TKN Sindir BPN: Cuma Tambah-tambah Kok Takut Di-hack, Anak SD Juga Bisa

Jumat, 17 Mei 2019 14:04 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin kembali menantang Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi untuk membuka data C1 Pilpres di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Arya Sinulingga pun menyanyangkan sikap BPN yang justru membuka data sendiri tanpa didasari bukti-bukti kuat soal dugaan kecurangan.

Arya juga menyindiri BPN yang hingga kini masih merahasiakan war room tempat perhitungan C1.

"War room mereka dimana? pindah-pindah katanya. Takut disadap, itu sistem gampang banget. Cuma tambah-tambah kok tahut di-hack. Kan ini bukan sesuatu yang luar biasa programnya,TPS satu tambah TPS dua tambah TPS tiga, anak saya yang SD juga tahu bos," kata Arya saat jumpa pers di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (16/5/2019).

Meski begitu, Arya pun tak permasalahkan hal itu.

Namun, secara tegas Arya menantang BPN Prabowo untuk menjabarkan data C1 secara terbuka di KPU.

"Nagapain pusing kok dihack, hack dari mana? Hack dari Hongkong? Makanya saya bilang ini makhluk atau bukan. Kapan aja bos, KPU panggil, buka C1-nya," jelas Arya.

Diketahui, Capres 02 Prabowo Subianto menolak hasil Pilpres 2019.

Hal tersebut didasari penilaian sepihak Prabowo terkair banyak kecurangan dalam pesta demokrasi lima tahun sekali ini.

"Saya akan menolak hasil penghitungan suara pemilu, hasil penghitungan yang curang," tegas Prabowo saat bicara dalam acara 'Mengungkap Fakta-Fakta Kecurangan Pilpres 2019' di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2019) lalu.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno merilis penghitungan sementara Pemilu 2019 versi mereka.

Hasilnya, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meraih 54,24 persen suara atau unggul dari Jokowi-Ma'ruf Amin yang mendapat 44,14 persen.

Hasil penghitungan itu berdasarkan formulir C1 yang didapat dari 444.976 TPS atau 54,91 persen TPS di seluruh Indonesia. Total TPS di seluruh Indonesia berjumlah 810.329 TPS.(*)

Editor: Novri Eka Putra
Reporter: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Videografer: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Video Production: Novri Eka Putra
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved