Terkini Nasional
Ngamuk Lagi! Dedi Mulyadi Teriak di Depan Warga Saat ke Jembatan Sukabumi, Ini 3 Pemicu Amarahnya
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.
TRIBUN-VIDEO.COM - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengamuk saat mendatangi jembatan diduga pemicu banjir di Sukabumi pada Sabtu (8/3/2025).
Belakangan terungkap pemicu Dedi Mulyadi emosi hingga tak segan marah-marah di depan warga.
Ternyata ada tiga hal yang membuat Dedi Mulyadi kesal di momen pasca-banjir Sukabumi tersebut.
Hal pertama yang membuat Dedi Mulyadi murka adalah saat melihat kondisi kali yang ditutupi oleh banyak sampah material berat seperti kayu dan peralatan rumah tangga.
Emosi Dedi kian memuncak tatkala melihat jembatan di wilayah pesisir Sukabumi tersebut berbentuk lurus sehingga air di kali mampet.
Melihat hal tersebut, pria yang karib disapa KDM itu pun mengurai kemarahannya pada Petugas Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (UPTD PSDA)
"Ini peristiwa di Sukabumi sederhana menurut saya. Ini jembatan harusnya konstruksi jembatannya tidak lurus, konstruksi jembatan melengkung," ungkap Dedi Mulyadi, dikutip TribunnewsBogor.com dari Youtube-nya, Minggu (9/3/2025).
Baca: Dedi Mulyadi Tegur Kasarpol PP Tak Hadir saat Bongkar Hibisc Fantasy, KDM: Lho Ini Serius Gak Nih!
"Jadi kalau jembatan melengkung, karena rusak hulunya, airnya lewat. Karena konstruksi jembatannya lurus, airnya dangkal, bawa material kayu dari hulu yang rusak hutannya, mentok di sini, balik airnya," sambungnya.
Tak berselang lama tiba di jembatan, KDM pun bertemu dengan Bupati Sukabumi Asep Japar.
Kepada Asep, Dedi pun mengurai rencananya untuk membongkar jembatan tersebut agar aliran air kali bisa lancar.
"Kalau jembatannya enggak dibongkar, nanti kejadian lagi, enggak selesai-selesai. Jembatan dibongkar, sungainya dinormalisasi, jadi dua-duanya dilakukan," pungkas Dedi.
"Pak Bupati ada alat berat enggak?" tanya KDM.
"Alat berat?" tanya Asep Japar.
"Ini (jembatan) nanti dibongkar. Kalau desainnya nanti desain ulang. Kalau desain dibikin melengkung, jadi airnya lurus," ujar Dedi.
Mendengar rencana sang Gubernur, Asep pun menceritakan rancangannya.
Baca: Wisata Hibisc Fantasy Puncak Dibongkar Dedi Mulyadi Diduga Pemicu Banjir, Ternyata Milik BUMD Jabar
Namun KDM segera menimpalinya dan menyebut bahwa jembatan harus segera dibongkar dan diganti.
"Ini rencana mau dinormalisasi," pungkas Asep Japar.
"Normalisasi mah hal yang gampang, tapi kan konstruksi jembatan harus diubah. Dibongkar aja. Nanti takut hujan lagi, bawa material, luber lagi, dibongkar aja. Bukan berarti hilang jembatannya, tapi nanti konstruksinya dibangun," imbuh Dedi Mulyadi.
Mendengar staf Bupati menyebut bakal membongkar jembatan esok hari, KDM langsung meralatnya.
Dedi ingin agar jembatan tersebut langsung dibongkar, tak perlu menunggu esok hari lagi.
"Saya tidak ada kata besok pak, harus hari ini dibangun. Siapa yang bisa meramal nanti malam tidak hujan gede lagi?" tegas KDM.
"Iya," pungkas Asep Japar.
Hal kedua yang membuat Dedi Mulyadi mengamuk adalah saat diskusi dengan petugas UPTD PSDA.
