Jadwal Imsak

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kamis 16 Mei 2019 Bulan Ramadan 1440 H

Rabu, 15 Mei 2019 13:06 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Berikut adalah jadwal imsakiah pada Kamis 16 Mei 2019, meliputi waktu imsak, salat, serta buka puasa Ramadan 1440H/2019 pada Kamis 16 Mei 2019 di DKI Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, dan kota besar lainnya.

Video di atas adalah Jadwal Imsakiah untuk tanggal pada Kamis 16 Mei 2019 di DKI Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, dan kota besar lainnya.

Berikut jadwal Imsak dan buka puasa pada Kamis 16 Mei 2019 di DKI Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, dan kota besar lainnya:

Makassar:
IMSAK : 4.33
SUBUH : 4.43
ZUHUR : 12.01
ASAR : 15.23
MAGRIB : 17.58
ISYA : 19.10

Denpasar:
IMSAK : 4.54
SUBUH : 5.04
ZUHUR : 12.17
ASAR : 15.39
MAGRIB : 18.10
ISYA : 19.22

Banjarmasin:
IMSAK : 4.50
SUBUH : 5.00
ZUHUR : 12.20
ASAR : 15.43
MAGRIB : 18.19
ISYA : 19.31

Surabaya:
IMSAK : 4.03
SUBUH : 4.13
ZUHUR : 11.27
ASAR : 14.49
MAGRIB : 17.22
ISYA : 18.34

Yogyakarta:
IMSAK : 4.13
SUBUH : 4.23
ZUHUR : 11.37
ASAR : 14.58
MAGRIB : 17.30
ISYA : 18.43

Semarang:
IMSAK : 4.12
SUBUH : 4.22
ZUHUR : 11.37
ASAR : 14.59
MAGRIB : 17.31
ISYA : 18.43

Bandung:
IMSAK : 4.23
SUBUH : 4.33
ZUHUR : 11.48
ASAR : 15.10
MAGRIB : 17.42
ISYA : 18.55

Jakarta:
IMSAK: 4.25
SUBUH : 4.35
ZUHUR : 11.51
ASAR : 15.13
MAGRIB : 17.47
ISYA : 18.59

Palembang:
IMSAK : 4.29
SUBUH : 4.39
ZUHUR : 11.59
ASAR : 15.22
MAGRIB : 17.59
ISYA : 19.11

Medan:
IMSAK : 4.43
SUBUH : 4.53
ZUHUR : 12.24
ASAR : 15.47
MAGRIB : 18.33
ISYA : 19.45

Berikut syarat wajib Puasa Ramadhan, seperti dilansir www.nu.or.id:

1. Islam

Syarat pertama seseorang itu diwajibkan menjalankan ibadah puasa, khususnya puasa Ramadhan, yaitu ia seorang muslim atau muslimah.

Karena puasa adalah ibadah yang menjadi keharusan atau rukun keislamannya, sebagaimana termaktub dalam hadits yang diriwayat kan oleh Imam Turmudzi dan Imam Muslim:

Dari Abi Abdurrahman, yaitu Abdullah Ibn Umar Ibn Khattab r.a, berkata: saya mendengar Rasulullah s.a.w, bersabda: Islam didirikan dengan lima hal, yaitu persaksian tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, didirikannya shalat, dikeluarkannya zakat, dikerjakannya hajji di Baitullah (Ka’bah), dan dikerjakannya puasa di bulan Ramadhan. (Hadits Shahih, riwayat al-Bukhari: 7 dan Muslim: 19)

2. Baligh

Syarat yang kedua yaitu sudah baligh, dengan ketentuan ia pernah keluar mani dari kemaluannya baik dalam keadaan tidur atau terjaga, dan khusus bagi perempuan sudah keluar haid. Dan syarat keluar mani dan haid pada batas usia minimal 9 tahun.

Bagi yang belum keluar mani dan haid, maka batas minimal ia dikatakan baligh pada usia 15 tahun dari usia kelahirannya.

Dengan syarat ketentuan baligh ini, menegaskan bahwa ibadah puasa ramadhan tidak diwajibkan bagi seorang anak yang belum memenuhi ciri-ciri kebalighan yang telah disebutkan di atas.

3. Berakal sehat

Syarat yang ketiga bagi seorang muslim dan baligh itu terkena kewjiban menjalankan ibadah puasa, apabila ia memiliki akal yang sempurna atau tidak gila, baik gila karena cacat mental atau gila disebabkan mabuk.

Seseorang yang dalam keadaan tidak sadar karena mabuk atau cacat mental, maka tidak terkena hukum kewajiban menjalankan ibadah puasa, terkecuali orang yang mabuk dengan sengaja, maka ia diwajibkan menjalankan ibadah puasa dikemudian hari (mengganti di hari selain bulan ramadhan).

4. Sehat, tidak dalam keadaan sakit

Syarat keempat adalah sehat dan kuat menjalankan ibadah puasa.

Selain islam, baligh, dan berakal, seseorang harus mampu dan kuat untuk menjalankan ibadah puasa.

Dan apabila tidak mampu maka diwajibkan mengganti di bulan berikutnya atau membayar fidyah.

5. Mengetahui awal bulan Ramadhan

Puasa Ramadhan diwajibkan bagi muslim yang memenuhi persyaratan yang telah diuraikan di atas, apabila ada salah satu orang terpercaya (adil) yang mengetahui awal bulan Ramadhan dengan cara melihat hilal secara langsung dengan mata biasa tanpa peralatan alat-alat bantu.

Dan persaksian orang tersebut dapat dipercaya dengan terlebih dahulu diambil sumpah, maka muslim yang ada dalam satu wilayah dengannya berkewajiban menjalankan ibadah puasa.

Dan apabila hilal tidak dapat dilihat karena tebalnya awan, maka untuk menentukan awal bulan Ramadhan dengan menyempurnakan hitungan tanggal bulan Syaban menjadi 30 hari.

Sebagaimana hadits Nabi Muhammad s.a.w, yang diriwayatkan oleh Imam Buchori, r.a:

Berpuasa dan berbukalah karena melihat hilal, dan apabila hilal tertutup awan maka sempurnakanlah hitungannya bulan menjadi 30 hari. (H.R. Imam Buchori)

(Tribun-video.com)

ARTIKEL POPULER:

Cara Mengulang Video di YouTube secara Otomatis, Berikut Langkah Mudahnya!

DIARY CLOUDRUN: Awal Puasa Ramadan Tanpa Orangtua, Teringat Kenakalan Remaja, dan Permintaan Maaf

BERKAH RAMADAN - Bulan Ramadan dan Solidaritas Sosial

 

TONTON JUGA:

ARTIKEL POPULER:

Cara Mengulang Video di YouTube secara Otomatis, Berikut Langkah Mudahnya!

DIARY CLOUDRUN: Awal Puasa Ramadan Tanpa Orangtua, Teringat Kenakalan Remaja, dan Permintaan Maaf

BERKAH RAMADAN - Bulan Ramadan dan Solidaritas Sosial

 

TONTON JUGA:

Editor: Radifan Setiawan
Reporter: Teta Dian Wijayanto
Video Production: Teta Dian Wijayanto
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved