Pengusaha Gugat Pembatalan Merek "Chelsea Football Club" ke PN Jakarta Pusat

Rabu, 15 Mei 2019 14:23 WIB
Tribunnews.com

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUN-VIDEO.COM - Manajemen klub sepak bola Chelsea digugat ke Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Hal ini, karena pihak manajemen klub itu diduga telah melakukan pengambilalihan merek tanpa sepengetahuan pemegang merek tersebut di Indonesia.

Tim penasihat hukum dari Hardiman melalui Law Firm Wijaya Sandi & Co, selaku penggugat mengajukan "Gugatan Pembatalan Merek "Chelsea Football Club" No. Reg IDM000516139 dan Merek "Chelsea FC" No. Reg. IDM000524568 atas nama Chelsea Football Club Limited ke PN Jakarta Pusat, pada Rabu (15/5/2019).

Perkara itu terdaftar di Nomor: 27/Pdt.SUS-Merek/2019/PN.Niaga.Jkt.Pst, pada 15 Mei 2019.

"Tim kuasa hukum dari Hardiman selaku pemilik merek Chelsea di Indonesia, Chelsea Football Club. Melakukan gugatan pembatalan merek Chelsea Football Club dan merek Chelsea FC," kata Fernandus W. Simanjuntak, selaku penasihat hukum Hardiman.

Dia menjelaskan, Hardiman yang berprofesi sebagai pengusaha merupakan pemegang merek Chelsea terdaftar di Indonesia sejak tanggal 14 September 1994. Hardiman memiliki sertifikat merek yang dikeluarkan Direktorat Merek pada Kemernterian Hukum dan Ham RI.

Hardiman mempunyai hak untuk memproduksi dan melakukan produksi penjualan untuk dikelas 25 atau diklasifikasi merek untuk segala macam pakaian jadi untuk pria, wanita dan anak-anak.

Pada 2010, kata dia, terdapat tawaran kepada kliennya untuk melakukan pengambilalihan merek. Namun, dia mengaku, pada waktu itu kliennya tidak menjawab tawaran tersebut.

"Berdasarkan informasi dari klien kami sekitar tahun 2010 Chelsea Football Club Limited melalui kuasa hukumnya di Indonesia telah mengajukan penawaran pengalihan hak atas merek "Chelsea" kepada klien kami, artinya tergugat sesungguhnya sudah mengetahui, klien kami adalah pemilik merek "Chelsea" terdaftar di Indonesia," kata dia.

Kemudian, pada 2013, tanpa sepengetahuan klien, Chelsea Football Club Limited mendaftarkan merek Chelsea Football Club no reg IDM000516139 dan merek Chelsea FC no reg IDM000524568 untuk kelas 25.

Selain itu, berselang satu tahun kemudian, Chelsea Football Club mengajukan gugatan pembatalan merek "Chelsea".

"Tapi kemudian pada tahun 2014 ternyata ada gugatan pembatalan merek yang tidak diketahui klien kami," ungkapnya.

Sementara itu, Sandi Sinaga, selaku penasihat hukum lainnya, mengungkapkan pada 2014, Chelsea Football Club mengajukan gugatan pembatalan merek "Chelsea" milik klien.

Namun, kata dia, klien tidak mengetahui dan tidak pernah menerima pemberitahuan panggilan sidang atas gugatan tersebut sehingga mengakibatkan putusan tanpa dihadiri tergugat, dimana pada amar putusannya merek "Chelsea" milik kliennya dibatalkan.

"Tidak ada waktu klien menunjukkan bukti-bukti, karena tidak datang langsung diputus. Itu sepihak tidak ada pembelaan tidak ada bukti semua. Tahu setelah dicek ternyata benar ada putusan ini," kata Sandi.

Dia menambahkan, kliennya baru mengetahui ada putusan itu setelah melakukan perpanjangan sertifikat mereka di Direktorat Merek Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI pada akhir 2018.

"Dimana dengan dibatalkannya merek "Chelsea" milik klien kami dan terdaftarnya merek Chelsea Football Club no reg IDM000516139 dan merek Chelsea FC no reg IDM000524568 tersebut telah menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi klien kami baik secara materil maupun immateril," tambahnya.(*)

Editor: Novri Eka Putra
Reporter: Glery Lazuardi
Videografer: Glery Lazuardi
Video Production: Novri Eka Putra
Sumber: Tribunnews.com
Tags
   #Chelsea   #Merek   #Pengadilan Niaga
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved