Jumat, 24 April 2026

Tribunnews Update

99 Jemaah Haji Indonesia Dilaporkan Terpapar Pneumonia, Komisi IX DPR: Perketat Protokol Kesehatan

Minggu, 25 Mei 2025 20:49 WIB
Tribun Video

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB, Arzeti Bilbina merespons kabar 99 jemaah haji asal Indonesia menderita pneumonia.

Arzeti menyampaikan keprihatinannya dan berharap para jemaah segera pulih.

Dia juga menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan yang ketat oleh seluruh jemaah haji demi mencegah penyebaran penyakit.

“Kami sangat prihatin dan berharap para jemaah yang sakit bisa segera sembuh dan kembali melaksanakan ibadah dengan kondisi prima. Protokol kesehatan seperti memakai masker, rajin mencuci tangan, serta menghindari kontak fisik harus benar-benar diterapkan,” ujar Arzeti dalam keterangannya, Minggu (25/5/2025).

Baca: Wali Kota Singkawang Lepas 110 Calon Jemaah Haji, Tjhai Chui Mie: Semoga Selamat & Jadi Haji Mabrur

Ia menambahkan, peran petugas kesehatan dari KKHI dan para ketua rombongan menjadi sangat penting dalam mengingatkan jemaah untuk menjaga kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan.

Arzeti juga menyoroti faktor risiko seperti kelelahan dan suhu tinggi di Arab Saudi yang memperburuk kondisi kesehatan, khususnya bagi lansia dan jemaah dengan penyakit penyerta (komorbid).

“Cuaca panas dan kelelahan fisik saat haji bisa menjadi pemicu utama munculnya pneumonia, terutama pada jemaah lanjut usia dan yang memiliki daya tahan tubuh rendah. Petugas kesehatan harus sigap dalam menangani kasus yang muncul dan terus menyosialisasikan pentingnya pencegahan,” ucapnya.

Arzeti menegaskan pentingnya kesiapan medis, termasuk ketersediaan obat-obatan dan fasilitas kesehatan yang memadai, agar penanganan pasien bisa dilakukan secara cepat dan tepat.

Baca: Gagal Berangkat ke Tanah Suci, Calon Jemaah Haji Gorontalo Tak Lolos Skrining Kesehatan Terakhir

“Kami berharap seluruh jemaah tetap sehat dan pelaksanaan ibadah haji tahun ini berjalan lancar,” ujarnya.

Data yang dihimpun oleh Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), baik Daerah Kerja (Daker) Makkah maupun Madinah per tanggal 20 Mei 2025, cut-off pukul.16.00 WAS, menunjukkan bahwa jemaah yang terserang pneumonia tersebar di berbagai sektor dan kloter.

Mereka saat ini sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit rujukan di Makkah dan Madinah, Arab Saudi.

“Kami mencatat adanya peningkatan kasus pneumonia di kalangan jemaah haji kita. Dari 99 kasus pneumonia, ada satu jemaah yang meninggal dunia karena penyakit tersebut. Ini adalah kondisi yang harus diwaspadai, karena dapat berkembang menjadi lebih serius, jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat,” ujar Liliek Marhaendro Susilo, Kepala Pusat Kesehatan Haji.

Pneumonia adalah peradangan pada kantung-kantung udara di paru-paru (alveoli) yang dapat disebabkan bakteri, virus, atau jamur.

Di lingkungan ibadah haji yang padat dan dengan suhu panas ekstrem, risiko penularan infeksi pernapasan menjadi lebih tinggi.

(Tribun-Video.com)

Artikel telah tayang di sini 

    
# jemaah haji # Indonesia # Pneumonia # protokol kesehatan # Pneumonia

Editor: Bintang Nur Rahman
Video Production: Dharma Aji Yudhaningrat
Sumber: Tribun Video

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved