Selasa, 21 April 2026

Mancanegara

Awal Mula Kerusuhan di Los Angeles Terungkap! Bermula dari Pengerebekan Ala Militer terhadap Imigran

Rabu, 11 Juni 2025 11:31 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Kerusuhan yang terjadi di Los Angeles (LA), California, Amerika Serikat (AS) sejak Minggu (8/6/2025) semakin memanas.

Kerusuhan itu terjadi saat agen federal dari Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai AS (ICE) melakukan serangkaian penggerebekan terhadap imigran di seluruh Los Angeles pada Jumat (6/6/2025) pagi.

Bersama dengan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS), Biro Investigasi Federal (FBI) dan Badan Penegakan Narkoba (DEA), agen ICE menangkap orang-orang yang diduga melakukan pelanggaran imigrasi dan penggunaan dokumen palsu.

Penangkapan tersebut dilakukan tanpa surat perintah pengadilan, menurut beberapa pengamat hukum dan dikonfirmasi oleh American Civil Liberties Union (ACLU).

Departemen Kepolisian Los Angeles (LAPD), yang tidak ikut serta dalam penggerebekan tersebut, dipanggil untuk meredakan protes yang terjadi.

Penggerebekan tersebut merupakan bagian dari inisiatif yang lebih luas di bawah kebijakan imigrasi intensif pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

Dikutip dari CBS News, operasi agen ICE di Los Angeles mengakibatkan penangkapan 118 imigran, termasuk 44 orang dalam operasi hari Jumat.

Penangkapan tersebut mencakup lima orang yang terkait dengan organisasi kriminal dan orang-orang dengan catatan kriminal sebelumnya, kata DHS.

Setelah penangkapan pada hari Jumat, para pengunjuk rasa berkumpul di malam hari di luar pusat penahanan federal.

Baca: Letkol Teddy Melirik Tajam saat Bahlil Bicara Tambang Raja Ampat di Istana Kepresidenan


Beberapa orang membawa plakat bertuliskan slogan anti-ICE, dan beberapa lainnya mencoret-coret grafiti di gedung tersebut.

Hingga Sabtu malam, delapan warga negara Amerika telah ditangkap di Paramount, kata ICE dalam sebuah pernyataan.

Badan tersebut mengatakan dua remaja akan dibebaskan sementara yang lainnya akan menghadapi dakwaan menghalangi penyelidikan federal.

Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem mengatakan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan "terulangnya kejadian tahun 2020".

Penggerebekan Bergaya Militer
Para ahli menyebut penggerebekan yang dilakukan oleh agen ICE di Los Angeles pada Jumat pagi dilakukan dengan gaya militer.

Menurut para saksi, pengamat hukum dan kelompok advokasi, agen federal yang terlibat dalam operasi tersebut bersenjata lengkap dan mengenakan perlengkapan taktis.

Para agen datang dengan SUV hitam tanpa tanda dan kendaraan lapis baja dan, di titik-titik tertentu, menutup seluruh jalan di sekitar gedung-gedung yang menjadi sasaran.

Drone dilaporkan digunakan untuk pengawasan di beberapa area dan akses ke lokasi-lokasi diblokir dengan pita kuning, mirip dengan tindakan yang akan diambil selama operasi kontraterorisme atau operasi penggerebekan narkoba dengan ancaman tinggi.

Baca: Disambangi 2 Gubernur, Dedi Mulyadi Dinilai Punya Daya Tarik Politik & Gaya Komunikasi Inspiratif

Dikutip dari Al Jazeera, ACLU menggambarkan unjuk kekuatan itu sebagai "operasi paramiliter yang represif dan keji".

Kelompok-kelompok pembela kebebasan sipil mengatakan taktik yang digunakan telah menciptakan kepanikan di masyarakat setempat dan mungkin telah melanggar protokol penegakan hukum imigrasi sipil.

Tindakan Trump Memperparah Keadaan
Tak lama setelah protes di LA terjadi, Trump menandatangani memo pada Sabtu malam dengan menggunakan Otoritas Judul 10 untuk memerintahkan pengerahan sedikitnya 2.000 pasukan Garda Nasional selama 60 hari.

Ia juga mengatakan dalam sebuah postingan di Truth Social bahwa para demonstran tidak akan lagi diizinkan mengenakan topeng pada protes mendatang.

Seorang pejabat Departemen Pertahanan mengatakan kepada CBS News bahwa sebagian besar dari 2.000 prajurit tersebut berasal dari Garda Nasional California.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengatakan dalam sebuah unggahan di media sosial bahwa Garda Nasional dimobilisasi "SEGERA untuk mendukung penegakan hukum federal di Los Angeles".

Hegseth menambahkan bahwa jika kekerasan terus berlanjut, ia juga akan memobilisasi "Marinir yang bertugas aktif" dari Camp Pendleton di San Diego County. Ia mengatakan Marinir sudah dalam "kesiagaan tinggi."

Menanggapi tindakan Trump, Gubernur Newsom pada hari Minggu secara resmi meminta Menteri Pertahanan Pete Hegseth untuk membatalkan perintah federalisasi Garda Nasional.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Duduk Perkara Kerusuhan di LA: Berawal dari Penggerebekan hingga Trump Perparah Keadaan

Editor: Dimas HayyuAsa
Video Production: Megan FebryWibowo
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Los Angeles   #Militer   #kerusuhan   #Amerika

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved