Mancanegara

Main PUBG 6 Jam Nonstop, Remaja Tewas Terkena Serangan Jantung

Senin, 3 Juni 2019 22:56 WIB
Surya Malang

TRIBUN-VIDEO.COM - Kisah tragis menimpa seorang remaja yang gemar bermain game berjam-jam nonstop hingga akhirnya merenggut nyawanya.

Nasib tragis ini menimpa seorang remaja bernama Furkhan Qureshi yang berasal dari India.

Setelah mengahiskan waktu selama 6 jam nonstopbermain game HP PUBG, Furkhan dinyatakan meninggal akibat terkena serangan jantung.

Dilansir dari laman World of Buzz, Sabtu (1/6/2019), Furkhan Qureshi meninggal setelah bermain game PUBG berjam-jam nonstop.

Furkhan yang baru berusia 16 tahun itu melewatkan waktu selama 6 jam hanya untuk bermain game tanpa istirahat bahkan untuk makan.

Akhirnya, kondisi ini menyebabkan Furkhan terkena serangan jantung dan meninggal dunia.

Diketahui, Furkhan bermain PUBG selama 6 jam pada tanggal 28 Mei 2019.

Setelah itu, remaja laki-laki ini tiba-tiba pingsan dan tak sadarkan diri.

Furkhan langsung di bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan.

Namun, saat di bawa ke rumah sakit, Furkhan ternyata sudah tidak memiliki denyut nadi lagi.

Sang dokter pun menyatakan usahanya untuk menyadarkan Furkhan, sayangnya usaha itu gagal.

Dari peristiwa ini, intensitas bermain game mulai menjadi perhatian lebih.

Pasalnya, meski memberikan hiburan, bermain game secara berlebihan bisa meningkatkan risiko serangan jantung.

Apalagi jika dilakukan tanpa istirahat, makan, dan juga tidur.

Seseorang yang gemar bermain game harus bisa membagi waktunya agar tidak kecanduan dan membahayakan nyawanya.

Bermain game memang bisa mengurangi stres dan rasa jenuh setelah bekerja atau sekolah.

Setelah lelah bekerja atau sekolah, orang cenderung mencari pelarian yang bisa membuatnya kembali segar.

Saat itulah game dicari dan dimainkan agar pikiran kembali fokus.

Namun, dewasa ini bermain game menjadi sebuah rutinitas yang berlebihan.

Seseorang bisa sangat kecanduan bermain game hingga lupa waktu untuk tidur bahkan makan.

Tentu kondisi ini bisa memperburuk kesehatan seseorang.

Tubuh yang harusnya bisa beristirahat, justru dipaksa untuk bermain game sampai tak kenal waktu.

Akibatnya, kesehatan seseorang akan memburuk dan bisa berakibat fatal.

Berkaca dari kisah sedih yang dialami Furkhan, ternyata ada beberapa hal yang dapat menjadi pemicu penyakit jantung.

Penyakit jantung jenisnya bermacam-macam, dari serangan jantung ringan hingga gagal jantung.

Penyakit kronis ini memang menakutkan, pasalnya bisa mengancam nyawa seseorang.

Memang, kebanyakan penyebab penyakit jantung adalah gaya hidup yang tak sehat.

Namun, mungkin kamu tidak menduga ada beberapa hal yang ternyata bisa jadi faktor risiko penyakit jantung. Apa saja?

Dilansir SURYAMALANG.COM dari Kompas.com, medis mengungkapkan ada 7 hal yang dapat menjadi pemicu penyakit jantung sebagai berikut:

1. Kebisingan lingkungan

Tingkat kebisingan suara bisa memengaruhi kesehatan jantung kita. Mulai dari sekitar 50 desibel, yang setara dengan suara obrolan dan kebisingan lalu lintas dapat meningkatkan tekanan darah dan kemungkinan gagal jantung.

Untuk setiap peningkatan 10 desibel, kemungkinan penyakit jantung dan stroke seseorang juga akan meningkat. Hal ini mungkin terkait dengan bagaimana tubuh bereaksi terhadap stres.

2. Jumlah anak yang dimiliki

Wanita yang hamil lebih dari satu kali memiliki peningkatan risiko atrial fibrilasi, atau disebut juga sebagai a-fib. A-fib adalah detak jantung yang tidak teratur sehingga dapat menyebabkan pembekuan darah, stroke, dan komplikasi lainnya.

