Profil

Profil Luthfi Yazid - Pengacara dan Konsultan Hukum

Minggu, 26 Mei 2019 16:46 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Luthfi Yazid dikenal sebagai pengacara profesional dan telah diakui di bidang pengembangan seperti Lead Program yang berbasis di New York, Amerika Serikat dan London, UK sejak 1994 hingga sekarang.

Luthfi Yazid merupakan seorang advokat senior yang meraih gelar sarjana hukumnya di UGM dan sudah menangani banyak perkara di luar negeri.

Luthfi Yazid juga dikenal sebagai pendiri perusahaan advokasi InLaw sekaligus menjabat sebagai Direktur dari InLaw, dan menjabat sebagai Vice Presiden dari Kongres Advokat Indonesia (KAI).

Selain itu Luthfi Yazid juga telah menerbitkan berbagai artikel dalam publikasi-publikasi serta sering terlibat sebagai pembicara untuk seminar internasional.

Saat ini, Luthfi Yazid aktif sebagai Managing Partner di Jakarta International Law Office yang sebelumnya bernama Luthfi Yazid and Partners.

Riwayat Karier

Luthfi Yazid memulai kariernya di bidang hukum sebagai asisten Prof. Iur. Adnan Buyung Nasution PhD ketika menjabat sebagai ketua Indonesian Legal Aid Foundation (Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia) pada 1992-1993.

Setelah itu Luthfi Yazid juga pernah menjabat sebagai pengacara di Indonesian Centre for Environmental Law (ICEL) sebelum akhirnya pindah ke praktik hukum komersial di berbagai firma hukum.

Selama kariernya Luthfi Yazid membantu banyak perusahaan asing, termasuk perusahaan Jepang mengenai masalah investasinya di Indonesia, pengembangan real estate, masalah umum perusahaan, likuidasi anak perusahaan lokal, perselisihan dengan mitra local, dan masih banyak lagi.

Luthfi Yazid pernah terlibat sebagai pengacara dalam beberapa kasus mantan Menteri di Indonesia, di antaranya mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), mantan menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri, dan mantan Menteri Perdagangan dan Industri.

Menteri Ketenagakerjaan menunjuk Luthfi Yazid sebagai penasihat hukum untuknya.

Selain di pemerintahan, Luthfi Yazid juga menangani kasus pidana salah satu perusahaan pertambangan terbesar di Indonesia.

Luthfi Yazid menghabiskan waktunya bertahun-tahun untuk mengembangkan bakatnya di dunia hukum dengan mengikuti berbagai pelatihan hukum.

Pada 1994, Luthfi Yazid menghadiri program pelatihan hukum lanjutan di Kosta Rika kemudian mengikuti pelatihan yang sama di Thailand pada 1995, dan di Zimbabwe pada 1996.

Pada 1995 Luthfi Yazid mengikuti pelatihan mengenai Alternatif Penyelesaian Sengketa di Boulder, Amerika Serikat, dilanjutkan pelatihan tentang hukum hak kekayaan intelektual di The Swaminathan Research Foundation, Chennai, India dan di University of Technology Sydney pada tahun 2000.

Di tahun 2003, Luthfi Yazid lanjut mengikuti studi komparatif Sistem Hukum dan Peradilan yang diselenggarakan oleh JICA dan United Nasions Asia and Far East Institute (UNAFEI) tentang pencegahan kejahatan dan perlakuan terhadap pelanggar hukum di Osaka dan Tokyo, Jepang.

Masih bertempat di Osaka, pada 2005 hingga 2006 Luthfi Yazid melakukan studi banding tentang mediasi yang dihubungkan dengan pengadilan.

Selain itu di tahun 2005 Luthfi Yazid juga melakukan penelitian hukum perburuhan di Doha, Qatar.

Luthfi Yazid merupakan salah satu advokat pendiri Indonesia Nobile Law Center (INLAW), yaitu salah satu bagian dalam pembangunan dan penegakan hukum di Indonesia, yang berperan aktif mewujudkan misi penegakkan hukum dan keadilan.

Luthfi Yazid mendirikan INLAW bersama dengan kedua temannya, yaitu H. Tjoetjoe Sandjaja Hernanto dan H. Aldwin Rahadian.

Luthfi Yazid juga telah menorehkan beberapa prestasi dalam kariernya di bidang hukum.

Luthfi Yazid mendapatkan penghargaan British Chevening Award di tahun 2001 yang disponsori oleh The Foreign Commonwealth Office.

Pada 2010-2011 Luthfi Yazid diundang oleh Gakushuin University di Tokyo sebagai Visiting Scholar atau kunjungan cendekiawan dan telah diundang sebagai pembicara internasional di berbagai universitas di Jepang dan Midland Cina.

Dalam kiprahnya di bidang hukum, Luthfi Yazid sudah memiliki beberapa pencapaian antara lain sebagai anggota panitia Seleksi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pada 2010 dan anggota panitia pemilihan Hakim Konstitusi pada 2008.

Selain itu, Luthfi Yazid juga aktif dalam berbagai organisasi.

Luthfi Yazid aktif sebagai Wakil Ketua di DPP Kongres Advokat Indonesia (KAI) pada 2015-2019.

Pada 2014 hingga sekarang (2019) Luthfi Yazid juga menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Kerjasama Antar Lembaga di Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada.

