Gara-gara Cucu Main Korek Api, Rumah di Semarang Ludes Terbakar

Senin, 3 Juni 2019 15:40 WIB
Tribun Jateng

TRIBUN-VIDEO.COM - Rumah milik pasangan suami istri Vivin Sunarto dan Triyanti, warga Kalilangse RT 7 RW 5 Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang, terbakar.

Meski terbakar, rumah tersebut masih berdiri kokoh. Namun barang-barang di dalamnya hampir ludes.

Vivin (57) menceritakan, rumah yang ditinggalinya bersama keluarganya tersebut telah dihantam si jago merah, Sabtu (1/6/2019).

Diceritakan, insiden terjadi pukul 09.30, bermula saat kedua cucunya yang masih di bawah umur bermain korek api di dalam kamar.

Karena diduga ketakutan saat api mengenai kasur, kedua anak yang diketahui masih berusia 6 tahun dan seusia TK tersebut lantas keluar menutup pintu.

Tanpa diketahui, api lantas menyambar seisi ruangan.

"Saat itu saya sedang bekerja. Saya ikut upacara, kejadian waktu saya tidak di rumah. Kejadian sekira pukul 09.00 sampai 9.30 WIB," kata Vivin yang mengaku bekerja di PIP Semarang.

Juminah, buyut kedua anak tersebut, yang kala itu mengaku bersama empat orang lainnya sibuk mengurus pesanan catering di teras rumah mengaku tidak menyadari ruang kamar sudah terbakar.

Bara api baru diketahui setelah kakak kedua anak tersebut mendengar layaknya bunyi petasan dari ruang lainnya.

"Saya tidak tahu. Saya sedang masak di depan, ngeduk (mengambil) nasi. Cucu saya di kamar tengah kok ada suara 'kletek-kletek'. Ketika lapor, kami lihat, api tiba-tiba sudah mulak-mulak (menyala-nyala)," kata Juminah.

Juminah lantas berusaha menyelamatkan cucunya.

Sementara warga lainnya berdatangan untuk memadamkan api.

"Aku ngamanke bocah cilik ning ngarep lawang, tenger-tenger. Geni mulak-mulak, la terus tak larak. Arep tak gendong sikilku lara. (Saya mengamankan cucu saya yang paling kecil yang terdiam di depan pintu. Langsung saya gendong dengan kondisi kakiku yang sedang sakit," kata Juminah.

Hingga saat ini, Vivin belum dapat memperkirakan jumlah kerugian yang ia tanggung.

Menurutnya, banyak barang berharga miliknya bersama keluarganya yang lenyap atas insiden tersebut.

Terlebih dokumen-dokumen penting miliknya bersama keluarganya turut terbakar.

"Selain perabotan juga dokumen-dokumen penting. Emas juga ikut hilang," tambahnya.

Selanjutnya, ketua RT Arif Suprihatin (43) yang juga merupakan saksi atas insiden tersebut menuturkan, penyebab nyala api bukan karena kembang api maupun petasan.

Namun karena api yang sebelumnya telah menyala, menyebabkan asbes terlalu panas sehingga menyebabkan bunyi letakan.

"Bunyi 'jedar-jeder' ternyata asbes saking panasnya. Kebetulan kamar depan banyak barang seperti kasur, sofa, kasur busa yang ada di bawah dan banyak pakaian," tambahnya.

Sementara itu terkait bantuan, Arif mengaku saat ini masih dalam proses pengusahaan.

Sampai saat ini, ia mengungkap bantuan materi baru berupa terpal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Kelanjutannya saya sudah koordinasi dengan BNPB terus tadi ada Pak Camat dan Dinas Sosial. Langkah pertama lewat BNPB ada bantuan terpal yang darurat. Selanjutnya akan koordinasi dgn pihak kelurahan dan kecamatan," paparnya.(idy)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Sang Anak Lari Keluar Kamar saat Api yang Dimainkannya Membakar Kasur, 1 Rumah Terbakar di Semarang

Editor: Novri Eka Putra
Sumber: Tribun Jateng
Tags
   #kebakaran   #Kota Semarang   #korek api
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved