Jumat, 10 April 2026

TRIBUN VIDEO UPDATE

Bentrok Sengit! Pasukan Israel Panik Ketakutan Disergap Hamas, Terseok-seok Ditembak Al-Qassam

Rabu, 23 April 2025 20:00 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Presiden Palestina Mahmoud Abbas mendesak kelompok Hamas untuk menyerahkan kekuasaan serta menyerahkan senjata kepada pemerintahannya.

Desakan ini disampaikan dalam pidato resminya di Ramallah, Tepi Barat pada Rabu (23/4/2025).

Dikutip dari Al Arabiya, Abbas menilai Hamas menjadi penyebab Israel melakukan kejahatan di Gaza.

Baca: 2 Bos Gerakan Jihad Islam Palestina Ditangkap Pasukan Suriah, AS Ikut Campur Tangan

Ia menyoroti penahanan sandera yang menurut Presiden Palestina memicu agresi semakin brutal.

Abbas pun meminta Hamas untuk membebaskan sandera dari Gaza yang menurut Israel kini tersisa 59 orang.

"Saya yang membayar harganya, rakyat kami yang membayar harganya, bukan Israel. Saudaraku, serahkan saja mereka," kata Abbas.

Sejak awal, Presiden Palestina telah mengecam Hamas karena meluncurkan serangan ke Israel pada Oktober 2023.

Baca: Bukti Kepedulian pada Rakyat Palestina, Paus Fransiskus Telepon Gereja Gaza Setiap Hari

Menurut Abbas, serangan tersebut tidak mewakili rakyat Palestina dan justru memberi kesempatan kepada Israel untuk menghancurkan Gaza.

Lewat seruan terbarunya, Presiden Palestina ingin Hamas hanya menjadi partai politik, bukan kelompok bersenjata.

Hamas sendiri berkuasa di Jalur Gaza sejak 2007 setelah perang singkat melawan pasukan Fatah yang setia kapada Mahmoud Abbas.

(Tribun-Video.com)

Artikel ini telah tayang di alarabiya.net

Program: Tribunnews Update
Host: Agung Tri Laksono
Editor Video: Muhammad Taufiq Rahman Setyawan
Uploader: bagus gema praditiya sukirman

#mahmoudabbas #palestina #israel

Editor: bagus gema praditiya sukirman
Reporter: Agung Tri Laksono
Video Production: Muhammad TaufiqRahman
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved