Travel

10 Tradisi Unik Menyambut Ramadan Ini Hanya Ada di Indonesia, Ada Nyadran hingga Megengan

Senin, 29 April 2019 23:01 WIB
TribunTravel.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Bulan Ramadan akan segera tiba dalam hitungan beberapa hari lagi.

Dan untuk menyambut bulan suci tersebut, ada beberapa tradisi unik dari berbagai daerah di Indonesia.

Kira-kira apa saja ya?

Dilansir TribunTravel dari beberapa sumber, berikut ini adalah beberapa tradisi unik menyambut Ramadan dari beberapa daerah di Indonesia:

1. Nyadran

Nyadran merupakan tradisi khas masyarakat Jawa khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang rutin dilakukan ketika mendekati bulan Ramadan.

Nyadran sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yaitu sraddha yang berarti keyakinan.

Masyarakat Jawa memaknai Nyadran dari kata sadran yang berarti ruwah sya’ban, yaitu bulan sebelum Ramadhan datang yang ditandai dengan tradisi membersihkan makam keluarga dan kerabat.

Di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur, tradisi nyadran masih banyak dilakukan.

Areal makam umum ramai oleh keluarga yang datang untuk membersihkan makam-makam keluarga atau orangtua mereka, menaburkan bunga dan berdoa.

2. Dugderan

Dugderan adalah tradisi khas masyarakat Semarang dalam rangka menyambut bulan puasa Ramadhan.

Tradisi ini sudah berlangsung sejak abad 19 yang bermula dari acara penentuan awal puasa di bulan Ramadhan.

Yradisi Dugderan kini menjadi pesta rakyat yang sangat meriah di Semarang.

Selain dimeriahkan dengan suara bedug dan meriam, pesta rakyat Dugderan juga diramaikan kehadiran maskot Dugderan bernama Warak Ngendog.

Ini adalah maskot berupa kambing dengan kepala naga lengkap dengan kulit bersisik dari kertas warna warni dan dilengkapi dengan telur rebus.

Keberadaan telur rebus sebagai penanda bahwa binatang tersebut tengah bertelur.

Ini juga sebagai penanda bahwa ketika penyelenggaraan Dugderan pertama kali, Semarang tengah krisis pangan dan telur menjadi makanan mewah.

Puncak dari acara Dugderan masih sama dengan tradisi awal yaitu pengumuman awal puasa Ramadhan.

3. Meugang

Meugang merupakan tradisi khas masyarakat Aceh yang sudah berlangsung sejak ratusan tahun silam di masa Kerajaan Aceh dipimpin oleh Sultan Iskandar Muda.

Ketika itu Sultan Iskandar Muda memotong hewan dalam jumlah banyak dan dagingnya dibagikan ke seluruh masyarakat, menjelang kedatangan Ramadhan.

Masyarakat Aceh menggelar tradisi Meugang selama tiga kali dalam setahun, yaitu saat Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha.
Menyambut Ramadhan, tradisi Meugang berlangsung satu hari sebelum Ramadhan di areal pedesaan.

Sedangkan di Aceh perkotaan, Meugang berlangsung dua hari sebelum bulan puasa.

4. Perlon Unggahan

Perlon Unggahan adalah tradisi khas masyarakat Banyumas, Jawa Tengah, yang sudah berlangsung sejak beberapa abad silam.

Tradisi ini berlangsung seminggu sebelum kedatangan bulan puasa yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Pekuncen, Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah.

Ritualnya berupa ziarah kubur leluhur yaitu ke makam Bonokeling tanpa alas kaki sambil mengusung nasi ambeng.

Pengikut adat ini berjalan kaki hingga 30 kilometer dari Cilacap, melintasi perbukitan yang memisahkan Banyumas dan Cilacap.

5. Malamang

Tradisi malamang atau membuat lemang menjadi ritual khas masyarakat Minang di Sumatra Barat menyambut kedatangan bulan puasa.

Malamang berarti membuat lemang, yaitu makanan dari beras ketan yang dimasukkan ke buluh bambu beralas daun pisang.

Lalu, lemang itu disiram santan dan dipanggang dengan kayu bakar hingga beberapa jam.

Kegiatan membuat lemang inilah yang disebut Malamang.

Malamang menjadi tradisi khas masyarakat Sumatra Barat ketika menyambut hari-hari penting dalam kalender Islam.

Lemang biasa disajikan dengan tapai sipuluik yang terbuat dari beras ketan hitam atau merah.

6. Balimau

Balimau adalah tradisi dari Sumatera Barat, dimana tradisi ini berupa mandi memakai air jeruk nipis yang dilakukan di kawasan dengan aliran sungai atau tempat pemandian.

Tradisi ini dilatarbelakangi keinginan untuk membersihkan diri. (*)

ARTIKEL POPULER:

Baca: Dianggap Sering Lakukan Kesalahan, Ole Gunnar Akan Ajak De Gea Duduk Bersama Bicara soal Blunder

Baca: Tambahan Personil Kepolisian untuk Pengamanan PPK Pasca-Terbakarnya Surat Suara

Baca: Jodoh Tak Ada yang Tahu, Wanita Nikahi Pria Asing yang Menghiburnya saat Menangis Sendirian di Mal

TONTON JUGA:

Editor: Tri Hantoro
Video Production: Aprilia Saraswati
Sumber: TribunTravel.com
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved