Menteri PUPR Saksikan Kompetisi 'Construction Warrior' di Alun-alun Kulonprogo
Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari
TRIBUN-VIDEO.COM - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyempatkan diri untuk menyaksikan kompetisi uji ketangkasan tenaga kerja konstruksi 'Construction Warrior' yang diadakan di Alun-alun Kulonprogo, Jawa Tengah, Kamis (4/4/2019) sore.
Ajang tersebut digelar dalam rangka pemberian Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi yang dihadiri 4.524 tenaga kerja.
Lomba itu pun akhirnya dimenangkan oleh tenaga kerja perwakilan dari Banjarnegara sebagai juara utama.
Sementara juara kedua diperoleh Purworejo dan juara ketiga ditempati tenaga konstruksi dari Wonosobo.
Ia pun berharap agar kompetisi tersebut bisa menjadi jalan pembuka bagi para pekerja konstruksi dalam menerapkan 'kegesitan dan ketangkasan' saat bekerja.
"Saya harapkan ketangkasan dalam construction warrior ini dapat diterapkan pada kegiatan sehari-hari dalam membangun infrastruktur," ujar Basuki, dalam acara tersebut.
Terkait ketangkasan, ia menegaskan bahwa dirinya meyakini para pekerja konstruksi Indonesia sudah memiliki kualitas yang mumpuni.
"Saya yakin secara teknis, tenaga konstruksi Indonesia sudah ahli," tegas Basuki.
Kendati demikian, Basuki tidak memungkiri selama ini Indonesia lemah dalam menerapkan sejumlah metode kerja.
Mulai dari kerapihan kerja hingga kompetensi yang dimiliki para tenaga konstruksi.
"Namun kita lemah dalam penerapan metode kerja terutama kerapihan kerja, kebersihan di samping kompetensinya," kata Basuki.
Perlu diketahui, sertifikasi terkait kompetensi para tenaga kerja konstruksi memang sangat diperlukan untuk membuktikan bahwa mereka memiliki kualifikasi baik dalam bidang tersebut.
Pelatihan vokasi diberikan untuk menunjang pekerjaan mereka yang bergerak di bidang keterampilan.
Basuki memaparkan bahwa jika para pekerja tersebut telah bersertifikasi, maka mereka akan mudah dalam memperoleh pekerjaan.
Karena sertifikasi itu tidak hanya memiliki nilai sebagai simbol kompetensi para pekerja, namun nilai jual dalam memperoleh penghasilan.
Jika pekerja konstruksi tersebut telah mendapatkan pekerjaan, maka tentunya mereka juga akan bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Kendati demikian, kata Basuki, jika setelah mendapatkan sertifikasi namun mereka masih sulit mendapatkan pekerjaan, maka ia mengimbau agar hal itu segera dilaporkan kepada lembaga terkait, yakni Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK).
"Kalau saudara yang sudah bersertifikat masih kesulitan atau dipersulit dalam mencari kerja, tolong laporkan ke LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi)," jelas Basuki.
Nantinya, lembaga tersebut akan menindaklanjuti pelaporan itu dengan menyampaikan kepada kementerian PUPR.
"LPJK nanti akan melaporkan lebih lanjut ke Kementerian PUPR," pungkas Basuki.
Perlu diketahui, peningkatan kompetensi memang tengah dilakukan berbagai kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk memperbaiki kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki.
Sertifikasi bagi tenaga konstruksi dianggap penting karena hal tersebut merupakan program yang telah dicanangkan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sejak 17 Oktober 2017.(*)
Reporter: Fitri Wulandari
Videografer: Fitri Wulandari
Video Production: Novri Eka Putra
Sumber: Tribunnews.com
Terkini Nasional
NU SEBUT Ashari Bukan Kiai atau Pengasuh Ponpes dari RMINU, Bongkar Tabiat Pelaku Cabul
Senin, 11 Mei 2026
Terkini Nasional
NGAKU MAU TAUBAT! Kiai Cabul Ashari Memelas di Depan Polisi! Ngaku Khilaf atas Aksi Bejat ke Santri
Minggu, 10 Mei 2026
Terkini Nasional
KLARIFIKASI KUSWANDI! Ngaku Terlibat Pelarian Ashari Kiai Cabul Pati hingga Terima Rp 150 Juta
Jumat, 8 Mei 2026
Terkini Nasional
GAGAL TOTAL! Kiai Ashari Pura-pura Jadi Peziarah dan Menginap di Rumah Warga Demi Hindari Polisi
Jumat, 8 Mei 2026
Terkini Nasional
TINDAK TEGAS! Menag Nasaruddin Umar Cabut Izin Ponpes Ndolo Kusumo Pati Dan Hukum Berat Kiai Cabul!
Kamis, 7 Mei 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.