Viral di Medsos

Mengintip Kediaman Karim Maullah, Bocah SD yang Gigih Timba Ilmu dari Kemayoran Menuju Depok

Selasa, 30 April 2019 17:58 WIB
TribunJakarta

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUN-VIDEO.COM, KEMAYORAN - Kisah Karim Maullah (10) sempat menjadi perbincangan masyarakat di media sosial beberapa hari belakangan ini.

Pasalnya, foto dirinya tengah duduk di bangku KRL seorang diri dengan mengenakan seragam sekolah dan beralaskan sendal jepit sempat viral di jejarang online.

Ia dengan gigih menempuh jarak puluhan kilo dari kediamannya di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat menuju Depok, Jawa Barat untuk menuntut ilmu.

Ya, Karim merupakan siswa sebuah sekolah nonformal bernama Masjid Terminal (Master) yang berada di kawasan Depok, Jawa Barat.

Setiap hari ia sudah berangkat sekolah sedari subuh. Ia berangkat seorang diri dari Kemayoran menuju Depok dengan menggunakan KRL.

Berdasarkan informasi, bocah yang akrab disapa Karim ini sudah tidak memiliki ibu dan saat ini tinggal bersama kakek dan neneknya di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.

TribunJakarta.com pun mencoba mengunjungi kediamannya yang beralamat di Jalan Angkasa Gang Motor Pool, RT 13/06, Kelurahan Gunung Sahari Selatan, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Alamat ini tak begitu jauh dari Stasiun Kemayoran, Jakarta Pusat. Bila menggunakan aplikasi google maps, dari Stasiun Kemayoran menuju alamat tersebut hanya berjarak sekira 1,1 kilometer dan bisa ditempuh dalam waktu 13 menit bila berjalan kaki atau tiga menit menggunakan sepeda motor.

TribunJakarta.com pun tak begitu kesulitan menemukan kediaman Karim. Letak gang tempatnya tinggal tepat berada di samping sebuah tempat cuci mobil bernama Angkasa Carwash.

Gang itu tidak terlalu lebar dan hanya bisa dilalui oleh sepeda motor. Gang itu hanya selebar 2,3 meter.

Begitu memasuki gang tersebut, tampak jejeran rumah-rumah kontrakan di sisi kanan jalan.

Sementara di sisi kirinya terlihat tembok pembatasan tempat cuci mobil yang menjulang tinggi.

Kemudian, setelah masuk sekira 50 meter, maka ada dua jalan yang becabang, kiri dan kanang. Bila ingin menuju rumah Karim maka kita harus berbelok ke kiri.

Gang di sebelah kiri ini jauh lebih sempit dibanding sebelumnya, ukurannya hanya sekira 80 sentimeter.

Pada bagian kiri dan kanan gang tersebut juga tampak deretan rumah kontrakan yang sebagian besar semi permanen.

Tempat tinggal Karim berada di sebuah kontrakan berlantai dua yang ada di depan sebuah warung makan.

Ketiganya menyewa sebuah kamar yang berada di lantai satu kontrakan tersebut.

Namun, saat TribunJakarta.com tiba di rumah Karim, ternyata kontrakan tersebut sudah kosong.

Tri (34), tetangga Karim menyebut bocah berumur 10 tahun itu sudah pindah bersama sang nenek sejak pagi tadi.

Ia menyebut, Karim dan sang nenek mendapat bantuan dari sebuah komunitas sosial sehingga bocah kelas tiga SD tersebut bisa tinggal dekat dengan tempatnya bersekolah.

Karim sendiri sudah diasuh oleh nenek dan kakeknya sejak kecil. Ia sudah tinggal di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat sejak bayi.

Sementara itu, sang ibu dikabarkan sudah meninggal dunia dan sang ayah bekerja di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan. (*)

ARTIKEL POPULER:

Baca: Petani di Tangerang Selatan Mulai Panen Timun Suri Jelang Ramadan

Baca: Hadapi Ajax di Semifinal Liga Champions, Tottenham Hotspur Tak Diperkuat Sejumlah Pemain Pilarnya

Baca: Pantauan Banjir di Tarailu Kecamatan Sampaga Mamuju, Rumah Warga Teredam

TONTON JUGA:

Editor: Tri Hantoro
Video Production: Ignatius Agustha Kurniawan
Sumber: TribunJakarta
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved