Terkini Nasional

Penjelasan soal Gadis 16 Tahun Dalangi Duel Antar Remaja Tangerang hingga Renggut 1 Nyawa

Selasa, 11 Juni 2019 20:43 WIB
TribunJakarta

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUN-VIDEO.COM, TANGERANG - Tawuran antar gangster di Tangerang didalangi oleh seorang wanita berinisial DE yang masih berumur 16 tahun.

Tawuran tersebut pecah di bilangan SDN 2 Karet Desa Karet, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang pada Minggu (9/6/2019) sekira pukul 03.30 WIB antar dua gangster berasal dari Kutabumi dan Cadas, Kabupaten Tangerang.

Kejadian tersebut hingga menewaskan seorang remaja berinisial AR berumur 16 tahun karena tertebas senjata tajam seperti celurit.

"Kalau yang gangster dari Kutabumi ini ketuanya inisialnya DE dan dia ini cewek. Kemudian ada membernya kelompoknya ini 20 orang," jelas Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolrestro Tangerang Kota, Senin (10/6/2019).

Menurut Argo, asal muasal tawuran tersebut karena hal yang sangat sepele karena saling tantang untuk melakukan tawuran melalui media sosial Instagram beberapa hari sebelum kejadian.

Saling tantang tersebut pun didalangi oleh DE.

"Awal mulanya sebenernya hal sepele, berawal dari tantang-tantangan di medsos. Jadi di medsos ada kelompok dari Kutabumi dan Cadas. Di media sosial itu mereka saling tantang contoh, kita mau tarung di mana nih?," ujar Argo.

Lanjutnya, DE sendiri masih masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) alias buron karena tidak ikut dalam proses penyerangan ke gangster cadas tersebut.

Sebab, DE hanya melakukan provokasi lewat sosial media karena sebagai admin dan sebagai penggerak anggota gangster dari Kutabumi.

"Belum tertangkap karena Dea ini tidak ikut penyerangan hanya admin akun media sosial tersebut," ucap Argo.

Belasan anggota kedua gangster tersebut pun semuanya masih di bawah umur, dari masih mengemban ilmu di SMA dan sederajat, tidak lulus sekolah hingga pengangguran di kawasan Kabupaten Tangerang.

"Semuanya anak SMA, ada SMK ada yang sudah dikeluarkan dari sekolahnya. Kalau DE ini sudah tidak sekolah, dia sehari-hari tidak bekerja juga," ucap Argo.

Tindakan tidak terpuji itu pun mengakibatkan satu remaja berinisial AR (16) harus kehilangan nyawanya setelah menerima beberapa luka tusuk dari benda tajam yang dilakukan secara berkeroyok.

Bahkan beberapa pelaku dari gangster Kutabumi ini ada yang menggunakan senter yang dapat mengeluarkan tegangan listrik untuk melumpuhkan AR dari gangster Cadas.

"Beberapa peran tersangka dari Kutabumi ini ada yang ikut nyetrum pake senter ini, ada juga yang menggunakan sajam, batu dan kayu. Kemudian korban menderita luka di bagian kepala, badan, tangan, kaki smua kena senjata tajam," tutur Argo.

Masing-masing kelompok pun dikenakan sanksi pasal berbeda seperti, tujuh orang dari Kelompok Kutabumi, dikenalan pasal 170 dan 338 KUHP, lantaran menghilangkan nyawa seseorang.

Sedangkan dari kelompok Cadas, dikenakan sanksi pasal darurat karena menggunakan dan memiliki senjata tajam.(*)

ARTIKEL POPULER:

VIRAL OF THE DAY: Imbauan RSUD Kota Tangerang agar Pasien Ditunggui Mahramnya

BREAKING NEWS Live Streaming Polisi Ungkap Dalang Kerusuhan Aksi 22 Mei 2019

Istirahat, Pemudik Tewas Terjatuh dari Atas Jembatan Sungai Cimanuk

TONTON JUGA:

Editor: fajri digit sholikhawan
Video Production: Ramadhan Aji Prakoso
Sumber: TribunJakarta
Tags
   #Tangerang   #Gangster   #Polda Metro Jaya
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved