Lifestyle

Hindari Memberi Panggilan Anak Berdasarkan Ciri Fisik! Ternyata Berpengaruh pada Tumbuh Kembang Anak

Minggu, 21 April 2019 10:11 WIB
Tribun Jogja

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yudha Kristiawan

TRIBUN-VIDEO.COM - Saling mengutarakan kata-kata terhadap kawan main terkadang tidak disadari anak-anak mengarah ke hal hal yang bisa disebut saling ejek atau dalam bahasa kekinian diistilahkan dengan bullying.

Namanya juga anak-anak, barangkali ungkapan tersebut yang dirasa paling pas untuk menyederhanakan hal ini sehingga perilaku anak anak yang demikian menjadi bisa dimaklumi.

Padahal bila hal ini dibiarkan tanpa ada upaya dari orang dewasa atau orang tua memberikan pengertian bahwa saling ejek adalah hal yang tak pantas dilakukan, si anak bisa menjadi terbiasa dan bisa berpengaruh pada tumbuh kembang anak.

Hal ini yang diungkapkan oleh dokter Andhiko yang juga pegiat literasi konten ramah anak.

Menurut Andhiko, tak hanya anak anak ke anak-anak anak saja yang kerap tak disadari sudah melakukan apa yang disebut sebagai perilaku bullying.

Orang dewasa juga sering tak sadar bahwa apa yang diucapkan kepada anak anak tersebut sudah termasuk upaya bullying.

Andhiko mencontohkan, kerap orang dewasa menyebut anak anak dengan sebutan yang mengarah pada fisik dan aktivitas fisik anak anak sebagai pengganti identitas anak tersebut.

Misalnya memanggil seorang anak dengan sebutan 'si gendut' atau 'si krempeng' berdasarkan fisik anak tersebut.

Padahal ucapan atau sebutan ini sama halnya memberi contoh kepada anak anak perilaku bullying.

"Ini kan biasa di aktivitas sosial masyarakat kita, padahal ini bisa jadi menyakiti anak tersebut, tapi kita tidak sadar dan menganggap itu hal lumrah. Ada baiknya mengurangi penyebutan secara fisik agar anak anak tidak terbiasa mendengar identifikasi berdasarkan ciri fisik yang berujung aksi bullying," terang Andhiko.

Hal senada diungkapkan Anggraeni, ibu dua anak ini juga membiasakan memanggil anak anaknya dengan sebutan yang enak didengar dan berusaha memberi pujian pada anak.

Misalnya ia menyebut anak pertamanya dengan panggilan sayang, si ganteng.

Meskipun anak sulungnya masih TK dan berusia 4 tahun , Anggraeni juga khawatir aksi bullying terjadi di lingkungan anaknya.

Anggraeni berharap pihak sekolah dan orang dewasa yang berada di lingkungan anak anak khusunya, bisa menjaga cara bicara sehingga anak tidak terbiasa mendengar ungkapan yang mengarah ke aksi bullying.

"Sebagai orang tua, wajib menyaring semua konten yang dikonsumsi anak kita. Saat ini bentuk bullying itu banyak, sudah banyak contoh aksi bullying bisa membuat mental anak down. Jadi mari sama sama jaga dan jauhkan anak anak kita dari perilaku yang mengarah ke bullying," ungkap Anggraeni.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Hindari Memberi Panggilan Anak Berdasarkan Ciri Fisik

ARTIKEL POPULER:

Sop Iga Sapi dan Pecel Legendaris Bu Ugi Tawangmangu, Ada Sejak Zaman Presiden Soekarno

Benarkah Mie Ayam Tugu Lilin Pajang Solo Pakai Pesugihan Pocong? Yuk Mampir ke Warungnya

Naik Mobil yang Dikira Uber Pesanannya, Seorang Wanita Tewas Dibunuh & Dibuang oleh Sopir

Editor: Radifan Setiawan
Video Production: Radifan Setiawan
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved