Tribunnews Update
Respons Dedi Mulyadi soal MUI Jabar Haramkan Vasektomi, Apalagi Jadi Syarat Terima Bansos
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan klarifikasi soal vasektomi menjadi syarat untuk menerima bantuan sosial (bansos).
Hal tersebut disampaikan Dedi merespons pernyataan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat yang menyatakan bahwa vasektomi atau sterilisasi pria tidak diperbolehkan menurut Islam.
Ditemui di Purwakarta pada Sabtu (3/5/2025), Dedi menjelaskan bahwa program vasektomi bukan inisiatif dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, melainkan program dari Kementerian Kependudukan dan Keluarga Berencana.
Ia mengaku sudah berkomunikasi dengan Menteri Wihaji bahwa vasektomi legal atau sah diterapkan.
Baca: LIVE: Letjen Kunto Batal Dimutasi dan Tetap Jadi Pangkogabwilhan I, TNI Bantah Terkait Try Sutrisno
"Nah, ketika saya berkomunikasi dengan menterinya, mengatakan ini legal," tutur Dedi, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (3/5/2025).
Dedi bercerita bahwa dirinya sering menemui kasus di mana keluarga miskin punya banyak anak.
Kondisi tersebut tentu menjadi beban tersendiri bagi orangtua atau tulang punggung keluarga.
Dedi menyadari ada berbagai alternatif program KB untuk menekan angka kelahiran selain vasektomi, seperti penggunaan alat kontrasepsi oleh suami.
Namun, ia tetap menekankan yang menjadi sasaran dalam kebijakan barunya adalah laki-laki selaku pencari nafkah.
Baca: PM Israel Benjamin Netanyahu Tuduh Warga Palestina Sebabkan Kebakaran Israel di Dekat Yerusalem
Lebih lanjut, Dedi mengaku telah membaca dengan seksama fatwa MUI Jabar terkait vasektomi.
Menurutnya, fatwa tersebut tidak bersifat mutlak dan terdapat pengecualian.
"Nah, tinggal persoalannya adalah kebijakan untuk laki-laki berkeluarga berencana itu adalah kan bukan kebijakan permanen," imbuh dia.
Jika seseorang yang telah menjalani vasektomi suatu saat ingin menambah anak karena kondisi ekonominya membaik, prosedur vasectomy reversal atau rekanalisasi dapat dilakukan.
Dedi juga meminta masyarakat untuk tidak salah memahami informasi mengenai vasektomi, seperti anggapan bahwa pria yang menjalani prosedur tersebut akan kehilangan kemampuan punya anak selamanya.
"Nah, tetapi kalau itu menimbulkan misalnya keberatan dari MUI, yang penting adalah satu saya caranya adalah bahwa prinsip dasar orang yang keluarganya anaknya sudah banyak, menerima bantuan sosial tidak akan punya implikasi apapun bagi kehidupan kalau anaknya masih banyak," pungkas Dedi.
(Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tanggapan Dedi Mulyadi soal MUI Jabar Sebut Vasektomi Haram"
remove # Dedi Mulyadi remove # MUI Jabar remove # vasektomi remove # bansos
Reporter: Agung Tri Laksono
Video Production: Mellinia Pranandari Putri Kristianto
Sumber: Kompas.com
Viral
Dedi Mulyadi Tegaskan Pengeroyok Ayah Pengantin agar Dihukum Setimpal, Minta Maaf ke Keluarga Korban
Senin, 6 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Reaksi Keras Dedi Mulyadi soal Pengeroyokan Maut di Pesta Pernikahan Purwakarta: Basmi Premanisme
Senin, 6 April 2026
Terkini Nasional
DEDI MULYADI Minta Pelaku Pengeroyok Ayah Pengantin Dihukum Setimpal, Perangi Premanisme
Senin, 6 April 2026
Nasional
Dedi Mulyadi Minta Maaf soal Kasus Tuan Rumah Hajatan yang Dikeroyok hingga Tewas
Senin, 6 April 2026
Terkini Daerah
KDM Jawab Aduan Warga soal Jalan Rusak Parah di Nanggung Bogor: Sudah dalam Proses Lelang
Senin, 6 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.