Senin, 25 Mei 2026

VIRAL NEWS

Pusat Nuklir Natanz Rusak Dibom Israel, Iran Kibarkan Bendera Merah Kode Balas Dendam ke IDF!

Jumat, 13 Juni 2025 22:23 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Konflik Iran dengan Israel semakin memanas setelah keduanya terlibat saling serang baru-baru ini.

Iran dan Israel pun mendeklarasikan perang.

Iran telah mengibarkan bendera merah, sebagai kode balas dendam kepada Israel atas serangan udara yang mematikan.

Kantor berita Iran telah merilis video memperlihatkan bendera merah berkibar di atas Masjid Jamkaran di Qom pada Jumat (13/6).

Di waktu bersamaan ratusan pengunjuk rasa berkumpul di masjid tersebut untuk menuntut hukuman berat terhadap Israel setelah serangan mematikannya di Iran.

Para pengunjuk rasa melambaikan bendera Iran dan meneriakkan slogan-slogan anti-Israel saat mereka berkumpul di salah satu kota tersuci negara itu

Diketahui, 200 jet tempur Israel menyerang sekitar 100 target Iran.

Komandan militer, ilmuwan nuklir hingga wanita dan anak-anak dilaporkan tewas akibat serangan Israel yang menargetkan situs nuklir dan militer Iran pada Jumat Pagi.

Kematian pemimpin IRGC Hossein Salami memicu kemarahan nasional di Iran.

Selain korban jiwa, gedung pemerintahan di Teheran juga mengalami kerusakan.

Israel juga menargetkan fasilitas nuklir Natanz untuk pengayaan uranium.

Menurut militer serangan udara Jumat pagi itu menghancurkan bagian bawah tanah lokasi tersebut.

IDF mengklaim Natanz adalah situs pengayaan uranium terbesar Iran untuk mengembangkan senjata nuklir Iran.

Situs tersebut juga berisi infrastruktur yang dibutuhkan untuk pengayaan ke tingkat kelas militer.

Sementara otoritas energi atom Iran mengatakan serangan itu merusak beberapa fasilitas.

Namun demikian tidak ada kebocoran kontaminasi radioaktif atau kimia di luar fasilitas tersebut.

Belum diketahui terkait korban di situs nuklir Natanz.

Baca: Rangkuman Iran-Israel: Rusia Ikut Serang Israel, Tel Aviv Mencekam Bak Neraka Digempur 100 Drone

Penyelidikan masih terus dilakukan untuk menentukan seberapa parah kerusakan di lokasi tersebut.

Dalam hitungan jam, Iran pun melakukan serangan balasan dengan mengerahkan 100 drone bunuh diri ke Israel.

Sejumlah wilayah Israel berubah mencekam, membuat warga panik berhamburan.

Komando Front Dalam Negeri Israel mengimbau warga untuk berlindungan di mamad (ruang aman di rumah) atau miklat (bangunan tempat perlindungan bom sejenis bunker).

Penerbangan di Israel dibatalkan karena wilayah udara ditutup.

Sirene peringatan meraung-raung di sejumlah wilayah Israel.

Serangan besar-besaran kedua negara ini pun sontak memicu reaksi dunia.

Kanselir Jerman Friedrich Merz , Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer telah berbicara melalui telepon untuk membahas serangan Israel terhadap Iran.

Sementara Presiden AS Donald Trump mengatakan telah mendapat pemberitahuan sebelumnya tentang serangan Israel terhadap Iran.

Namun ia 'masih berharap' AS tetap bisa berunding dengan Iran setelah serangan itu.

Terkait konflik yang memanas antara Iran dan Israel, Kemenlu RI mencatat setidaknya ada 386 WNI menetap di Iran.

Mayoritas mereka adalah pelajar yang berada di kota Qom, sekitar 152 kilometer dari Teheran.

Juru Bicara Kemlu RI Rolliansyah Soemirat meminta agar para WNI bisa terus menjalin komunikasi dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tehran Iran.

Perintah itu menyusul adanya penyerangan yang dilakukan oleh Israel kepada beberapa wilayah di Iran baru-baru ini.

Meski demikian, Rolliansyah memastikan kalau pihak dari KBRI Tehran sejauh ini sudah melakukan komunikasi tersebut lebih dulu.

Mereka kata Rolliansyah, memastikan para WNI yang ada di Iran dalam keadaan baik dan tidak mengalami gangguan apapun.

Kemlu RI juga meminta agar WNI bisa menunda perjalanan ke Iran dan Israel.

(Tribun-Video.com)

 

Editor: Danang Risdinato
Reporter: Rima Anggi Pratiwi
Video Production: Rahmat Gilang Maulana
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved