TRIBUNWIKI

Pasar Klewer Surakarta - Salah Satu Pusat Perbelanjaan di Kota Surakarta

Rabu, 12 Juni 2019 18:06 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Pasar Klewer dikenal sebagai pusat penjualan berbagai jenis batik dengan harga murah di Kota Solo.

Selain batik, di Pasar Klewer juga dapat dijumpai aneka jenis tekstil lainnya seperti kaus, jaket, jeans, daster, dan lain sebagainya.

Pasar ini diberi nama Pasar Klewer karena sebelum berdiri, para penjual wanita umumnya menyampirkan pakaian yang mereka jual di bahu.

Kemudian pakaian ini akan ‘keleweran’ atau menjuntai.

Dari sinilah akhirnya mantan Presiden RI Soeharto memberi nama pasar ini Pasar Klewer.

Sebelum Pasar Klewer berdiri, para pedagang yang berjualan di daerah ini merupakan pedagang yang berjualan di daerah Banjarsari dan Supit Urang.

Orang-orang yang berjualan di daerah ini semakin berkembang hingga tahun 1968.

Akhirnya pemerintah berinisiatif untuk membangun sebuah bangunan bertingkat permanen untuk menampung para pedagang dan diberi nama Pasar Klewer.

Pasar Klewer diresmikan pada 9 Juni 1970 oleh mantan Presiden Soeharto dan memiliki luas sekitar 12.500 m2.

Pasar ini terdiri dari dua lantai dan memiliki 2.075 kios yang menjual berbagai produk pakaian.

Pasar Klewer mulai ramai didatangi pengunjung pada awal 1980-an.

Sejak saat itu Pasar Klewer menjadi salah satu jantung perekonomian kota Solo, bahkan provinsi Jawa Tengah.

Pada masa kolonial Jepang, Pasar Klewer menjadi tempat pemberhentian kereta api yang kemudian digunakan sebagai tempat berjualan para pedagang pribumi.

Oleh karena itu, Pasar Klewer sempat mendapat julukan sebagai Pasar Slompretan.

Slompretan berasal dari kata slompret yang berarti terompet dan merupakan penanda kereta api berangkat.

Seiring berjalannya waktu, Pasar Klewer terkenal sebagai pusat penjualan batik di berbagai daerah.

Di Pasar Klewer terdapat sebuah radio khusus yang disebut dengan Radio Gapuro.

Radio Gapuro menjadi sarana hiburan dan informasi semua orang yang berada di lingkungan Pasar Klewer.

Harga barang yang dijual di Pasar Klewer tergolong murah karena mayoritas pedagang di Pasar Klewer memiliki konveksi sendiri.

Selain itu, Pasar Klewer juga dikenal dengan pedagangnya yang ramah pada penjual.

Pada November 2012, Pasar Klewer ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya di Kota Solo.

Pasar Klewer mengalami kebakaran pada 27 Desember 2014 silam.

Setidaknya terdapat 1.532 kios di Pasar Klewer sisi barat hangus terbakar.

Setelah peristiwa tersebut, Pemerintah Kota Solo bersama Keraton Kasunanan Surakarata menjalin kesepakatan untuk menjadikan alun-alun utara sebagai pasar darurat sementara.

Di pasar darurat sementara ini, pengunjung tetap bisa mendapatkan produk batik dan tekstil lainnya.

Pasca kebakaran, Pasar Klewer mengalami renovasi.

Peresmian Pasar Klewer baru dilakukan oleh Presiden Joko Widodo bersama Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo serta Walikota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo pada 21 April 2017.

Tanggal 21 April dipilih sebagai tanggal peresmian Pasar Klewer baru oleh Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo karena sebagian besar pedagang di Pasar Klewer terdiri dari perempuan sehingga tanggal 21 April yang bertepatan dengan hari Kartini diharapkan menjadi semangat baru bagi para pedagang untuk berjuang mengembalikan kejayaan Pasar Klewer yang baru.

Bangunan Pasar Klewer lama yang terkesan sempit, kumuh, dan tak beraturan kini berubah menjadi lebih rapi, luas, dan mudah diakses.

Bangunan Pasar Klewer pasca revitalisasi terdiri dari 1.994 kios yang tersebar di tiga lantai.

Penambahan fasilitas lift dan eskalator menambah kemudahan mobilisasi bagi para penjual dan pembeli.

Selain itu Pasar Klewer yang baru dilengkapi dengan parkiran basement untuk mengurangi kemacetan akibat kurangnya lahan parkir. (TRIBUNNEWSWIKI.COM/Yonas)

ARTIKEL POPULER:

VIRAL OF THE DAY - Satu Keluarga Keracunan Rawon, Satu Orang Tewas

Sempat Ditutup, Penjual Rujak Cingur RP60 Ribu Kembali Buka Lapaknya, Harganya Tetap Sama

Wahana Permainan Komidi Putar di PRJ Roboh, Sejumlah Pengunjung Terluka

TONTON JUGA:

Editor: fajri digit sholikhawan
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved