TRIBUNNEWS UPDATE
Perang Saudara Semakin Sengit, 80 Ribu Tentara Yaman akan Rebut Pelabuhan Hodeidah dari Houthi
TRIBUN-VIDEO.COM - Kelompok Houthi tak hanya menghadapi perlawanan dari Amerika Serikat (AS), namun juga dari dalam negeri.
Pemerintah Yaman yang diakui internasional dilaporkan sedang bersiap melancarkan serangan besar untuk merebut kembali Pelabuhan Hodeidah dari Houthi.
Dikutip dari Jerusalem Post, informasi tersebut disampaikan Ketua Pusat Penelitian Teluk yang berpusat di Arab Saudi, Dr Abdulaziz Sager pada Jumat (11/4/2025).
Ia menuturkan, pemerintah Yaman mengerahkan hampir 80 ribu tentara untuk merebut Pelabuhan Hodeidah dari Houthi.
Mereka saat ini dilaporkan sudah siaga di berbagai titik.
Menurut Abdulaziz, upaya perebutan Pelabuhan Hodeidah akan menjadi serangan terbesar dalam perang saudara di Yaman.
"Sejauh pengetahuan saya, ada persiapan hampir 80.000 tentara dari pemerintah Yaman yang sah di berbagai lokasi untuk mengambil alih [Hodeidah]," kata Abdulaziz.
Diketahui Houthi menguasai sejumlah daerah di Yaman, seperti Sana'a dan provinsi di bagian barat sejak 2014.
Pelabuhan Hodeidah yang terletak di barat adalah sumber utama impor makanan sebelum perang.
(Tribun-Video.com)
Baca: Belum Selesai Diserang AS, Houthi Dikepung 80 Ribu Tentara Yaman yang Ingin Rebut Pelabuhan Hodeidah
Baca: Yaman Gempur Yafa Israel secara Besar-besaran, Militer akan Balas AS dengan Serangan Adil dan Sah
Reporter: Agung Tri Laksono
Video Production: Muhammad Ulung Dzikrillah
Sumber: Tribunnews.com
TRIBUNNEWS UPDATE
Rangkuman Konflik Iran-AS: Negosiasi Damai Gagal Tercapai, Trump Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz
3 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Rangkuman Hasil Negosiasi AS dan Iran: Kesepakatan Damai Tak Berlangsung Gegara Syarat yang Diajukan
3 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Wamenkes Dante Ungkap Alasan Nakes Tak Bisa Ikut WFH: Layanan Kesehatan Diperlukan untuk Publik
3 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Iran Murka Trump Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz saat Negosiasi Damai, Ancam Beri Tindakan Tegas
3 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
AS Sebut Negosiasi Damai dengan Iran Gagal usai Berlangsung 21 Jam, Iran Beri Pernyataan Berbeda
3 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.