Kemudian menjabat sebagai Wakil Ketua untuk Bidang Advokasi Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Ketua Bidang Hukum Indonesian Association of British Alumni (IABA), dan pendiri Japan-Indonesia Lawyers Association (JILA).

Luthfi Yazid juga aktif menjadi pembicara di berbagai kegiatan nasional maupun internasional.

Luthfi Yazid pernah menjadi penasihat Council of Young Political Leaders (ACYPL) yang diprakarsai oleh Amerika Serikat pada 2001.

Di tahun 2007, Luthfi Yazid pernah berbicara mengenai Hukum Administrasi dan Globalisasi di Simposium Internasional Jepang, dan Konferensi Internasional tentang Aturan Hukum di Singapura.

Pada 2011, Luthfi Yazid pernah menjadi pembicaara dalam sesi studi tnetang sistem hukum Indonesia di Japan Federation of Bar Association (JFBA).

Luthfi Yazid pernah menangani kasus penipuan yang dilakukan oleh First Travel sebagai Tim Advokasi Penyelamatan Dana Umrah pada 2018.

Luthfi Yazid juga merupakan salah satu pendiri kantor firma hukum Yusril Ihza Mahendra & Partners sebelum akhirnya bubar dan berganti nama menjadi Ihza & Ihza Law Firm.

Prestasi

1994-1996: Penerima penghargaan Rockefeller Foundation

2001-2003: Penerima penghargaan British Chevening Awards

2006-2009: Anggota Kelompok Kerja untuk Meninjau Pengadilan Menghubungkan Regulasi Mediasi di Mahkamah Agung

2008: Anggota Komite Seleksi Hakim Mahkamah Konstitusi-Penasihat Presiden Indonesia Republik Indonesia

2010: Anggota Komite Seleksi Komisi Penyiaran Indonesia-Parlemen Indonesia

Organisasi

1994-2006: Anggota Leadership of Environment and Development (LEAD) London and New York

1997-sekarang: Anggota International Association of Traffic and Safety Sciences Alumni

2003-2008: Kepala Departemen Hukum Indonesian Association of British Alumni (IABA)

2004-2009: Kepala Kerjasama Internasional dalam Kerjasama Lembaga Swasta antara Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA)

2006-2008: Wakil Ketua Bidang Advokasi Kamar Dagang Indonesia (Kadin)

2014-sekarang: Pendiri Japan Indonesia Lawyers Association (JILA)

2014-2019: Wakil Kepala Kerjasama Kelembagaan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA)

2015-2019: Vice President Kongres Advokat Indonesia (DPP KAI)

Pembicara dalam Simposium dan Seminar

1994: Pariwisata, Perdagangan dan Pembangunan Berkelanjutan di Costa Rika

1995: Pengembangan, Perdagangan dan Lingkungan di Thailand

1995: Alternatif Penyelesaian Sengketa di Colorado

1996: Pembangunan Berkelanjutan di Zimbabwe

1997: Masalah Pembangungan di Forum International Association of Traffic and Safety Sciences (IATSS), Jepang

2000: Hukum Hak Kekayaan Intelektual, The Swaminathan Research Foundation, di Chennai, India

2000: Hukum Hak Kekayaan Intelektual, Sydney, Australia

2001: Penerimaan Penghargaan The American Council of Young Political Leaders (ACYPL) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Amerika

2004: Studi Komparatif tentang Sistem Hukum dan Peradilan di Jepang, yang diselenggarakan oleh Japan International Cooperation Agencies (JICA), Jepang

2005: Mediasi dan Konsiliasi di Jepang yang diselenggarakan oleh Japan International Cooperation Agencies (JICA), Jepang
2006: Mediasi dan Konsiliasi di Jepang yang diselenggarakan oleh Japan International Cooperation Agencies (JICA), Jepang

2007: Towards Efficient Judicial System di Osaka, Jepang

2007: International Bar Conference tentang Negara Hukum di Singapura

2007: Court Delays and Its Relation to Justice Systems di Hongkong

2008: Towards Efficient Judicial System di Tokyo, Jepang

2010: Seminar internasiona tentang Resolusi Sengketa Komparatif antara Cina, Jepang, dan Indonesia di Jiao Tong University, Shanghai

2010: Session on Court Connected Mediation di East China University of Political Science and Law, Shanghai

2010: Workshop internasional tentang Perselisihan Tanah dalam Berbagai Yuridiksi di Kobe University, Jepang

2010: Gakushuin University: Seminar tentang Court Connected Mediation di Gakushuin University, Japan

2011: Study Session on All About Indonesian Legal System with Japan Federation of Bar Association (JFBA) di Tokyo, Jepang

2011: Simposium Internasional tentang Hukum Administratif dan Globalisasi di Jepang

2011: Kompetisi Internasional tentang Negosiasi di Jepang

2011: Seminar tentang Financial ADR and Ombudsman di Waseda University, Japan

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Yonas)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul TRIBUNNEWSWIKI: Tahir Musa Luthfi Yazid, S.H., LL.M.

ARTIKEL POPULER:

Baca: Lirik Lagu Ya Romdhon dan Chord Lagu Ya Romdhon (Karaoke Version)

Baca: Lirik Lagu dan Chord The Script - The Man Who Cant Be Moved (Karaoke Version)

Baca: Lirik Lagu Cinta Luar Biasa dan Chord Lagu Cinta Luar Biasa Andmesh

TONTON JUGA:

Editor: Tri Hantoro
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved