Kamis, 9 April 2026

Tribunnews Update

Pesawat Penumpang Haji 2 Kali Diteror Bom, Kapolda Sumut Ungkap Dugaan Asal Peneror

Minggu, 22 Juni 2025 12:54 WIB
Tribun Video

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Teror bom kembali diterima maskapai Saudia Airlines, pesawat pengangkut jemaah haji Indonesia.

Akibatnya pesawat bernomor penerbangan SVA5688 rute Jeddah, Muscat, tujuan Surabaya ini harus mendarat darurat di bandara Internasional Kualanamu, Sabtu (21/6/2025).

Informasi yang diperoleh Kepolisian, teror ancaman bom ke pesawat yang membawa 367 jemaah haji asal Jawa Timur, berasal dari negara tersebut.

Asal Peneror Diduga Sama dengan Teror Sebelumnya, Dari India

Baca: Rangkuman Iran-Israel: Ledakan 3 Situs Nuklir, Teheran Murka Bunuh Warga AS, 2 Kota Israel Terbakar

Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan Februanto menduga, peneror jilid 2 pesawat Saudia Airlines ini menduga berasal dari negara India.

Sebab informasi yang diperoleh Kepolisian, teror ancaman bom ke pesawat yang membawa 367 jemaah haji asal Jawa Timur, berasal dari negara tersebut.

Namun demikian, keberadaan pasti peneror masih terus diselidiki benar tidak dari negara India.

"Kemungkinan sama (ancamannya). Karena informasinya dari wilayah India. Masih kita dalami,"kata Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan Februanto, Sabtu (21/6/2025).

Pola ancaman teror bom kali ini berbeda dengan teror di tanggal 17 Juni kemarin.

Teror pertama yang dialami Saudia Airlines SV -5726 pembawa 442 jemaah haji asal Indonesia rute Jeddah - Jakarta dilakukan melalui email yang dikirim ke kementerian perhubungan di Jakarta.

Beda Media Teror

Baca: Turki Kecam Israel: Sengaja Seret Dunia ke Bencana Besar, Tak Biarkan Timteng Digambar Pakai Darah

Meski dari maskapai yang sama, namun berbeda dengan teror sebelumnya, kali ini media teror yang digunakan tak sama.

Jika pada teror pertama 17 Juni silam, peneror melancarkan aksinya melalui email, kali ini berbeda.

Saudia Airlines SVA 5688 ini terornya melalui pesan suara radio speech.

Untuk menyelidiki teror serupa, Kapolda Sumut mengaku berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya, dan Bareskrim Polri.

Kemudian, Polisi juga akan berkoordinasi dengan pihak keamanan lintas negara.

"Pertama dari email, ini dari direct speech. Kami dalami. Dari Polda Metro, Bareskrim. butuh koordinasi antar negara."

Baca: Turki Kecam Israel: Sengaja Seret Dunia ke Bencana Besar, Tak Biarkan Timteng Digambar Pakai Darah

PPID Densus 88 Antiteror Polri AKBP Mayndra Eka Wardhana mengungkapkan hal yang sama.

"Pengancaman dilakukan melalui komunikasi suara melalui VPN radio telescope," ucap Mayndra kepada wartawan.

Komunikasi suara tersebut bisa dilakukan dari ground to ground (sesama petugas didarat) atau dari 1 negara ke negara lain.

"Pada saat pesawat di atas India dan hasil screening terhadap penumpang, crew, barang bawaan dan pesawat dinyatakan aman," tambahnya.

Densus 88 AT Polri juga menyatakan informasi mengenai ancaman bom itu diperoleh pilot dari AirNav Jakarta.

"Informasi ancaman didapatkan dari Airnav Jakarta ke ATC Kuala Lumpur, kemudian ATC Kuala Lumpur menyampaikan kepada pilot," tukasnya.

Mayndra tak bicara banyak dan hanya menambahkan Densus 88 masih mendalami kejadian ini

Diketahui pesawat Saudia SVA5688 rute penerbangan Muscat (Oman) menuju Surabaya itu membawa 376 penumpang dan 13 air crew.

Hasil penelusuran pihak bandara, Polisi, TNI teror bom dilakukan melalui saluran komunikasi Jaringan Pribadi Virtual atau disebut VPN disebut 'radio speech ' yang terdeteksi di Kuala Lumpur, lalu ke Jakarta.

"menggunakan namanya semacam direct speech, seperti vpn. Jadi itu memang percakapan ground to ground, point to point. Ini gak ada nomornya, hanya negaranya saja (yang tertera),"ungkapnya.

"Iya ada komunikasi suara. Radio speech. Masuknya ke Kuala Lumpur, dari Kuala Lumpur masuk ke Jakarta,"sambungnya.

Namun demikian, negara pengirim teror bom belum terdeteksi berada dimana.

Pihak keamanan masih menelusuri dan menyelidiki pengirim teror.

Mengenai kenapa pesawat Saudia Airlines membawa jemaah haji asal Indonesia 2 kali mendapat teror, Asri belum bisa mengungkap.

"Saya belum bisa mastiin kenapa ke Indonesia (ancaman). Walaupun pesawat asing Saudi, saya tak bisa memastikan karena dari pihak kami cuma (mengurus) safety-nya. Jadi nanti ada pihak tertentu yang menanganinya."

(Tribun-Video.com)

Artikel telah tayang di sini 

    
# pesawat # jemaah haji Indonesia # diteror # bom

Editor: Bintang Nur Rahman
Video Production: Dharma Aji Yudhaningrat
Sumber: Tribun Video

Tags
   #pesawat   #jemaah haji Indonesia   #diteror   #bom

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved