Viral Video

Kasus Video Viral Kades Arahkan Warga Pilih Jokowi-Maruf Dihentikan, Ini Penjelasan Bawaslu

Senin, 29 April 2019 11:33 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Polres Bogor dan Bawaslu Kabupaten Bogor telah resmi menghentikan penyidikan kaus dugaan pelanggaran yang dilakukan kepala desa (kades) Cidokom, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Sebelumnya kasus kades berinisial T yang diduga mengarahkan warganya untuk memilih pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin viral dan dilaporkan dengan Nomor 04/TM/PP/kab/13.13/III/2019 di Bawaslu.

Dalam video yang beredar menampilkan seorang kades di Kabupaten Bogor mengajak warga mendukung paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Amin.

Tampak seorang pria diduga kades berinisial T berorasi kepada warga menggunakan bahasa Sunda.

Berdasarkan hasil investigasi, video tersebut direkam di salah satu desa di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.

"Kita sudah dekat ke pemilihan presiden dan caleg ya. Nah, kenapa ketika saya mengumpulkan tokoh masyarakat, RT, RW, supaya kita semua kompak."

"Jadi kita sebagai aparatur pemerintahan, mudah-mudahan di Desa Cidokom ini tidak ada yang aneh-aneh."

"Kami pribadi sebagai aparat pemerintahan harus nurut sama yang di atas. Jadi mau tidak mau misalnya di masyarakat, suka tidak suka harus nurut yang di atas, yaitu ke presiden.

"Jadi saya sebagai kepala desa mohon kepada tokoh masyarakat, RT, RW, ya mohon dukungannya ke nomor satu, yaitu Bapak Jokowi. Siap tidak? Siap tidak?"

Bawaslu Kabupaten Bogor awalnya menerima informasi tersebut dari Panwaslu kecamatan setempat, dan kemudian memanggil kades yang bersangkutan.

Namun kini kasus tersebut resmi dihentikan.

Dikutip Kompas, Koordinator Divisi Penindakan dan Pelanggaran Pemilu Bawaslu Kabupaten Bogor, Abdul Haris, mengatakan penyidikan dihentikan karena tidak ada alat bukti.

Selain itu, tidak ada saksi yang mau datang untuk dimintai keterangan meskipun ada tambahan saksi menjadi 16 orang dari perangkat desa.

Para saksi tak datang menjalani pemeriksaan meski telah dipanggil, sehingga tidak cukup alat bukti sebagai prasyarat penyidikan.

"Tidak didapatkan dua alat bukti sebagai prasyarat penyidikan, jadi kami hentikan saat rapat terakhir Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu)," ujar Abdul kepada Kompas, Sabtu (27/4/2019).

Haris mengaku, selama pembahasan rapat Sentra Gakkumdu, ada perbedaan pendapat antara pengawas dengan aparat penegak hukum terkait pelanggaran netralitas ASN dalam masa kampanye yang diatur dalam Pasal 282 dan 490 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Dalam hal ini, lanjut dia, penyidik Polres Bogor berpendapat tidak ditemukan alat bukti yang cukup kuat untuk dilakukan gelar perkara.

"Sebagian memang ada yang sudah datang tapi enggan menjadi saksi sehingga keterangan dan bukti tidak cukup kuat," tuturnya.

Kasus dugaan pelanggaran pemilu tersebut murni dihentikan karena minimnya alat bukti, bukan karena unsur lain, termasuk politis.(Tribun-Video/Alfin Wahyu Yulianto)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Dihentikan, Kasus Video Viral Kepala Desa Diduga Arahkan Warga Pilih Jokowi-Maruf

ARTIKEL POPULER:

Sop Iga Sapi dan Pecel Legendaris Bu Ugi Tawangmangu, Ada Sejak Zaman Presiden Soekarno

Benarkah Mie Ayam Tugu Lilin Pajang Solo Pakai Pesugihan Pocong? Yuk Mampir ke Warungnya

Naik Mobil yang Dikira Uber Pesanannya, Seorang Wanita Tewas Dibunuh & Dibuang oleh Sopir

Editor: Radifan Setiawan
Reporter: Alfin Wahyu Yulianto
Video Production: bagus gema praditiya sukirman
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved