Terkini Nasional

14 Peserta Aksi 22 Mei Masih Dirawat Inap di RS Polri Kramat Jati

Kamis, 30 Mei 2019 09:39 WIB
TribunJakarta

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUN-VIDEO.COM, KRAMAT JATI - Sebanyak 14 peserta aksi 22 Mei hingga kini masih dirawat inap di RS Polri Kramat Jati akibat terlibat bentrok dengan aparat di wilayah Thamrin, Sabang Jakarta Pusat, dan Petamburan, Jakarta Barat.

Kabid Perawatan Medik dan Perawatan RS Polri Kombes dr Yoyok Witarto mengatakan jumlah peserta aksi yang dirawat sudah berkurang karena sebelumnya RS Polri menangani 31 perusuh aksi 22 Mei.

Namun Yoyok enggan merinci luka apa saja yang diderita perusuh, dia hanya menyebut hingga kemarin masih ada perusuh yang dibawa ke RS Polri karena mengalami luka.

"Awalnya ada 31, sekarang 14 orang. Ada yang datang baru kemarin," kata Yoyok di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (29/5/2019).

Saat ditanya apakah luka yang diderita peserta aksi lebih berat dibanding personel Brimob, Yoyok tak menjawab secara gamblang dan hanya menjelaskan mereka terluka.

Menurutnya 14 peserta aksi 22 Mei itu masih dirawat inap karena harus menjalani observasi medis lebih dulu entah sampai kapan.

"Enggak juga, Masih diobservasi medis dulu," ujarnya.

Perihal anggota Polri, Yoyok mengatakan RS Polri awalnya sempat menangani 29 personel, namun kini hanya tiga orang yang dirawat inap karena buruknya luka.

Rata-rata luka yang diderita anggota Polri yakni cedera di kepala akibat lemparan batu, namun ada juga yang mengalami patah tulang di bagian lengan dan jari.

"Luka-luka yang diderita dari anggota polisi tersebut rata-rata adalah cedera kepala, kemudian ada dua orang yang dilakukan tindakan operasi. Ada patah di lengan bawahnya. Kemudian ada patah di jari tangan kemudian ada trauma di daerah sendi bahunya," tuturnya.

Saat dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Yoyok menjelaskan banyak anggota Polri yang pingsan dampak terlalu banyak menghirup asap petasan dan gas air mata.

Rencananya, satu atau dua anggota Polri yang hingga siang tadi dirawat inap sudah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.

"Kemudian rata-rata dari anggota Polri yang dirawat itu pingsan akibat petasan, akibat kembang api yang diarahkan kepada petugas. Tapi saya lihat semua kondisinya sudah membaik," tuturnya.

Satu dari tiga anggota Polri yang masih dirawat inap karena terluka parah yakni Wakapolsek Jatinegra AKP Agus Sumarno karena dikeroyok sekitar 15 orang perusuh.

Imbas pengeroyokan yang terjadi di Jalan Otista Raya dekat Asia Makmur pada Rabu (22/5/2019) sekira pukul 02.30 WIB itu mengharuskan Agus menjalani operasi.

"Ada patah tulang di daerah rahang kemudian ada beberapa giginya yang patah. Mungkin beberapa hari beliau tidak bisa makan normal, harus makan cair," lanjut Yoyok.

Menyoal kabar adanya anggota Polri yang terluka akibat luka bacok, Yoyok tak membantah atau membenarkan kabar tersebut.

Dia hanya menyebut ada seorang anggota Polri yang mengalami trauma di bagian kepala saat betugas mengamankan aksi 22 Mei lalu.

"Saya belum tahu (ada yang kena luka bacok), yang jelas ada trauma di daerah kepala," sambung dia.

(*)

ARTIKEL POPULER:

Baca: Cerita AKP Ibrahim Lihat Istri dan Anak Rekannya Menangis saat Rusuh di Asrama Brimob Petamburan

Baca: Antarkan Chelsea Raih Trofi Liga Europa, Eden Hazard: Saatnya untuk Ucapkan Selamat Tinggal

Baca: Kapolda Metro Jaya Pastikan Masyarakat Bisa Dapat Pengamanan saat Ambil Uang Banyak di Bank

TONTON JUGA:

Editor: Fatikha Rizky Asteria N
Video Production: Purwariyantoro
Sumber: TribunJakarta
Tags
   #Kerusuhan 22 Mei
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved