," katanya.(*)

ARTIKEL POPULER:

Motif Prada Deri Permana Bunuh Vera Oktaria karena Didesak Nikahi dan Hamil, Ibu Korban Membantah

Prada DP Pelaku Mutilasi Vera Oktaria Ditangkap di Serang Banten, Dibenarkan oleh Keluarga Korban

Video Hubungan Intim Diduga Siswi SMK di Bulukumba Viral di WhatsApp, Ada Dialog yang Terekam

Editor: Radifan Setiawan
Reporter: chaerul umam
Video Production: Teta Dian Wijayanto
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved