Sabtu, 11 April 2026

Tribunnews Update

Duga Ada Pelanggaran HAM! PAN Desak Pemerintah Malaysia Usut Penembakan 5 WNI secara Transparan

Selasa, 28 Januari 2025 12:00 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Kasus penembakan oleh otoritas maritim Malaysia terhadap lima Pekerja Migran Indonesia dikecam sejumlah pihak. 

Termasuk, Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay. 

Saleh Partaonan menyebut, tindakan itu melanggar Hak Asasi Manusia, sehingga harus diusut tuntas. 

Baca: Oknum TNI AD Ancam Tembak Wanita di Depan Klub Malam Kemang, Kadispenad Minta Maaf: Sudah Diamankan

Saleh Partaonan mendesak pemerintah Malaysia dan Indonesia untuk mengusut kasus itu secara transparan. 

Yakni, pengusutan kasus harus terbuka berdasarkan asas kemanusiaan dan keadilan. 

"Saya dengar, sampai hari ini pihak APMM belum memberi akses kepada aparat Indonesia untuk menjenguk para korban yang sedang dirawat," kata dia.

"Tidak ada alasan dan keterangan yang diberikan terkait larangan itu. Semoga saja tidak ada upaya menutup-nutupi fakta atas insiden berdarah ini," sambung Saleh.

Saleh mengatakan, tindakan yang dilakukan Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) dalam menangani PMI itu berlebihan. 

Baca: Prabowo Disambut Dentuman Meriam saat Kunker di Malaysia, Mobil Korban Mutilasi Dijual oleh Pelaku

Kendati para PMI diduga hendak masuk secara tidak prosedural, selayaknya mereka tak ditembak. 

"PAN mengecam keras atas sikap dan tindakan berlebihan yang dilakukan Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) dalam menangani PMI. Walaupun diduga hendak masuk secara tidak prosedural, namun tidak selayaknya mereka ditembak. Itu melanggar HAM dan nilai-nilai kemanusiaan," kata Saleh dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/1/2025).

Bahkan, hingga saat ini pihak APMM tak kunjung memberi akses aparat Indonesia untuk menjenguk para korban yang terluka. 

Pihak APMM pun juga tak memberikan alasan yang jelas terkait larangan itu. 

"Tidak ada alasan dan keterangan yang diberikan terkait larangan itu. Semoga saja tidak ada upaya menutup-nutupi fakta atas insiden berdarah ini," sambung Saleh.

Lanjut Saleh turut mengatakan, ini menjadi tugas baru bagi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI).

Baca: Di Hadapan PM Malaysia, Prabowo Tegas Dukung Palestina Merdeka hingga Gencatan Senjata Bertahan

Menurutnya, KP2MI harus berkoordinasi dengan kemenlu, KBRI hingga atase kepolisian Indonesia di Malaysia. 

"KP2MI tetap harus berkoordinasi dengan kemenlu, KBRI, dan khususnya dengan atase kepolisian Indonesia di Malaysia. Kalau dikerjakan secara bersama, diharapkan kasus ini akan dapat diselesaikan sampai tuntas," tandas Saleh. (Tribun-Video.com/Tribunnews.com)

Baca juga berita terkait di sini

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Penembakan PMI Disebut Langgar HAM, Pemerintah Malaysia Diminta Usut Kasus secara Terbuka

# TRIBUNNEWS UPDATE # pelanggaran HAM # Malaysia # WNI # penembakan
Editor: Panji Anggoro Putro
Reporter: Adila Ulfa Muna Risna
Video Production: Muhammad Ulung Dzikrillah
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved