Nasional
Pengakuan Anak & Istri Kapolsek Lusiyanto Bongkar Soal Penggerebekan Sabung Ayam, Benar Ada Setoran?
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Anak dan istri Kapolsek Negara Batin, AKP Lusiyanto, memberikan pengakuan terkait insiden penggerebekan judi sabung ayam di Way Kanan.
Seperti diketahui, AKP Lusiyanto merupakan satu dari tiga polisi yang tewas ditembak oknum TNI dalam penggerebekan tersebut.
Sempat beredar isu insiden tersebut terjadi karena dipicu uang setoran yang kurang.
Baca: TERKUAK Pengakuan Bripda Kapri dalam Kasus Pembunuhan dan Sindikat Judi Sabung Ayam di Lampung
Istri AKP Lusiyanto, Nia, membantah hal itu.
Nia menyebut suaminya sempat menolak saat diberi amplop berisi uang Rp 1 juta oleh oknum TNI.
Sedangkan anak AKP Lusiyanto, Salsabila, juga menceritakan kronologi penggerebekan yang menewaskan ayahnya itu.
Menurutnya, sang ayah langsung ditembak saat baru tiba di lokasi judi.
Isu setoran dari judi sabung ayam, yang mengakibatkan 3 polisi gugur di Negara Batin, Way Kanan, Lampung, masih menjadi perbincangan publik.
Kini, istri dari Kapolsek Negara Batin, AKP Anumerta Lusiyanto, muncul dan memberikan pengakuan mengejutkannya terkait isu yang berkembang liar tersebut.
Diketahui, 3 anggota polisi gugur setelah tertembak dalam penggerebekan judi sabung ayam di Negara Batin, Way Kanan, Senin (17/3/2025) sore. Adapun pelaku penembakan diduga oknum TNI.
Baca: Brimob Jadi Tersangka Judi Sabung Ayam yang Picu Polisi Tewas Ditembak TNI saat Penggerebekan
AKP Anumerta Lusiyanto menjadi satu di antara tiga anggota polisi yang meninggal dunia dalam baku tembak saat penggerebekan tersebut.
Di tengah berhembusnya isu setoran judi sabung ayam di Way Kanan, Lampung yang menewaskan 3 polisi termasuk sang suami, Kapolsek Negara Batin, Nia, istri AKP Anumerta Lusiyanto muncul.
Soal isu uang setoran yang jadi pemicu sang suami gugur tertembak dengan tegas Nia membantah.
Fakta sang suami pernah diberi amplop uang Rp1 juta oleh oknum TNI yang menjadi terduga pelaku penembakan juga diungkap oleh Nia.
Namun sang suami, AKP Anumerta Lusiyanto menolaknya.
Menurut Nia, sang suami justru berupaya memberantas perjudian hingga membuatnya tidak disukai oleh pihak-pihak tertentu.
"Banyak yang tidak suka dia pemberantas judi, waktu itu oknum yang menembak itu mau kasih uang ke bapak,"
"Saya lihat sendiri dengan mata saya sendiri melihat amplopnya dikasih Rp 1 juta, dia gak mau," kata Nia dilansir dari Youtube Metro TV, Sabtu (22/3/2025).
Nia mengaku, Peltu Lubis, oknum TNI yang diduga melakukan penembakan, pernah menyuruh seseorang untuk memberikan uang kepada AKP Anumerta Lusiyanto agar sabung ayam berjalan lancar.
Baca: Tangis Kakak Kapolsek Negara Batin: Dia Gugur saat Gerebek Sabung Ayam, Masih Difitnah Isu Setoran
Namun sang suami menolak pemberian tersebut.
"Dia nyuruh orang kasih ke bapak agar sabung ayam itu berjalan, tapi bapak gak mau," tuturnya.
Seperti diketahui, insiden penembakan itu terjadi pada Senin (17/3/2025) sore saat polisi melakukan penggerebekan judi sabung ayam.
Dalam kejadian ini, tiga anggota polisi tewas ditembak, yakni Kapolsek Negara Batin Iptu Lusiyanto, Bintara Unit Binmas Polsek Negara Batin Bripka Petrus Apriyanto, dan anggota Satreskrim Polres Way Kanan Bripda M Ghalib Surya Ganta.
Jerit tangis Salsabila anak semata wayang dari Kapolsek Negara Batin, AKP Anumerta Lusiyanto pecah saat menceritakan kronologi kematian sang ayah.
Salsabila sudah setahun tidak bertemu dengan ayahnya yang mengabdi bekerja sebagai Kapolsek Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, Lampung.
Lokasi dinas yang terpencil membuat AKP Lusiyanto jarang pulang ke rumah untuk menengok keluarga. Namun Salsabia tidak menyangka, ayahnya pulang tinggal nama usai menjadi korban penembakan saat menggerebek judi sabung ayam.
“Satu tahun saya nggak ketemu Bapak saya karena beliau kan dinas di Negara Batin yang memang daerahnya terpencil. Satu tahun saya gak bertemu bapak saya, saya pulang bapak saya sudah di ruang autopsi,” ungkap Salsabila saat konferensi pers bersama Hotman Paris di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (25/3/2025) via Grid ID
“Saya anak satu-satunya. Satu tahun nggak ketemu bapak saya udah nggak ada,” lanjutnya diiringi tangis yang semakin histeris.
Di tengah isak tangisnya, Salsabila mengungkapkan kronologi tragis di hari kematian ayahnya. Menurutnya, sang ayah diperintahkan Kapolres Way Kanan untuk mengamankan judi sabung ayam di Kampung Karang Manik, Way Kanan, Lampung, Senin (17/3/2025).
Namun di lokasi, AKP Lusiyanto langsung ditembak oknum TNI saat baru tiba di tempat sabung ayam. Salsabila berharap keadilan untuk mendiang ayahnya. (*)
Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Pengakuan Anak-Istri Kapolsek Lusiyanto Soal Penggerebekan Judi Sabung Ayam, Benarkah Ada Setoran?
Video Production: Gianta Firmandimas Adya Mahendra
Sumber: Surya
Terkini Nasional
Detik-detik Massa Demo Ngamuk di Kantor DPRD Bekasi Tolak UU TNI, Ruang Paripurna DIOBRAK-ABRIK
Rabu, 26 Maret 2025
Live Update
3.249 Botol Minyakita Disimpan di Gudang Milik Mantan Sekda Mesuji Lampung, Berhasil Disita Polisi
Rabu, 26 Maret 2025
Tribunnews Update
Oknum Polisi Halangi Istri Kapolsek Lusiyanto Temui Hotman Paris di Jakarta, Rumah Dijaga Ketat
Rabu, 26 Maret 2025
Nasional
TERKUAK Pengakuan Bripda Kapri dalam Kasus Pembunuhan dan Sindikat Judi Sabung Ayam di Lampung
Rabu, 26 Maret 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.