Terkini Daerah
Sintya, Penyandang Disabilitas yang Siap Menghadapi Bencana setelah Mengikuti Workshop Destana
Laporan wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar
TRIBUN-VIDEO.COM, PADANG - Arbeitet Samariter Bund (ASB) adakan workshop di Hotel Grand Inna Muara, Kota Padang, Senin (8/4/2019).
Kegiatan ini mengangkat Destana (Desa Tangguh Bencana) guna untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat untuk cara menghadapi bencana di Pesisir Sumbar terutama untuk masyarakat penyandang Disabilitas.
Project Manager ASB Provinsi Sumatera Barat, Rofikul Hidayat mengatakan desa tangguh bencana berbasis dan bersifat inklusi.
"Di sini kami berprinsip jangan keluar dari inklusi. Dan, tidak bisa hanya kelompok tertentu saja, tapi harus menyeluruh," ujarnya.
Ia mengatakan, pentingnya inklusi adalah melindungi masyarakat yang ada di daerah rawan bencana.
"Dan, meningkatkan peran serta masyarakat, khususnya kelompok berisiko, dalam pengelolaan sumber daya dalam rangka mengurangi resiko bencana," ujarnya.
Ia mengatakan sebelum bencana, kita bisa membayangkan orang-orang disabilitas yang ada bagaimana kondisinya pada saat itu.
"Saat terjadinya bencana angka disabilitas naik, misalnya saat pasca bencana gempa terjadi, ada orang tangannya putus, atau kaki dan lainnya," katanya.
Dalam kegiatan ini juga didatangkan penyandang disabilitas agar tahu cara menghadapi bencana terutama ketika gempa dan tsunami datang di pesisir Sumbar.
Ia berharap kepada setiap masyarakat agar dapat membantu kaum disabilitas untuk dapat mengarahkan, dan menolong ketika bencana datang.
Sintya, salah satu peserta disabilitas pendengaran dan bicara, yang berasal dari Ampiang Parak, Pesisir Selatan menyampaikan sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini terutama untuk kaum disabilitas yang bermukim di Pesisir Sumatera Barat.
Ia berkomunikasi dengan menggunakan bahasa isyarat yang dibantu satu orang translator untuk menjelaskan apa yang disampaikan olehnya.
"Setelah saya mendapat latihan di ASB, saya mendapatkan pelajaran 3B yaitu berlutut, berlindung, dan bertahan," katanya.
Ia juga mengatakan, kalau dahulu ia tidak tahu dan tidak paham apa yang akan dilakukan saat bencana datang. Kini ia sudah tahu apa yang perlu dilakukan.
"Dulu saat terjadi gempa yang berpotensi tsunami. Saya tunggu dan terus menunggu. Namun, tidak ada yang datang memberikan informasi," katanya.
Ia juga menceritakan, setelah ia mengikuti pelatihan ia mendapat kesiagaan yang isinya bermacam-macam, dari sepatu, jaket, air minum, kue, dan obat-obatan.
"Pelatihan yang diadakan ASB yang membuat saya paham, saya berharap teman-teman lainnya yang sama seperti saya dapat mengikuti pelatihan ini. Agar sama-sama paham apa yang dilakukan saat terjadi bencana," katanya.(*)
ARTIKEL POPULER
Baca: Cara Cek Nama di Daftar Pemilih Tetap Pemilu 2019
Baca: Cara Cek Nama di Daftar Pemilih Tetap Pemilu 2019 di HP Melalui Aplikasi Android
Baca: Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan dari HP Melalui Aplikasi BPJSTKU, Bisa Kapan Pun dan di Mana Pun
TONTON JUGA:
Sumber: Tribun Padang
Tribunnews Update
Dipicu Sakit Hati, Pria di Kota Padang Bakar Hidup-hidup Ibu Angkat hingga Alami Luka 90 Persen
Jumat, 13 Maret 2026
LIVE UPDATE
Dilaporkan sebagai Korban Kebakaran, Anak Sherly Dinyatakan Selamat: Sembunyi di Toko Bangunan
Rabu, 25 Februari 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Duet dengan Penyandang Disabilitas, Gisel Akui Banyak Belajar soal Syukur dan Semangat
Kamis, 11 Desember 2025
Banjir Bandang di Sumatera
Pemerintah Kota Padang Panjang Gelar Doa Bersama di Jembatan Kembar setelah Bencana Banjir Sumatera
Sabtu, 6 Desember 2025
Live Update
Anak-anak Penyandang Disabilitas di Banjarbaru Diajak Eskresikan Diri Lewat Art Therapy
Kamis, 4 Desember 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.