Menengok dari Dekat Aktivitas Guru Keterampilan Tunanetra di PSBN Fajar Harapan Martapura

Rabu, 24 April 2019 11:50 WIB
Banjarmasin Post

TRIBUN-VIDEO.COM - Tak seorang pun manusia ingin terlahir cacat, semua ingin berfisik sempurna. Namun ketika sang Ilahi menentukan lain, sebagai seorang hamba mesti tabah dan selalu bersyukur dalam kondisi apa pun.

Bisa bernapas dan beraktivitas adalah nikmat yang tak terhingga. Itulah yang diresapi keluarga besar PSBN Fajar Harapan yang berada di kawasan Jalan A Yani Km 37,5 Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), ini.

Di tengah keterbatasan fisik yang dialami yakni tak bisa melihat, mereka tetap punya semangat tinggi menapaki roda kehidupan ini. Lebih dari itu mereka bahkan sangat aktif berkegiatan. Salah satunya yakni belajar membikin karya kerajinan yangan seperti kemoceng dan tikar.

Ada ruangan khusus di PSBN Fajar Harapan yang berfungsi sebagai pusat kegiatan keterampilan tangan. Pantauan BPost Online, Selasa (23/04/2019) siang, di dalam ruangan berukuran sekitar 5x6 meter tersebut terdapat lumayan banyak barang-barang hasil kerajinan tangan.

Selain kemoceng dan tikar, juga ada keset berbahan ijuk serta gantungan bunga berbahan nilon. Dari tampilannya, tak kalah menariknya dengan produk serupa bikinan perajin umum lainnya.

"Semuanya hasil karya klien yang ada di sini bersama para instruktur," tutur Noorlaila, koordinator Ruang Keterampilan PSBN Fajar Harapan, Selasa (23/04/2019) siang.

Noorlaina juga sekaligus instruktur yang melatih klien membikin tikar, kemoceng, dan gantungan bunga. Pada Selasa, ia didampingi dua instruktur lainnya yakni Ali Aking dan Arian. Kedua instruktur berusia lanjut ini penyandang disabilitas netra.

Meski tak melihat, tapi Ali Aking dan Arian begitu cekatan mengajari para klien membikin karya tangan. Selasa pagi hingga siang pukul 12.00 Wita, Arian sibuk mengajari membikin kemoceng, sedangkan Ali Aking membikin keset. Bahkan meski para klien telah pulang atau kembali ke asrama, keduanya tetap sibuk melanjutkan membikin karya tangan tersebut.

"Ada sekitar 20-an klien PSBN Fajar Harapan yang tiap hari aktif belajar mengasah kemampuan membikin karya tangan tersebut. Banyak juga yang sudah piawai antara lain Farid, Dian, Hasan, dan Jarkasi. Alhamdulillah rata-rata cepat daya tangkapnya," sebut Noorlaila.

Bahkan produk karya tangan mereka telah terserap ke pasaran umum.

"Sudah ada langganan tetap yang menampung semua produk kami yakni di pasar Martapura. Setidaknya dalam sebulan, satu kali kami memasok barang," tandasnya.

Sekali pasok kadang 10 unit keset, satu kodi kemoceng berisi 20 unit dan beberapa lembar tikar serta gantungan bunga. Harganya cukup terjangkau, kemoceng Rp 10 ribu namun jika dijual eceran seharga Rp 15 ribu. Keset Rp 20 ribu, gantungan bunga Rp 15 ribu, dan tikar sesuai ukuran hingga seharga Rp 40 ribu.

Berapa kemampuan bikin kemoceng dalam sehari? "Rata-rata tujuh hingga delapan buah. Tapi, ini yang tinggal memakunya saja, rangkaian tali rafianya sudah jadi," ucap Arian.

Lantaran tak bisa melihat dan meski telah berhati-hati, namun kadang tetap saja jemari kirinya terkena pukulan palu yang meleset. "Sudah biasa kalau jari kena catuk (pukul) palu. Tapi, ya jarang juga," akunya.

Salah seorang klien PSBN Fajar Harapan, Farid, mengaku sangat senang selama berada di PSBN setempat. Pasalnya, banyak keterampilan tangan yang ia dapatkan. Lebih dari itu bakatnya bermusik juga bisa tersalurkan dan telah lumayan sering tampil pada sejumlah ajang seni sastra di Kalimantan Selatan.

Kepala PSBN Fajar Harapan Fahrudin menuturkan melalui penempaan keterampilan tersebut diharapkan kelak ketika klien telah kembali ke lingkungan keluarga, bisa mandiri berbebekal keahlian keterampilan tangan tersebut.

"Karena itu tiap hari mereka ditempa penguasaan keterampilan tangan sejak pagi hingga tengah hari," ucapnya.

Dikatakannya, keterampilan utama yang diajarkan kepada para klien yakni massage (pijat). Ini karena lebih mudah dijalankan oleh klien lantaran tak perlu modal yang banyak. Saat ini jumlah klien di PSBN Fajar Harapan sekitar 70 orang.(banjarmasinpostpost.co.id/roy)

Editor: Novri Eka Putra
Sumber: Banjarmasin Post
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved