TRIBUNNEWS UPDATE
Presiden Korsel Ditinggal Massal Staf Kepresidenan Buntut Darurat Militer, Terancam Dimakzulkan
TRIBUN-VIDEO.COM - Pejabat tinggi Korea Selatan yang menjadi pembantu Presiden Korsel, Yoon Suk Yeol disebut akan mengundurkan diri secara massal pada Rabu (4/12/2024).
Pengunduran diri dilakukansetelah keadaan darurat militer yang diumumkan Presiden Yoon diblokir oleh Majelis Nasional.
Mereka yang akan mengundurkan diri ada Chung Jin-suk, kepala staf kepresidenan; Penasihat Keamanan Nasional Shin Won-sik.
Kemudian ada Sung Tae-yoon, kepala staf kebijakan, serta tujuh pembantu senior lainnya.
“Para pembantu senior Yoon mengajukan untuk mengundurkan diri secara massal karena deklarasi darurat militer,” lapor Yonhap, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Baca: Prabowo Langsung Beri Wanti-wanti seusai Terjadi Darurat Militer yang Buat Korea Selatan Keos
Sementara Presiden Yoon sendiri menerima desakan dari publik untuk mundur setelah memberlakukan darurat militer pada Selasa (3/12) malam.
Namun hingga kini, pihak kepresidenan belum merespons desakan tersebut.
Saat ini, Presiden Yoon telah telah mencabut darurat militer pada Rabu (4/12) pukul 04.30 pagi waktu setempat.
Hal ini dilakukan setelah pemungutan suara bulat oleh Majelis Nasional pada Rabu pagi.
Ada sekitar 190 anggota parlemen dengan suara bulat mendukung mosi untuk memblikir darurat militer.
Presiden Yoon pun harus tunduk kepada keputusan parlemen.
Pasalnya, parlemen menilai, keadaan darurat militer tersebut ilegal dan inkonstitusional.
(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ramai-ramai, Pejabat Tinggi Korea Pembantu Presiden Korsel Siapkan Aksi Pengunduran Diri Massal
#afp #koreautara #koreaselatanvskoreautara #koreaselatan #presidenkorsel #yoonsukyeol #daruratmiliter #pejabattinggikorsel
Reporter: Tri Suhartini
Video Production: valencia frida varendy
Sumber: Tribunnews.com
Tribunnews Update
Rangkuman AS-Iran Trump Bersiap Lanjutkan Perundingan, Klaim Pertemuan Digelar di Pakistan Pekan Ini
3 hari lalu
Tribunnews Update
Pertemuan Langka Israel Lebanon di AS Hasilkan Lanjutkan Negosiasi Meski Tanpa Gencatan Senjata
3 hari lalu
Tribunnews Update
Trump Sebut Perang AS Iran Hampir Berakhir, Gencatan Senjata dan Negosiasi Kembali Dibahas
3 hari lalu
Tribunnews Update
Ancaman Trump ke Iran Picu Desakan Pemakzulan, Puluhan Demokrat Ajukan RUU Baru di Kongres AS
3 hari lalu
Tribunnews Update
Tak Terima Ditekan AS! China Ancam Balas Tarif 50 Persen Trump seusai Dituduh Kirim Senjata ke Iran
3 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.