Jumat, 4 April 2025

HOT TOPIC

Jutaan Warga Yaman Siap Siaga Hadapi Perang hingga AS Bersumpah Tak Hentikan Serangan ke Houthi

Selasa, 18 Maret 2025 17:02 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Pemimpin gerakan Ansar Allah (Houthi) Yaman, Sayyed Abdul Malik Al Houthi menyerukan mobilisasi satu juta orang.

Seruan tersebut disampaikan dalam pidato pada Minggu (16/3/2025) menyusul serangan mematikan dari Amerika Serikat (AS).

Dikutip dari Arab News, Al Houthi mengajak jutaan warga Yaman untuk bergabung dalam aksi demo besar yang diselenggarakan hari ini, Senin (17/3/2025).

Aksi demo ini merupakan bentuk perlawanan atas kekejaman AS.

"Saya menyerukan kepada rakyat kita untuk keluar besok pada peringatan Pertempuran Badar dalam pawai sejuta orang di Sanaa dan seluruh provinsi," kata Al Houthi.

Al Houthi menegaskan bahwa pihaknya akan menghadapi ekskalasi dengan ekskalasi.

Ia bersumpah, kapal induk AS serta kapal perang yang ditempatkan di Timur Tengah akan menjadi target.

Beberapa jam setelah pidato Al-Houthi, kelompok Yaman mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap kelompok kapal induk USS Harry S. Truman dalam 24 jam.

Baca: Iran Bekingi Houthi Kutuk Serangan AS di Yaman, Blak-Blakan Tegas Nyatakan Siap Perang Lawan Trump


Houthi menyebutnya sebagai pembalasan atas serangan AS.

Dalam serangan ini, pasukan Houthi mengerahkan 18 rudal dan 1 pesawat tak berawak (drone).

Tidak jelas apakah serangan tersebut berhasil menghantam kapal induk karena hingga saat ini Pentagon belum memberikan tanggapan.

Sementara itu, Jumlah korban tewas akibat serangan Amerika Serikat (AS) di Yaman bertambah menjadi 53 orang.

Penambahan korban ini menyusul perintah dari Pentagon untuk terus menyerang Houthi sampai operasi di Laut Merah dihentikan.

Dalam wawancara bersama Fox News pada Minggu (16/3/2025), Kepala Pentagon Pete Hegseth menyebut Laut Merah sebagai jalur perdagangan yang penting.

Serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi perairan tersebut otomatis akan mengganggu perdagangan global.

Baca: 18 Rudal Houthi Serang Kapal Perang AS di Laut Merah, 31 Orang Tewas, 100 Lainnya Luka-luka


"Begitu Houthi mengatakan kami akan berhenti menembaki kapal Anda, kami akan berhenti menembaki pesawat nirawak Anda," ujar Hegseth.

Hegseth menuduh Iran sebagai dalang di balik tindakan Houthi dan meminta Teheran untuk berhenti memberikan dukungan.


"Di jalur air yang penting itu, untuk membuka kembali kebebasan navigasi, yang merupakan kepentingan nasional utama Amerika Serikat," imbuh dia.

Sementara itu, Houthi melaporkan ada 47 serangan yang diluncurkan AS di Yaman dalam beberapa jam terakhir.

Serangan itu menargetkan wilayah Sanaa, Saada, Al Bayda, Dhamar, Marib, hingga Al Jawf.

Juru Bicara Houthi, Jenderal Yahya Saree hanya mengatakan bahwa korban terus bertambah, tanpa menyebut jumlahnya.

Kemudian Kementerian Kesehatan yang dikelola Houthi merinci ada 53 orang tewas, termasuk lima anak-anak dan dua perempuan.


Houthi mengklaim pihaknya sudah meluncurkan serangan pembalasan dengan target kapal induk AS di Laut Merah.

Namun, Pentagon belum memberikan komentar.

(Tribun-Video.com)

Program: Hot Topic
Editor Video: Muhammad Adnan Hidayat

Editor: Tim Kreatif Tribun-video.com
Video Production: Muhammad Adnan Hidayat
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Houthi   #Amerika Serikat   #Timur Tengah   #Yaman

Video TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved