Terkini Daerah

Dilaporkan hanya karena Cabut Pohon Pisang, Tukang Becak di Pamekasan Gugat Balik Pelapor

Selasa, 16 April 2019 17:43 WIB
TribunMadura.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Padla (65), seorang tukang becak, asal Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan berakhir di pengadilan karena mencabut 3 batang pohon pisang.

Dia pun mengajukan gugatan balik ke Pengadilan Negeri (PN) Pamekasan melalui permohonan prodeo, Senin (15/4/2019).

Ia didampingi kuasa hukumnya dari LBH Pusat Advokasi Masyarakat Nusantara (Pusara) Pamekasan beserta istri dan 3 anaknya.

Ketua LBH Pusara sekaligus kuasa hukum Padla, Marsuto Alfianto mengatakan, gugatan yang dilakukan pihaknya hari ini merupakan imbas dari laporan pidana yang dilakukan oleh Busiyeh ke Polres Pamekasan.

"Padla dilaporkan dengan dugaan pengrusakan dan penyerobotan tanah sebagaimana dimaksud dan diatur dalam Pasal 406 KUHP dan PP No 51/1960," katanya.

Alfianto melanjutkan, menurutnya Padla masih dianggap pemilik sah dari tanah tersebut.

"Gugatan balik ini kami lakukan karena klien kami masih pemilik sah tanah tersebut. Gugatan balik ini juga merupakan imbas dari putusan pidana kemarin yang diputus oleh hakim tunggal dari Pengadilan Negeri Pamekasan," terangnya.

Langkah awal yang dilakukan pihaknya untuk melakukan gugatan balik terkait sertifikat tanah milik Padla yaitu mengajukan gugatan permohonan Prodeo terlebih dahulu.

"Mengingat Pak Padla ini adalah warga yang kurang mampu, maka harus mengajukan permohonan Prodeo. Prodeo ini memohon kepada Pengadilan Negeri untuk bebas administrasi," katanya.

Marsuto Alfianto melanjutkan, selain Prodeo, pihaknya juga sudah mengajukan gugatan Probono, hal itu berkaitan dengan pengacara yang artinya kuasa hukum juga digratiskan.

"Kami berharap permohonan ini diterima oleh Pengadilan Negeri Pamekasan. Hasil putusannya besok insyaallah pukul 13:00 WIB," jelasnya.

Marsuto Alfianto juga mengecam, apabila permohonan prodeo itu tidak diterima oleh pihak Pengadilan Negeri (PN) Pamekasan, pihaknya akan melakukan aksi penggalangan koin di depan Gedung Pengadilan Negeri Pamekasan.

"Persyaratan kami sudah jelas dan kami penuhi sesuai permintaan pengadilan negeri Pamekasan," tegasnya.

Di dalam ruang persidangan, Harun yang merupakan anak Padla memberikan kesaksian bahwa ayahnya dalam kesehariannya hanya bekerja sebagai tukang becak.

"Ya kalau sehari-harinya hanya dapat 10 ribu. Paling banyak itu 20 ribu," jelasnya kepada hakim.

Sementara, Padla bercerita, sebelum ia berangkat ke Pengadilan Negeri Pamekasan, ia masih di sawah mencari rumput untuk pakan sapinya.

"Saya ke sini akan melakukan gugatan balik terkait sertifikat tanah yang sudah dipecah oleh Busiyeh tanpa sepengetahuan saya dan anak saya," terangnya kepada TribunMadura.com saat ditemui di Pengadilan Negeri Pamekasan.

Padla dilaporkan oleh Busiyeh atas tuduhan mencabut tiga pohon pisang sembarangan. Padla dijatuhi hukuman percobaan selama 30 hari oleh hakim tunggal Pengadilan Negeri Pamekasan pada Kamis (31/01/2019).

Karena tanah tersebut masih diklaim milik Padla dan terdapat sertifikat ganda maka kuasa hukum Padla mengajukan gugatan hukum.

Simak video di atas. (Tribun Madura/Kuswanto Ferdian)

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul Tukang Becak di Pamekasan Diadili Gara-Gara Cabut Pohon Pisang, Kini Gugat Pelapor

ARTIKEL POPULER

Baca: Cara Cek Nama di Daftar Pemilih Tetap Pemilu 2019

Baca: Cara Cek Nama di Daftar Pemilih Tetap Pemilu 2019 di HP Melalui Aplikasi Android

Baca: Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan dari HP Melalui Aplikasi BPJSTKU, Bisa Kapan Pun dan di Mana Pun

TONTON JUGA:

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Fatikha Rizky Asteria N
Sumber: TribunMadura.com
Tags
   #gugatan   #tukang becak   #Pamekasan
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved