Buruh yang Tak Ikut May Day Bareng Prabowo di Monas Mengaku Sempat Dapat Intimidasi
TRIBUN-VIDEO.COM - Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) termasuk aliansi buruh yang menolak merayakan peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day bareng Presiden Prabowo Subianto mengaku sempat mendapatkan intimidasi.
Hal itu diungkap Ketua KASBI sekaligus perwakilan GEBRAK, Sunarno.
Ia mengaku mendapat tekanan yang membuat mereka harus memindahkan lokasi aksi dari semula di Bundaran HI dan Istana Negara ke depan Gedung DPR/MPR RI.
Selain itu intimidasi juga menyasar pada transportasi buruh dari daerah.
Sejumlah perusahaan otobus (PO) yang sebelumnya disewa untuk mengangkut massa buruh justru diminta membatalkan keberangkatan dengan alasan yang tak jelas.
Bahkan, uang sewa yang sudah dibayarkan pun ditawarkan untuk dikembalikan.
“Ini bentuk nyata intimidasi. Ada PO yang ditekan supaya enggak angkut buruh ke Jakarta. Kalau tetap mau berangkat ke Istana, uang DP-nya dikembalikan. Ini kan tidak sehat untuk demokrasi,” ujarnya.
Melihat situasi yang semakin tidak kondusif, GEBRAK akhirnya mengalihkan titik aksi ke DPR.
Keputusan ini diambil melalui diskusi cepat dengan para pimpinan organisasi dan serikat anggota.
Menurut Sunarno, meski tidak sesuai rencana awal, mereka tetap ingin aksi ini punya daya dorong terhadap kebijakan negara.
Ia juga menegaskan bahwa semangat May Day bukan sekadar seremoni atau perayaan bersama kekuasaan.
Akan tetapi, momentum perlawanan atas situasi ketenagakerjaan yang semakin memburuk.
Bagi GEBRAK, kata dia, pemindahan lokasi aksi bukan berarti pemunduran, tetapi adaptasi dalam keterbatasan ruang demokrasi yang makin sempit.
“Kami berharap DPR tidak sekadar mendengar, tapi juga bertindak. Aspirasi buruh jangan hanya dijadikan formalitas setiap 1 Mei,” ujarnya.
Adapun buruh yang menggelar aksi May Day di depan Gedung DPR di antaranya GSBI, KASBI, FKI, APBI, Serikat Tani, Serikat Mahasiswa Indonesia, AJI, Walhi hingga Greenpeace.
Sementara itu, aliansi buruh yang merayakan May Day bersama Presiden Prabowo adalah Presiden Partai Buruh Said Iqbal, Ketua Umum KSPSI Jumhur Hidayat, Presiden KSBSI Ely Rosita Silaban, dan Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea.(*)
Sumber: Tribunnews.com
TRIBUNNEWS UPDATE
Respons Istana soal Seruan Saiful Mujani Jatuhkan Kepemimpinan Prabowo: Presiden Ngurusin Hal Besar
19 jam lalu
Tribunnews Update
Pernyataan Saiful Mujani 'Jatuhkan Prabowo' Dihujani Kritik, Elite Parpol hingga Aktivis Beraksi
23 jam lalu
Terkini Nasional
Prabowo Berduka 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Kecam Serangan ke Pasukan UNIFIL
2 hari lalu
Terkini Nasional
Presiden Prabowo Ucapkan Duka Cita 3 Prajurit TNI via Instasory, Pengamat: Tak Punya Empati
5 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.