Dedi kesal karena menyadari bahwa kondisi hulu dan hilir di wilayah Jawa Barat sudah rusak.
Karenanya Dedi Mulyadi ingin segera membenahinya agar tidak banjir lagi.
"Sebenarnya kan semuanya itu disebabkan oleh dua, nih dengarin. Satu, hulunya sudah rusak, dua hilirnya tidak terurus," ujar Dedi Mulyadi.
Sontak berbicara dengan nada tinggi, Dedi marah saat melihat kondisi jembatan yang dipenuhi sampah.
Dedi pun teringat dengan kondisi hulu yakni Puncak yang juga sudah rusak akibat dibeton untuk tempat wisata.
"Ini mah akan terus kalau tidak segera ngebenerin diri. Gini aja tiap tahun. Jangan dibilang hujan 5 tahun sekali curah deras, lain. Memang daya tampungnya sudah tidak sanggup," ucap Dedi Mulyadi.
Selanjutnya, hal ketiga yang membuat Dedi Mulyadi gusar saat mendatangi wilayah jembatan Sukabumi itu saat bertemu warga.
Baca: Momen Dedi Mulyadi Turun ke Sungai Cipalabuan, Ikut Bersihkan Sampah yang Sebabkan Banjir Sukabumi
Bukan tanpa alasan, Dedi kesal karena namanya terus diteriaki oleh warga.
Warga juga terlihat sibuk merekam kehadiran Dedi sembari tertawa-tawa.
Namun saat disuruh turun membantu membersihkan kali oleh Dedi, warga ogah.
"Ayo turun, ayo pak, turun semua ayo turun, kamu di situ aja ayo turun. Kalau ada musibah minta bantuan aja, jangan hidup-hidup aja, turun!" ajak Dedi seraya berteriak ke warga.
Tak ingin cuma bicara, Dedi pun akhirnya rela menceburkan diri ke kali untuk membersihkan sampah.
"Lihat itu kakek-kakek, kakek-kakek juga basah-basahan," imbuh Dedi.
Serius membersihkan kali, Dedi kembali emosi saat melihat banyak warga justru sibuk merekamnya alih-alih bantu turun ke kali.
Dedi pun meminta warga setop merekamnya dan segera turun ikut bersih-bersih kali.
"Om, jangan sibuk konten om, turun om, ini kita kerja om, jangan kita lagi kerja ini hanya untuk cari produksi," teriak Dedi marah.
Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Ternyata Ini 3 Pemicu Dedi Mulyadi Ngamuk Saat ke Jembatan Sukabumi, KDM Tegas Usai Diteriaki Warga
Video Production: Lulu Adzizah F
Sumber: Tribunnews Bogor
TRIBUNNEWS UPDATE
Viral Sosok Pria Berbaju Loreng Aniaya Bidan di Labuhanbatu, Diduga Alami Gangguan Kejiwaan
Rabu, 26 Maret 2025
TRIBUNNEWS UPDATE
Kabar Gembira untuk Warga Jabar, Dedi Mulyadi Perpanjang Pemutihan Pajak Kendaraan hingga 30 Juni
Rabu, 26 Maret 2025
TRIBUNNEWS UPDATE
Gebrakan Baru Dedi Mulyadi, Wajibkan Siswa Bawa Sampah untuk Ditukar dengan Telur hingga Daging
Rabu, 26 Maret 2025
TRIBUNNEWS UPDATE
Unik! Kang Dedi Buat Kebijakan Wajibkan Siswa Bawa Sampah Plastik ke Sekolah Bisa Ditukar Bibit Ayam
Rabu, 26 Maret 2025
TRIBUNNEWS UPDATE
Respons Dedi Mulyadi soal Polemik Kerja Sama Pemprov Jabar dan TNI di Proyek Pembangunan Tuai Kritik
Rabu, 26 Maret 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.