Sebuah penelitian melaporkan bahwa wanita yang hamil empat kali atau lebih berpotensi mengalami peningkatan 30-50 persen terkena a-fib dibandingkan dengan wanita yang tidak pernah hamil. Selama kehamilan, jantung semakin membesar, hormon tidak seimbang, dan sistem kekebalan tubuh meningkat.

Hal tersebut dianggap sebagai pemicu dari penyakit jantung. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami hubungan keduanya.

3. Kesepian

Memiliki sedikit teman dan tidak merasa bahagia dengan hubugan pertemanan atau percintaan, akan membuat seseorang merasa kesepian. Hati-hati, rasa kesepian ternyata dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan stroke.

Merasa kesepian sering dikaitkan dengan tekanan darah tinggi dan efek stres lainnya. Karena itu, sebaiknya perluas pertemanan, misalnya dengan bergabung dengan tim olahraga. Dengan begitu kamu akan mendapatkan manfaat dari olahraga dan mendapatkan lebih banyak teman.

4. Sering lembur

Orang yang bekerja setidaknya 55 jam per minggu lebih berisiko memiliki penyakit jantung dibanding orang yang bekerja selama 35-40 jam per minggu. Hal ini bisa disebabkan karena tekanan pekerjaan di kantor.

Semakin banyak kamu menghabiskan waktu untuk bekerja atau lembur, maka mungkin akan semakin banyak pikiran. Kamu menjadi lebih stres, lebih banyak duduk, dan kurang olahraga. Baca juga: Sayangi Jantung, Jangan Terlalu Sering Kerja Lembur

5. Penyakit gusi

Penyakit gusi meningkatkan risiko penyakit jantung karena bakteri di gusi dapat menyebabkan peradangan atau pembengkakan di daerah gusi maupun pembuluh darah arteri.

Hal ini membuat arteri (pembuluh darah yang membawa darah dari jantung) mengalami penebalan akibat penumpukan plak. Kondisi ini disebut dengan aterosklerosis, yang membuat darah sulit mengalir ke jantung. Kondisi inilah yang membuat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

6. Nyeri bahu

Sebuah penelitian dalam Journal of Occupational and Environmental Medicine, orang yang memiliki faktor risiko penyakit jantung, termasuk tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes, lebih mungkin mengalami nyeri bahu atau cedera rotator cuff.

Hubungan keduanya masih belum pasti, namun peneliti mengatakan bahwa mengobati tekanan darah tinggi dan faktor risiko lain juga dapat membantu meredakan rasa nyeri di bahu. Penelitian sebelumnya juga menemukan bahwa orang dengan sindrom carpal tunnel, Achilles tendonitis, dan tennis elbow juga memiliki peningkatan risiko penyakit jantung.

7. Nonton tv terlalu lama

Tidak ada salahnya memang menonton tv sambil istirahat dan bersantai di rumah. Namun, jika terlalu lama bisa menjadi penyebab penyakit jantung. Jika kamu berjam-jam di depan tv sambil ngemil dan dengan posisi yang itu-itu saja, ini dapat meningkatkan risiko memiliki penyakit jantung.

Asosiasi Jantung di Amerika (American Heart Association) melaporkan bahwa diam dengan posisi yang sama dalam waktu yang lama adalah salah satu faktor risiko dari serangan jantung dan stroke. Tubuh yang tidak aktif pada umumnya buruk untuk kesehatan secara menyeluruh, terutama jantung. Ini membuat rentan terhadap pembekuan darah.

Selain itu, saat nonton tv sambil makan berlebihan, seseorang mungkin akan ngemil junk food. Ini juga akan meningkatkan risiko terhadap penyakit jantung.

(SURYAMALANG.COM / Frida Anjani)

Artikel ini telah tayang di suryamalang.com dengan judul Main PUBG 6 Jam Nonstop, Remaja Tewas Terkena Serangan Jantung, Simak 7 Hal Pemicunya Menurut Medis

ARTIKEL POPULER:

BABAK BELUR EPS 11 - Bebek Pingsan Gara-gara Bau Mulut Simbah yang Sahurnya Makan Jengkol

Review Mie dan Steak Ngomyang SFA Solo, Cuma Rp10 Ribu tapi Pedesnya Kebangetan

PUASA ASYIK - Tips Kulit Tetap Cantik Terawat Meski Sedang Menjalankan Ibadah Puasa

Editor: Radifan Setiawan
Video Production: Teta Dian Wijayanto
Sumber: Surya Malang
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved