TRIBUNWIKI

Profil Dharmono - Purnawirawan Jenderal dan Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia

Kamis, 23 Mei 2019 07:46 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Sudharmono dikenal sebagai salah satu wakil presiden yang pernah mendampingi Presiden Soeharto. Sudharmono menjabat sebagai wakil presiden selama lima tahun dari 1988-1993.

Lelaki yang memiliki nama sapaan Pak Dar ini lahir dari pasangan Raden Soepijo Wiroredjo dan Raden Nganten Soekarsi. Namun Sudharmono harus menjadi yatim piatu saat usianya masih kecil dan diasuh oleh pamannya di Jombang, Jawa Timur.

Sudharmono menikah dengan Emma Norma pada 1951 di Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat dan dikaruniai tiga orang anak, yaitu Sri Adyanti Sudharmono, Sri Aryani Sudharmono dab Tantyo A.P Sudharmono.

Di keluarganya, Pak Dar dikenal sebagai sosok yang hangat dan religious.

Pak Dar wafat di Rumah Sakit Metropolitan Medical Center (MMC), Kuningan, Jakarta pada Rabu 25 Januari 2006 pukul 19.40 WIB.

Jenazahnya kemudian dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.

Upacara pemakaman Sudharmono dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Masa Kecil

Sudharmono sudah menjadi yatim piatu sejak kecil. Setelah orang tuanya meninggal, Sudharmono diasuh oleh pamannya, seorang juru tulis di Jombang, Jawa Timur.

Di Jombang, Sudharmono mengenyam pendidikan di Hollands Inlandsche School (HIS). Semasa sekolah Sudharmono dikenal sebagai siswa yang cerdas dalam berhitung.

Setelah lulus dari HIS Sudharmono melanjutkan pendidikannya di luar kota yaitu SMP di Semarang.

Sudharmono masuk SMP pada tahun 1943 di mana saat itu pemerintah Jepang mewajibkan seluruh pelajar untuk mengikuti pelatihan dasar militer yang diawasi oleh Jepang.

Saat menjalani pelatihan militer, bakat Sudharmono mulai muncul. Sudharmono kemudian dijadikan pasukan Seinendan oleh Jepang.

Tepat dua bulan setelah Indonesia diproklamasikan kemerdekaannya, Sudharmono aktif dalam organisasi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) untuk membela tanah air.

Riwayat Karier

Sudharmono memulai karirnya sejak zaman perjuangan kemerdekaan Indonesia, sejak Sudharmono bergabung dalam wajib militer yang diadakan oleh Jepang.

Ayah dari tiga anak ini pernah terlibat dalam peperangan yang terjadi di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada saat memperjuangkan kemerdekaan.

Dharmono tergabung dalam Divisi Ronggolawe (1945-1949) dengan pangkat Kapten.

Saat itu, pada 15 Oktobre 1945 terjadi pertumpahan darah yang berlangsung selama lima hari.

Setelah masa perang berakhir, Sudharmono melanjutkan pendidikannya di Perguruan Tinggi Hukum Militer (PTHM) dan mendapatkan gelar Sarjana Hukum.

Setelah lulus, Dharmono bertugas sebagai jaksa tantara.

Atas prestasinya di bidang militer, pada 1962 Sudharmono diangkat menjadi ketua tim penerbitan personil pusat.

Setelah lengser dari jabatannya, pada 1966 Sudharmono mulai terjun ke dunia politik.

Sudharmono berhasil terpilih sebagai sekretaris kabinet sekaligus merangkap sebagai dewan stabilisasi ekonomi sampai tahun 1972.

Dalam dunia politik, Sudharmono ternyata juga mampu membawa perubahan bagi Indonesia ke arah yang lebih baik sehingga terpilih menjadi Menteri Sekretaris Negara pada 1973-1988.

Pada 1980, Sudharmono untuk pertama kalinya bergabung dalam Partai Golongan Karya (Golkar).

Selama bergabung dalam parpol, Sudharmono terus mengasah kemampuan politiknya.

Akhirnya pada 1983 Sudharmono diangkat menjadi Ketua Umum Partai Golkar ke-4 menggantikan Amir Murtono.

Lelaki yang akrab disapa Pak Dar ini terpilih menjadi wakil presiden setelah berhasil memimpin DPP Golkar dengan kemenangan mutlak pada Pemilu 1987.

Selama menjabat sebagai wakil presiden, Pak Dar telah membentuk Tromol Pos 5000 sebagai sarana untuk mengawasi rakyat.

Dharmono melakukan kunjungan kerja ke tiap provinsi, departemen, kantor negara, dan lembaga non pemerintahan.

Selain itu, selama menjabat Sudharmono juga mengadakan Rapat Koordinasi Pengawasan tiap tahunnya.

Pada saat Sidang Umum MPR Maret 1988 guna memilih wakil presiden, sempat terjadi ketegangan antara pendukung Sudharmono dan Try Sutrisno. Sudharmono mendapat dukungan dari Golongan Karya melalui unsur sipil (jalur G) dan birokrasi (jalur B).

Saat itu Sudharmono menjabat sebagai Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum DPP Golkar.

Sementara itu, lawannya, Try Sutrisno yang menjabat sebagai Panglima ABRI mendapat dukungan dari Golongan Karya melalui unsur militer (jalur A) yang dimotori oleh Menkopolkam LB Moerdani.

Sudharmono dituduh terlibat dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) namun tuduhan tersebut dibantah olehnya.

Alotnya persaingan yang terjadi, akhirnya Presiden Soeharto menunjuk Sudharmono agar dipilih oleh MPR sebagai wakil presiden Republik Indonesia.

Akhirnya Sudharmono resmi menjadi wakil presiden Republik Indonesia mendampingi Presiden Soeharto dalam Kabinet Pembangunan V.

Pada saat Sudharmono menjabat, Golkar mendominasi politik Indonesia dengan perolehan suara 72 persen pada Pemilu 1997. Dharmono menjabat sebagai wakil presiden selama lima tahun.

Sebelum menjabat sebagai wakil presiden, Sudharmono menjabat sebagai Sekretaris Negara yang kemudian berubah menjadi Menteri Sekretaris Negara dari 1970 sampai 1988.

Lamanya Dharmono mendampingi Soeharto menjadikannya sebagai salah satu orang kepercayaan Soeharto.

Pada 12 Maret 1966, saat menjabat sebagai Ketua Tim Operasional Pusat Gabungan-V Komando Operasi Tertinggi (Koti), Sudharmono memerintahkan pengetikan naskah pelarangan PKI sebagai partai.

Letnan Jenderal (Purn) Sudharmono SH menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Metropolitan Medical Center (MMC), Kuningan, Jakarta pada Rabu 25 Januari 2006 pukul 19.40 WIB.

Penghargaan:

- Bintang Republik Indonesia Adiprana (II)

- Bintang Mahaputera Adipura (I)

- Bintang Mahaputera Adipradana (II)

- Bintang Gerilya

- Bintang Dharma

- Bintang Kartika

- Ekapakci Nararya (III)

- Bintang Sewindu APRI

- Bintang Jalasena Pratama

- Bintang Swa Bhuwana Paksa Pratama (II)

- Satyalancana Perang Kemerdekaan I

- Satyalancana Perang Kemerdekaan II

- Satyalancana Gerakan Operasi Militer (GOM) I

- Satyalancana GOM II

- Satyalancana Kesetiaan VIII tahun

- Satyalancana Kesetiaan XVI tahun

- Satyalancana Kesetiaan XXIV tahun

- Satyalancana Saptamarga

- Satyalancana Wira Dharma

- Satyalancana Penegak

- Satyalancana Wira Karya

- Satyalancana Satya Dharma

(TRIBUNWIKI.COM/Yonas)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul TRIBUNNEWSWIKI: Letnan Jenderal (Purn) Sudharmono SH

ARTIKEL POPULER:

Benarkah Mie Ayam Tugu Lilin Pajang Solo Pakai Pesugihan Pocong? Yuk Mampir ke Warungnya

Cara Mudah Membuat QR Code Lokasi untuk Undangan Pernikahan via Smartphone (Android/iOS)

Polisi Tangkap 12 Tersangka Baru Kerusuhan 22 Mei, Total 257 Tersangka

TONTON JUGA:

Editor: fajri digit sholikhawan
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved